{"id":1608,"date":"2025-03-02T04:58:19","date_gmt":"2025-03-02T04:58:19","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=1608"},"modified":"2025-03-02T04:58:19","modified_gmt":"2025-03-02T04:58:19","slug":"kabar-surat-kabar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/","title":{"rendered":"Kabar Surat Kabar"},"content":{"rendered":"<p>2 Maret 2025<\/p>\n<h1><strong>Kabar Surat Kabar<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Solu Erika Herwanda*<\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1609\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/ilustrasi-cerpen-kabar-surat-kabar.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/ilustrasi-cerpen-kabar-surat-kabar.jpg 1080w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/ilustrasi-cerpen-kabar-surat-kabar-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/ilustrasi-cerpen-kabar-surat-kabar-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/ilustrasi-cerpen-kabar-surat-kabar-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/ilustrasi-cerpen-kabar-surat-kabar-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saya mengamati lelaki tambun yang mengenakan topi kumal dan tas jinjing kain itu dengan iba. Sepedanya tanpa standar, dia sandarkan ke pohon dekat lapak. Sandal yang dia pakai <em>O Mely,<\/em> sudah tipis, dan pada jepit jarinya yang serupa alfabet Y itu tali rafia melilit. Lelaki ini, kata Ibu, bernama Kang Kasimin.<\/p>\n<p>Kira-kira setengah jam lalu, setamat daun pisang, koran, dan kertas minyak saya susun di dekat termos nasi, Ibu meminta saya menyisihkan dua lembar daun pisang. Ibu meminta saya menyelipkannya ke bawah alas meja plastik lapak kami. Kata Ibu, itu jatah Kang Kasimin.<\/p>\n<p>Pagi ini masih teramat bayi. Pada persoalan daun itu, saya enggan tahu lebih banyak mengapa Ibu harus repot-repot menyisihkan dua lembar daun pisang segala\u2014padahal stok koran dan kertas minyak sebagai bungkus tersedia banyak\u2014tapi deminya, saya lakukan saja.<\/p>\n<p>Ibu dan saya menurunkan baskom-baskom isi lauk dari bagasi mobil kijang peninggalan mendiang Bapak. Semenjak Ibu menjadi orangtua tunggal untuk saya, Ibu memutuskan buka lapak nasi pecel dekat simpang lima. Ibu cerita, sejak dia mulai jadi penjual dia selalu merekam tingkah pembeli yang beragam dengan kepalanya. Saya mendengar audio kaset Ibu saat dirinya merajang sayur rebus yang telah diperah serapan airnya menjadi bulatan-bulatan. Sambil menata puluhan tusuk sate jerohan, saya terpukau oleh setiap cerita Ibu. Cara berceritanya itu persis sekali dengan Bu War, penjual lontong kikil depan kampus saya. Mungkin begitulah cara seorang penjual mengikat pelanggan.<\/p>\n<p>&#8220;Pembeli itu, Mil, mintanya macam-macam. Nah, untuk pembeli yang sering beli dagangan kita, ladeni saja apa maunya. Tidak apa-apa, biar kita jadi langganannya. Itu strategi.\u201d<\/p>\n<p>Kaset di kepala Ibu terus memutar hingga sampailah pada rekaman Ibu yang memusat pada pelanggannya bernama Kang Kasimin ini. Sebagaimana Bu War, Ibu juga bilang kalau bukan Kang Kasimin, Ibu tidak memperbolehkan pembeli meminta nasinya dibungkus daun tanpa dirangkap koran atau kertas minyak. Alasan Ibu sederhana, Ibu hanya ingin menghargai kecintaan Kang Kasimin terhadap profesinya.<\/p>\n<p>&#8220;Beliau bekerja di perusahaan koran atau orang kesehatan, Bu?&#8221; tanya saya setengah jam lalu.<\/p>\n<p>Ibu tanpa menoleh menjawab saya, &#8220;Kerjanya di lampu merah.&#8221;<\/p>\n<p>\u201cPolisi?\u201d<\/p>\n<p>\u201cJualan koran.