{"id":1319,"date":"2024-09-22T09:23:20","date_gmt":"2024-09-22T09:23:20","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=1319"},"modified":"2024-09-22T09:23:20","modified_gmt":"2024-09-22T09:23:20","slug":"puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/","title":{"rendered":"Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory"},"content":{"rendered":"<p>22 September 2024<\/p>\n<h1><strong>Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Yazid Ibnu Bashory*<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1315\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/ilustrasi-puisi-yazid-ibnu-yashory-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/ilustrasi-puisi-yazid-ibnu-yashory-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/ilustrasi-puisi-yazid-ibnu-yashory-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/ilustrasi-puisi-yazid-ibnu-yashory-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/ilustrasi-puisi-yazid-ibnu-yashory-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/ilustrasi-puisi-yazid-ibnu-yashory.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Rumah Pada Kalender Itu<\/strong><\/p>\n<p>Pada gendang mata aku menaruh rumah<br \/>\nmendengarkan matamu yang begitu candu<br \/>\ncahaya matahari mabuk beringsut di serambi hari<br \/>\nmemuntahkan kerangka dan miniaturnya pada dinding<br \/>\npintu yang terbuka<br \/>\njendela menganga<br \/>\nruang tamu dengan bercak kopi hitam perbincangan kita<br \/>\ndan semua yang terperangkap lemari kaca<\/p>\n<p>Akulah pecandu binar matamu<br \/>\nmenuturkan angka-angka<br \/>\ndan mengeja kata-kata yang tercecer di lantai<br \/>\nmengambang di ruang makan<br \/>\nmenempel pada plafon<br \/>\nmembentuk sarang laba laba menjadi ventilasi udara<\/p>\n<p>Baru saja bibirmu menghangat<br \/>\nuapnya mengepul di bibir cangkir mulutku yang kikir<br \/>\nmengembunkan ingin akan sebuah rumah<br \/>\ntidak terlalu besar<br \/>\nnamun bisa menampung segala angan yang terumbar<br \/>\ntidak perlu mewah<br \/>\nnamun bisa melepaskan segala sumpah serapah lelah<br \/>\ndari rimba segala yang mengacau di luar jendela<\/p>\n<p>Tidak perlu megah<br \/>\ncukup saja melukiskan suara pada kanvas sepi<br \/>\ndari segala kecamuk ketakutanku akan dirimu<br \/>\nyang tak lagi menempel pada kalender<br \/>\ndengan lubang di kepalanya<br \/>\nmenggantung paku<br \/>\npada jantung dinding itu<\/p>\n<p><em>Noyontaan, Kota Pekalongan<\/em><br \/>\n<em>Sabtu, 13 Juli 2024.<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Lampu Kota dan Trafik Kemurungan <\/strong><br \/>\n<strong>Berwarna Merah<\/strong><\/p>\n<p>Di <em>halte busway<\/em> Blok M itu kau tinggalkan malam sendirian menetap di mataku. darinya kumelihat wajah kota yang ceria, mati. dipadamkan nyala lampu yang membakar cerita masa lalu<\/p>\n<p>Sepanjang jalan krendang hujan menggenang. ikatan tangan kita saling bertaut, kemudian meregang seiring ingatan yang hanya diam di angkot mikrolet M10<\/p>\n<p>Trafik lampu tak mengisyaratkan apa-apa selain kemurungan yang merah. dan dering kereta yang membelah Roxy Square meringkuk pada dada gelandangan yang kedinginan. dimasukannya debu jalanan bersepuh ingatan ke dalam karung kumal seperti rongsokan yang barangkali mampu sekadar menghangatkan dadanya atau mengganjal lapar jantungnya yang berdegub ditumbuhi daun-daun wajahmu yang amat rimbun. wangi parfum yang melekat di kerah seragam biru kuning melengking di keningnya. mungkin cuaca terlalu teguh bermukim di dadanya yang terlampau kering. hingga bola matanya retak dan memuntahkan dirimu serupa air yang retas sebagai dahaga kepulangan hujan kepada alam<\/p>\n<p><em>Warureja, Tegal<\/em><br \/>\n<em>Selasa, 27 Agustus 2024<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Fragmen Melankoli<\/strong><\/p>\n<p>Silsilah ingatan tidak akan luput dari mengingat. sebagaimana ketika pagi menyesap penghidu. pertama kalinya diam tubuhmu menguasai aroma kamar. wangi malam mengekor bayangan. pijar bohlam memadamkan remang yang tak akan lagi bimbang perihal demam yang kering di kening perawan atau janda kembang<\/p>\n<p>Cuaca paling memahami kelopak mawar yang merekah di halaman. layu dan gugur serupa majemuk memulai kemarau. menerima tumbuh dengan pasrah sebagai karunia dari salam penghujan dengan gerimis syukur yang panjang. dahulu kau pernah memetik satu dan menaruhnya di hatiku. yang saat ini telah bercabang dua. yang satu merah sepertimu dan yang satu lagi putih sepertiku. menghiasi taman bunga dengan segala angan-angan yang tak pernah mengkhawatirkan kecemasan. dimana tumbuh pula bugenvile, melati dan kencongan. yang bijinya mudah meletup saat angin mengguncangnya ketika warna sudah bercampur kuning. taman yang digugus oleh orang-orang tua dan nama-nama yang mengikutinya. taman yang bisa saja poranda ketika badai terus menerpanya<\/p>\n<p>Pernah kita mendudukkan sore dan mempersilakan pintu waktu untuk sekadar memaklumkan gelap yang berziarah. malam datang menyetubuhinya dengan gempita cahaya. atau sesekali tersipu malu dengan menyembunyikan gemintang di balik awan. namun pintu tak mampu meredam suara malam yang mencekam. seperti suara kedasih yang mendongeng tentang lusuh kesialan atau bengis kematian. sedang aku hanya mampu sekadar menyembunyikan gaungnya di tumpukan baju kotor untuk sesekali kubersihkan. namun lungkrah ialah sadrah yang memilin aku dalam labirin melankoli<\/p>\n<p>Nyatanya malam bagimu adalah mawar. yang selalu kau kemudikan rahasianya. kau nikmati pekat wanginya dan saat pagi tiba selalu kau bawa. tetapi kini kau menaruhnya di luar jendela<\/p>\n<p><em>Noyontaan, Kota Pekalongan<\/em><br \/>\n<em>Selasa, 20 Agustus 2024<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Diorama Tentangmu yang Bercendawan <\/strong><br \/>\n<strong>di Kolong Ingatku<\/strong><\/p>\n<p>Tenang rautmu terlisan dalam danau sunter<br \/>\nberbincang dengan masa depan kita yang terhampar<br \/>\nsambil menikmati segelas bening air degan<br \/>\ndalam waktu yang perlahan terpanggang suar<\/p>\n<p>Masih bisa kuhirup sesak Pasar Senen<br \/>\nmenguapkan aroma kebakaran yang menjadi langganan<br \/>\nseperti langkah kita, yang hangat\u2014menyalakan rona senja<br \/>\nketika waktu menggiring kita ke Atrium di gunung agung<br \/>\ndan pulang berlenggang <em>aku binatang jalang<\/em> dalam genggaman<\/p>\n<p>Pun tentang paras gadis transjakarta<br \/>\nmeraba cerita, saat kita mulai berkenalan dengannya di Kota Tua<br \/>\nyang membawa kita pada mula diresmikannya<br \/>\nmenyeret pula kita untuk bersahabat dengan rute Blok M \u2013 Kota<\/p>\n<p>Atau juga anyir udara yang menyeruak di Pasar Ikan<br \/>\nyang mengapungkan perasaan kita pada awal jumpa\u2014di Sunda Kelapa<br \/>\nberlomba langkah kaki bersama di sepanjang trotoar Gajahmada<br \/>\nasin keringat yang tiris dikala itu menutup mulutku begitu saja<br \/>\nmenambahkan rasa getir, bahwa untuk kesekian kalinya<br \/>\namplop coklat bergaris merah tidak diterima<br \/>\nlantaran pengalaman belum ada<\/p>\n<p>Tertunduklah malam<br \/>\nmembungkus pulang dengan membawa alamat di dalam ransel<br \/>\nmelepaskan kantuk yang begitu liar di Tambora<br \/>\nhingga lelap mendaki mimpi dan tertidur dalam dengkur di Jembatan Lima<\/p>\n<p>Di pinggir kalender<br \/>\npada jumat pertama di bulan september<br \/>\nlelah terdampar di Latumenten<br \/>\ndi samping pasar Jembatan