{"id":1171,"date":"2024-07-07T09:37:09","date_gmt":"2024-07-07T09:37:09","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=1171"},"modified":"2024-07-07T09:37:23","modified_gmt":"2024-07-07T09:37:23","slug":"puisi-puisi-selendang-sulaiman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/","title":{"rendered":"Puisi-Puisi Selendang Sulaiman"},"content":{"rendered":"<p>7 Juli 2024<\/p>\n<h1><strong>Puisi-Puisi Selendang Sulaiman<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Selendang Sulaiman*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1164\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/ilustrasi-cerpen-selendang-sulaiman-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/ilustrasi-cerpen-selendang-sulaiman-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/ilustrasi-cerpen-selendang-sulaiman-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/ilustrasi-cerpen-selendang-sulaiman-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/ilustrasi-cerpen-selendang-sulaiman-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/ilustrasi-cerpen-selendang-sulaiman.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kereta Malam Lewat<\/strong><\/p>\n<p>kereta malam berderu sendu<br \/>\nmenyeret kabar pilu matamu<br \/>\ndan lukaku masih basah<br \/>\nnyerinya lembab di bibirmu<br \/>\nsenikmat perasaan daun jatuh.<\/p>\n<p>deru kereta lenyap ditelan malam<br \/>\ndan setiap lezatnya nikmat cinta<br \/>\nlebur dalam terka yang bias<br \/>\ntinggal pikiran menggapai-gapai<br \/>\nperasaan pecah berserakan.<\/p>\n<p>ada denyut resah di luka basah<br \/>\nada letih di kedip kunang-kunang<br \/>\naku duduk di tepi jembatan<br \/>\nmatamu raib di tikungan jalan<br \/>\nbayangnya jatuh ke alir sungai.<\/p>\n<p>kereta malam jauh melaju<br \/>\ntapi getarnya masih menderu<br \/>\ndi dadaku lautan gemetar<br \/>\ntubuh gunung menggigil<br \/>\ndan bayangmu digulung ombak.<\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><em>2024<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><strong>Riwayat Perjumpaan<\/strong><\/p>\n<p>jika rel hanya menuju satu stasiun<br \/>\nakan kusemarakkan perjalanan panjang<br \/>\ndengan tujuh musim panen raya<br \/>\ndan kupersembahkan pada masa lalu<br \/>\nyang lapar dan sengsara.<\/p>\n<p>aku tak punya lebih banyak waktu<br \/>\nuntuk menunggu satu tujuan<br \/>\ndan nganga luka belum dijahit<br \/>\ndengan benang masa di baju sangsi<br \/>\npenuh bercak dan robek ujungnya.<\/p>\n<p>beginilah nasib mempertemukan kita<br \/>\nmenentukan jalan masing-masing<br \/>\nseperti musim hujan dan kemarau<br \/>\ntak pernah beriring bersamaan<br \/>\nbagai bumi dan langit saling tatap.<\/p>\n<p>pada musim kita belajar meniti<br \/>\nrel hidup tidak saling bertabrakan<br \/>\npada matahari dan bulan setia<br \/>\nkita melaju dengan kecepatan cahaya<br \/>\nsebelum lenyap ditelan masa.<\/p>\n<p>selamanya kita tidak akan lupa<br \/>\npernah pandai berandai-andai<br \/>\nlihai menutupi kehendak jumpa<br \/>\nragu menyatakan niat di dada<br \/>\nbahkan lupa saling bertanya.<\/p>\n<p>dan jika rel menuju satu stasiun<br \/>\ndan tak kembali ke awal pemberangkatan<br \/>\nkita tidak akan pernah terserang kesepian<br \/>\ntanpa cemas menanti pertemuan<br \/>\nyang kini hadir sebagai ketakutan.<\/p>\n<p><em>2024<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><strong>Sebelum Annellis Berangkat<\/strong><\/p>\n<p>kedip mata terakhir menjatuhkan ingatan<br \/>\npada pertemuan ragu<br \/>\nmasa depan dan masa silam.