\u201d<\/p>\n<p>Saya diam. Meskipun penjual surat kabar, tapi benar juga kata Ibu, Kang Kasimin begitu mencintai pekerjaan yang diremehkan orang-orang itu dengan memantangi diri menjadikan surat kabar sebagai alas makan. Surat kabar tetaplah surat kabar. Kertas berisi berbagai informasi penting.<\/p>\n<p>Ibu tadi juga bilang, &#8220;Kang Kasimin itu sepertinya enggak sekolah, Mil. Makanya cuma jualan koran. Bahkan Kang Kasimin sampai mencintai segala macam koran.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kan, kalau kita, koran itu apa sih, selesai beritanya ya buat bungkus gitu, kan biar berguna, terus kita mana mau beli koran bekas dengan harga mahal. Sedangkan Kang Kasimin ini mau.&#8221;<\/p>\n<p>Ibu berdecak saat saya menatapnya heran. &#8220;Suatu ketika, pas Ibu buka dan pindah koran-koran penutup lauk begini ini,\u201d ucap Ibu memperagakan ulang kejadiannya kala itu. \u201cKang Kasimin itu terus mengamati foto dalam satu koran yang ibu pindah. Kang Kasimin bilang ingin meminta koran itu, ya ibu larang to, orang dagangan ibu masih banyak, satu koran mana cukup buat menutupi semua dagangan di meja, kok enak sekali bilang mau dibawa pulang. Pas ibu bilang minta tukar sama korannya yang dia jual, katanya koran yang dia bawa tinggal koran pesanan.\u201d Ibu belum puas menceritakan Kang Kasimin ini pada saya.<\/p>\n<p>&#8220;Dan kamu tahu, Mil, dibeli koran Ibu itu dua puluh ribu sama Kang Kasimin!&#8221;<\/p>\n<p>Tatapan saya meragukan Ibu. Seolah menuding Ibu sedang membual.<\/p>\n<p>&#8220;Selembar koran?\u201d<\/p>\n<p>Ibu menjawab sambil mengangguk-angguk, &#8220;Selembar koran bekas. Dua puluh ribu, Mila. Ya, tentu tidak Ibu tolak. Masalah penutup hidangan, ibu belikan kresek merah besar lalu ibu sobek kresek itu sehingga memanjang.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Sebentar, Bu. Kok, bisa?&#8221;<\/p>\n<p>Salah seorang pembeli tiba dan memarkir motornya ketika saya mencecar Ibu. Dengan posisi masih di atas jok motor, pembeli itu setengah berteriak. &#8220;Lima bungkus, kayak biasanya, <em>Buk<\/em>!&#8221;<\/p>\n<p>Pertanyaan saya lindap digubal kabut pagi. Saya pun meletakkan ponsel dan membantu Ibu memasangkan karet ke tiap bungkusan nasi. Setelah pembeli itu, silih berdatangan pembeli lain dan pelanggan-pelanggan Ibu. Saya kualahan mengelap piring, membuatkan teh manis hangat, kopi tubruk hitam, menghitung total yang mesti dibayar, menukar uang di warung sayur seberang supaya bisa memberi kembalian. Sungguh pagi yang sibuk buat saya.<\/p>\n<p>Pekerjaan itu rampung juga. Agar tidak sekarat ditikam penasaran, saya coba memancing obrolan tentang Kang Kasimin lagi, mengapa dia seperti itu. Namun, tak lama Ibu menyeletuk, &#8220;Lah itu lo Kang Kasimin!&#8221;<\/p>\n<p>Inilah. Kang Kasimin berdiri di depan Saya. Saya membatin, tak mungkin Kang Kasimin tidak sekolah sedangkan dia sangat mencintai surat kabar. Kalau tidak pembaca pasti kritikus yang menyamar.<\/p>\n<p>&#8220;Ini anakku, Kang, sedang kepingin ikut Ibunya, biasanya pilih di rumah kalo libur kuliah begini.&#8221;<\/p>\n<p>Saya tersenyum Kang Kasimin menanyai saya tentang kuliah saya di mana, semester berapa, layaknya orang tua pada umumnya yang penasaran kehidupan anak muda di kota.<\/p>\n<p>&#8220;Anak saya ya kuliah di Surabaya. Ini masih semester lima, tapi pinternya sudah ngalahi profesor.&#8221;<\/p>\n<p>Ibu mengambil daun pisang yang tadi saya selipkan di bawah alas meja. Menjimpit salah satu sudutnya membentuk kerucut.