{"id":1056,"date":"2024-05-12T04:04:15","date_gmt":"2024-05-12T04:04:15","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=1056"},"modified":"2024-05-12T04:04:15","modified_gmt":"2024-05-12T04:04:15","slug":"puisi-puisi-andri-kurniawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/","title":{"rendered":"Puisi-Puisi Andri Kurniawan"},"content":{"rendered":"<p>12 Mei 2024<\/p>\n<h1><strong>Puisi-Puisi Andri Kurniawan<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Andri Kurniawan*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1054\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/ilustrasi-puisi-andri-kurniawan-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/ilustrasi-puisi-andri-kurniawan-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/ilustrasi-puisi-andri-kurniawan-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/ilustrasi-puisi-andri-kurniawan-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/ilustrasi-puisi-andri-kurniawan-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/ilustrasi-puisi-andri-kurniawan.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Dalam Cahaya Senja<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Di tepian sungai tua yang mengalir perlahan,<br \/>\nTerhamparlah kota tua dengan keanggunan senja.<br \/>\nDinding-dinding batu berbicara masa lalu,<br \/>\nMemori terpatri dalam tiap retakannya.<\/p>\n<p>Setiap sudut menatap dengan rahasia tersendiri,<br \/>\nDi balik jendela-jendela, cerita terpendam merayap.<br \/>\nJejak langkah para leluhur terdengar samar,<br \/>\nDi antara reruntuhan dan bangunan yang usang.<\/p>\n<p>Kota tua, tempat di mana waktu berhenti sejenak,<br \/>\nMenyaksikan pergantian zaman dengan heningnya.<br \/>\nNamun, di dalam diamnya, kehidupan terus berdetak,<br \/>\nSebuah legenda yang tak pernah pudar.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><em>Sidoarjo, 2024<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Awan Kelabu<\/strong><\/p>\n<p>Awan kelabu menyelimuti langit kota tua,<br \/>\nSeolah ingin menyembunyikan segala cerita.<br \/>\nDi bawah langit yang merana, jalanan sunyi,<br \/>\nHanya derap langkah seorang yang terbiarkan berjalan.<\/p>\n<p>Di tiap gang sempit, sejarah menari lambat,<br \/>\nMengungkapkan rahasia yang terkubur dalam lekuk dinding.<br \/>\nRintihan angin malu-malu merayap,<br \/>\nMenyentuh hati yang rapuh dan usang.<\/p>\n<p>Kota tua, bagai perahu yang terdampar di tepi waktu,<br \/>\nMemandang masa lalu dengan tatapan pilu.<br \/>\nNamun, di antara reruntuhan dan kesunyian,<br \/>\nTetap ada kehidupan yang menyala, walau redup<strong>.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><em>Kebumen, 2023<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Jendela Kuno<\/strong><\/p>\n<p>Di balik jendela kuno, cerita terpampang,<br \/>\nMenyambut mata yang haus akan petualangan.<br \/>\nDari sudut ke sudut, panorama sejarah terhampar,<br \/>\nSeolah memanggil untuk dikenang kembali.<\/p>\n<p>Jalanan berkerut, memori terukir dalam setiap batu,<br \/>\nMengalir seperti air di sungai zaman yang tak pernah kering.<br \/>\nKota tua, kau seperti buku terbuka yang usang,<br \/>\nNamun di dalamnya tersimpan harta yang tak ternilai.<\/p>\n<p>Di setiap lorong, aroma masa lalu menguar,<br \/>\nMenyentuh jiwa yang haus akan nostalgia.<br \/>\nKota tua, kau adalah pelukis yang merenda,<br \/>\nMengabadikan keindahan dalam kerapuhanmu.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><em>Surabaya, 2024<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><strong>Cahaya Pagi<\/strong><\/p>\n<p>Di bawah sinar matahari pagi yang lembut,<br \/>\nKota tua terbangun dari tidurnya yang panjang.<br \/>\nWarna-warni kehidupan mulai memercik,<br \/>\nMenghidupkan kembali ruang-ruang yang sunyi.<\/p>\n<p>Pedagang berjalan dengan langkah bersemangat,<br \/>\nMenyapa bangunan-bangunan dengan senyum ceria.<br \/>\nAnak-anak riang berlarian di antara gapura-gapura,<br \/>\nMembawa kehidupan ke dalam kisah yang terlupakan.<\/p>\n<p>Kota tua, kau seperti lukisan yang hidup,<br \/>\nMengalir dengan keindahan yang abadi.<br \/>\nMeskipun usiamu telah bertambah tua,<br \/>\nNamun semangatmu tetap muda dalam setiap detak.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><em>Malang, 2024<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Bangunan Cinta Lama<\/strong><\/p>\n<p>Di antara gemerlap kota yang ramai,<br \/>\nTersembunyi sebuah bangunan tua yang sunyi.<br \/>\nDindingnya yang retak, mengisahkan kisah cinta,<br \/>\nYang bersemi di antara batu-batu usang.<\/p>\n<p>Bangunan itu seperti penjara yang memeluk,<br \/>\nMengunci kenangan dalam tiap ruangnya.<br \/>\nDi lorong-lorong gelap, bayang-bayang masa lalu,<br \/>\nBerdesir perlahan, mengisi hampa yang tercipta.