Besi, sekadar memesan sekerat roti<br \/>\nyang dibakar dan disajikan dengan toping coklat-keju<br \/>\ndimana pelancong seumpama kelekatu yang berkerubung di pijar lampu<br \/>\nnamun kini <em>berevaporasi<\/em> dari dua belas tahun lalu<br \/>\nyang nyaris aku tak bisa temukan wajahmu<\/p>\n<p>Meruah peristiwa\u2014berdesak<br \/>\nmenikmati pentas diorama<br \/>\nyang semua seakan berisyarat dalam satu sabda<br \/>\nsaling kolaborasi dan bersekutu menjadi paduan suara<br \/>\ndalam deras air yang jatuh ke dalam belanga kenangan<br \/>\ndi kolong ingatan yang bercendawan dibawa hujan<\/p>\n<p><em>Warureja, Tegal<\/em><br \/>\n<em>Sabtu, 27 Agustus 2022. 13:04 WIB.<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Yazid Ibnu Bashory<\/strong> adalah nama pena dari Amin Yazid. Kelahiran Purbalingga, 10 Maret dan saat ini tinggal di Warureja, Tegal. Karya-karyanya tersebar di media online dan cetak. Tergabung juga di beberapa antologi bersama penulis lain dari berbagai penerbit berupa puisi, cerpen, fiksi mini, cerita anak maupun pentigraf.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>22 September 2024 Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory Oleh Yazid Ibnu Bashory* \u00a0 &nbsp; Rumah Pada Kalender Itu Pada gendang mata aku menaruh rumah mendengarkan matamu yang begitu candu cahaya matahari mabuk beringsut di serambi hari memuntahkan kerangka dan miniaturnya pada dinding pintu yang terbuka jendela menganga ruang tamu dengan bercak kopi hitam perbincangan kita dan &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1317,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-puisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"22 September 2024 Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory Oleh Yazid Ibnu Bashory* \u00a0 &nbsp; Rumah Pada Kalender Itu Pada gendang mata aku menaruh rumah mendengarkan matamu yang begitu candu cahaya matahari mabuk beringsut di serambi hari memuntahkan kerangka dan miniaturnya pada dinding pintu yang terbuka jendela menganga ruang tamu dengan bercak kopi hitam perbincangan kita dan &hellip; Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-22T09:23:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/thumbnail-puisi-yazid-ibnu-yashory.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/\",\"name\":\"Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-09-22T09:23:20+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-22T09:23:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory - LiteraSIP","og_description":"22 September 2024 Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory Oleh Yazid Ibnu Bashory* \u00a0 &nbsp; Rumah Pada Kalender Itu Pada gendang mata aku menaruh rumah mendengarkan matamu yang begitu candu cahaya matahari mabuk beringsut di serambi hari memuntahkan kerangka dan miniaturnya pada dinding pintu yang terbuka jendela menganga ruang tamu dengan bercak kopi hitam perbincangan kita dan &hellip; Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2024-09-22T09:23:20+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/thumbnail-puisi-yazid-ibnu-yashory.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/","name":"Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2024-09-22T09:23:20+00:00","dateModified":"2024-09-22T09:23:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-yazid-ibnu-bashory\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puisi-Puisi Yazid Ibnu Bashory"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1319"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1320,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1319\/revisions\/1320"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}