<br \/>\nia tabah menyimpan rindu<\/p>\n<p>pandai menampung air mata<br \/>\nsejak masa kanak yang bersahaja<\/p>\n<p>di meja makan malam keluarga<br \/>\nsedih pilu tak risau ia jalani sebagai takdir<\/p>\n<p>yang redup dalam kisah gadis desa<br \/>\nyang tak lebih sengsara dari hidup sang ibu<br \/>\nyang kini terpaksa dan tega ia tinggalkan<\/p>\n<p>tubuh sintal lemah melangkah<br \/>\nmelepas rumit nasib di bawah tangga<br \/>\nsayu mata biru menatap kalah ke muka<br \/>\ntanpa menoleh kepada kenangan<\/p>\n<p>ia pasrah<br \/>\nmenghadapi masa depan yang entah.<\/p>\n<p>gelombang rambut halus lembut keemasan<br \/>\npantulkan ketenangan jabat tangan terakhir<br \/>\nmenepis suara perih memanggil-manggil<br \/>\ndengan debur ombak di mulut dermaga<\/p>\n<p>tempat terakhir riwayatnya<br \/>\ndi tanah kelahiran tumpah darahnya.<\/p>\n<p>sebelum kapal berlayar<br \/>\nmembawa seluruh riwayat<br \/>\nada yang ingin mangantar<br \/>\nsampai di tangga kapal tanpa perpisahan.<\/p>\n<p><em>2024<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sisa Nurani Manusia<\/strong><\/p>\n<p>ia menangis sesuntuk malam<br \/>\nlambung kosong sejak beduk ditabuh bingung<br \/>\nia cari seteguk air puasa sebelum imsak tiba.<\/p>\n<p>seorang aktivis berkata, ia menderita<br \/>\nkarena tak ada yang bisa dimakan<br \/>\ndan akan kumanfaatkan kesempatan!<\/p>\n<p>akademisi di sampingnya berdehem, berbisik,<br \/>\ntak boleh kau lakukan, itu bukan hakmu.<\/p>\n<p>dan lelaki jangkung penikmat kopi kental<br \/>\nmenukas, kita boleh menikmati seisi dunia<br \/>\ndengan cara apa saja, asal tak ada yang tahu.<\/p>\n<p>mereka sepakat dan tertawa<br \/>\ndan ia yang menangis sesuntuk malam<br \/>\nberkata pada udara penuh dusta:<br \/>\nkeyakinan yang kau tanam di palung dada<br \/>\ntumbuh terumbu karang penuh lumut<br \/>\ndan kegetiran yang kau semai di kepalamu<br \/>\ndipenuhi duri-duri tajam kaktus tua<br \/>\npenusuk nasibmu sendiri di masa depan!<\/p>\n<p>di warung kopi<br \/>\nyang mereka sebut lingkaran setan<br \/>\nakademisi semester akhir itu bijak bicara:<br \/>\ntak semua orang alami kenyataan yang sama,<br \/>\npunya kehidupan layak, bernasib baik,<br \/>\nbahkan tak sanggup menyadari keadaannya.<br \/>\nkita juga sepakat, tak semua mampu<br \/>\nmelihat sekitar dan memikirkan sesama.<\/p>\n<p>tetapi, tukas lelaki jangkung:<br \/>\ntak sedikit menikmati ketegangan hidupnya,<br \/>\nbisa berbasa-basi dengan teori spekulasi,<br \/>\nmenertawakan kenyataan di sampingnya,<br \/>\nbertahan dengan ketidakwajaran,<br \/>\ndan sanggup menghadapi persoalan kehidupan!<\/p>\n<p>dengan wajah palsu, aktivis menyambar:<br \/>\ntentu, tak semua orang menikmati hidup<br \/>\ndalam kepura-puraan di lingkaran setan!<\/p>\n<p>pada secangkir kopi sehabis hujan<br \/>\nia yang menangis sesuntuk malam bersajak:<br \/>\nmalam sudah matang, wajah bulan menantang<br \/>\npahit tawa tumpah di cangkir-cangkir kopi.<br \/>\nmari keluarkan taring kejantanan kalian<br \/>\ntunjukkan nyali perlawanan!<\/p>\n<p>malam beku sebentar<br \/>\nsebelum lelaki jangkung keras kepala menyela:<br \/>\nsudahlah! biar gelap mata tiap langkah ada tuju<br \/>\nseperti bunga harapan bisa layu di kepala<br \/>\ndan aku tak lebih kejam dari para pengkhianat<br \/>\nberhentilah mengaduk-aduk prasangka.<br \/>\nsebab keyakinan hanya buah hasrat keparat<br \/>\nyang menjadikan akal budak segala keinginan.<\/p>\n<p>akhirnya, pada dedak kopi kental<br \/>\nia yang menangis dengan lambung kosong<br \/>\nkembali pada kehampaan dirinya<br \/>\nmerayakan kebekuan naluri nurani manusia!