<\/p>\n<p>Dulu, di sini, cinta itu tumbuh subur,<br \/>\nSeperti bunga-bunga mekar di kebun rahasia.<br \/>\nDi bawah langit senja yang merah jambu,<br \/>\nMereka bersatu, tak terpisahkan oleh waktu.<\/p>\n<p>Namun, seiring berjalannya musim dan angin,<br \/>\nCinta itu seperti bunga yang layu dan gugur.<br \/>\nPuing-puing kebahagiaan berserak di lantai,<br \/>\nMeninggalkan hanya kenangan yang menyayat hati.<\/p>\n<p>Tetapi bangunan itu tetap berdiri tegak,<br \/>\nMenjadi saksi bisu dari segala keindahan dan kesedihan.<br \/>\nTiap sudutnya menyimpan cerita yang mendalam,<br \/>\nSebuah perjalanan cinta yang takkan pernah padam.<\/p>\n<p>Di malam yang sunyi, sering kali terdengar,<br \/>\nDesiran angin yang menyapa dinding-dindingnya.<br \/>\nSeakan memanggil, mengajak untuk terlelap,<br \/>\nDan terbangun dalam mimpi-mimpi yang lama terlupakan.<\/p>\n<p>Bangunan cinta lama, kau adalah simbol keabadian,<br \/>\nMeskipun cinta itu sendiri telah lama sirna.<br \/>\nDalam reruntuhanmu yang hancur dan rapuh,<br \/>\nMasih tersimpan api yang tak pernah padam.<\/p>\n<p>Mungkin suatu hari, di tengah reruntuhan ini,<br \/>\nAkan tumbuh kembali bunga cinta yang subur.<br \/>\nDan bangunan ini akan kembali bercahaya,<br \/>\nMenjadi saksi dari kisah cinta yang baru.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><em>Jombang, 2024<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Andri Kurniawan<\/strong>, lulusan Politeknik Negeri Jember Program Studi D3 Manajemen Agribisnis. Sejak lulus dari SMA, ia tertarik dengan jurnalistik dan tulisan-tulisan sastra.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>12 Mei 2024 Puisi-Puisi Andri Kurniawan Oleh Andri Kurniawan* &nbsp; &nbsp; Dalam Cahaya Senja \u00a0Di tepian sungai tua yang mengalir perlahan, Terhamparlah kota tua dengan keanggunan senja. Dinding-dinding batu berbicara masa lalu, Memori terpatri dalam tiap retakannya. Setiap sudut menatap dengan rahasia tersendiri, Di balik jendela-jendela, cerita terpendam merayap. Jejak langkah para leluhur terdengar samar, &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Puisi-Puisi Andri Kurniawan<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1053,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-puisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puisi-Puisi Andri Kurniawan - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puisi-Puisi Andri Kurniawan - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"12 Mei 2024 Puisi-Puisi Andri Kurniawan Oleh Andri Kurniawan* &nbsp; &nbsp; Dalam Cahaya Senja \u00a0Di tepian sungai tua yang mengalir perlahan, Terhamparlah kota tua dengan keanggunan senja. Dinding-dinding batu berbicara masa lalu, Memori terpatri dalam tiap retakannya. Setiap sudut menatap dengan rahasia tersendiri, Di balik jendela-jendela, cerita terpendam merayap. Jejak langkah para leluhur terdengar samar, &hellip; Puisi-Puisi Andri Kurniawan Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-12T04:04:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/thumbnail-puisi-andri-kurniawan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/\",\"name\":\"Puisi-Puisi Andri Kurniawan - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-05-12T04:04:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-12T04:04:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puisi-Puisi Andri Kurniawan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puisi-Puisi Andri Kurniawan - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Puisi-Puisi Andri Kurniawan - LiteraSIP","og_description":"12 Mei 2024 Puisi-Puisi Andri Kurniawan Oleh Andri Kurniawan* &nbsp; &nbsp; Dalam Cahaya Senja \u00a0Di tepian sungai tua yang mengalir perlahan, Terhamparlah kota tua dengan keanggunan senja. Dinding-dinding batu berbicara masa lalu, Memori terpatri dalam tiap retakannya. Setiap sudut menatap dengan rahasia tersendiri, Di balik jendela-jendela, cerita terpendam merayap. Jejak langkah para leluhur terdengar samar, &hellip; Puisi-Puisi Andri Kurniawan Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2024-05-12T04:04:15+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/thumbnail-puisi-andri-kurniawan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/","name":"Puisi-Puisi Andri Kurniawan - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2024-05-12T04:04:15+00:00","dateModified":"2024-05-12T04:04:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-andri-kurniawan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puisi-Puisi Andri Kurniawan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1056"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1057,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1056\/revisions\/1057"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1053"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}