<\/p>\n<p><em>2024<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Selendang Sulaiman<\/strong><strong>, <\/strong>lahir di Sumenep, 18 Oktober 1989 dan kini mukim di Jakarta. Puisi-puisinya tersiar diberbagai media massa cetak dan elektronik serta di sejumlah antologi puisi bersama. Antologi Puisi Tunggalnya: <em>Omerta <\/em>(2018).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7 Juli 2024 Puisi-Puisi Selendang Sulaiman Oleh Selendang Sulaiman* &nbsp; &nbsp; Kereta Malam Lewat kereta malam berderu sendu menyeret kabar pilu matamu dan lukaku masih basah nyerinya lembab di bibirmu senikmat perasaan daun jatuh. deru kereta lenyap ditelan malam dan setiap lezatnya nikmat cinta lebur dalam terka yang bias tinggal pikiran menggapai-gapai perasaan pecah berserakan. &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Puisi-Puisi Selendang Sulaiman<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-puisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puisi-Puisi Selendang Sulaiman - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puisi-Puisi Selendang Sulaiman - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"7 Juli 2024 Puisi-Puisi Selendang Sulaiman Oleh Selendang Sulaiman* &nbsp; &nbsp; Kereta Malam Lewat kereta malam berderu sendu menyeret kabar pilu matamu dan lukaku masih basah nyerinya lembab di bibirmu senikmat perasaan daun jatuh. deru kereta lenyap ditelan malam dan setiap lezatnya nikmat cinta lebur dalam terka yang bias tinggal pikiran menggapai-gapai perasaan pecah berserakan. &hellip; Puisi-Puisi Selendang Sulaiman Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-07T09:37:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-07T09:37:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/thumbnail-cerpen-selendang-sulaiman.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/\",\"name\":\"Puisi-Puisi Selendang Sulaiman - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-07-07T09:37:09+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-07T09:37:23+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puisi-Puisi Selendang Sulaiman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puisi-Puisi Selendang Sulaiman - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Puisi-Puisi Selendang Sulaiman - LiteraSIP","og_description":"7 Juli 2024 Puisi-Puisi Selendang Sulaiman Oleh Selendang Sulaiman* &nbsp; &nbsp; Kereta Malam Lewat kereta malam berderu sendu menyeret kabar pilu matamu dan lukaku masih basah nyerinya lembab di bibirmu senikmat perasaan daun jatuh. deru kereta lenyap ditelan malam dan setiap lezatnya nikmat cinta lebur dalam terka yang bias tinggal pikiran menggapai-gapai perasaan pecah berserakan. &hellip; Puisi-Puisi Selendang Sulaiman Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2024-07-07T09:37:09+00:00","article_modified_time":"2024-07-07T09:37:23+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/thumbnail-cerpen-selendang-sulaiman.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/","name":"Puisi-Puisi Selendang Sulaiman - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2024-07-07T09:37:09+00:00","dateModified":"2024-07-07T09:37:23+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-selendang-sulaiman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puisi-Puisi Selendang Sulaiman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1171"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1173,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1171\/revisions\/1173"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}