<\/p>\n<p>Kang Kasimin bilang pada Saya, putranya bernama Dinto Samian alias Sam Dinto di surat kabar. Saya penasaran dan iseng mencari nama itu di <em>google<\/em>. Pencarian saya tak berujung nihil. Rupanya Sam Dinto seorang pengarang. Untuk meyakinkan, saya tunjukkan foto temuan <em>google<\/em> pada Kang Kasimin.<\/p>\n<p>&#8220;Yaaa! Itu Dinto anak saya!&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kamu bisa melihatnya dari hape?&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Sebutkan harga hapemu!&#8221;<\/p>\n<p>Saya melirik Ibu. &#8220;Kasih aja, dua kali lipat harganya. Kamu masih ingat cerita Ibu, kan?\u201d bisik Ibu.<\/p>\n<p>&#8220;Atau, coba kamu carikan Sam Dinto di hape saya! Kalau nunggu dia nelepon itu lama, sebetulnya tahu kabarnya saja saya sudah senang. Kalaupun dia sibuk, saya, kan bisa lihat dari hape.&#8221;<\/p>\n<p>Kang Kasimin mengeluarkan ponselnya yang diikat karet gelang. Saat saya lihat-lihat, ponsel itu belum <em>android.<\/em> Terlihat banyak pesan dan panggilan masuk. Tidak ada <em>whatsapp <\/em>dan<em> instagram. Google<\/em> juga tidak ada. Sudah begitu, layarnya berkedip-kedip pula.<\/p>\n<p>&#8220;Maaf, hape Bapak belum bisa diakses internet.&#8221;<\/p>\n<p>\u201cBegitu, ya,\u201d balasnya sambil membolak-balikkan ponsel.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau begitu tolong, bolehkan saya membeli hapemu. Berapa pun. Tabungan saya ada sekitar lima ratus ribu.&#8221;<\/p>\n<p>Saya menelan ludah, tidak tahu akan menjawab apa supaya tidak menyinggung hati seorang ayah (*)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Solu Erika Herwanda<\/strong>. Mahasiswi yang lahir dan tinggal di Madiun, di Ponorogo kuliah saja. Beberapa cerpennya bisa dibaca di Lensasastra.id, Matamata.co, Cerpen_Sastra, Ngewiyak.com, Janang.id, omongomong.com, golagongkretif.com, kompas.id<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2 Maret 2025 Kabar Surat Kabar Oleh Solu Erika Herwanda* \u00a0 &nbsp; Saya mengamati lelaki tambun yang mengenakan topi kumal dan tas jinjing kain itu dengan iba. Sepedanya tanpa standar, dia sandarkan ke pohon dekat lapak. Sandal yang dia pakai O Mely, sudah tipis, dan pada jepit jarinya yang serupa alfabet Y itu tali rafia &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Kabar Surat Kabar<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1611,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kabar Surat Kabar - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kabar Surat Kabar - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"2 Maret 2025 Kabar Surat Kabar Oleh Solu Erika Herwanda* \u00a0 &nbsp; Saya mengamati lelaki tambun yang mengenakan topi kumal dan tas jinjing kain itu dengan iba. Sepedanya tanpa standar, dia sandarkan ke pohon dekat lapak. Sandal yang dia pakai O Mely, sudah tipis, dan pada jepit jarinya yang serupa alfabet Y itu tali rafia &hellip; Kabar Surat Kabar Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-02T04:58:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/thumbnail-cerpen-kabar-surat-kabar.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"648\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/\",\"name\":\"Kabar Surat Kabar - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-03-02T04:58:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-02T04:58:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kabar Surat Kabar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kabar Surat Kabar - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kabar Surat Kabar - LiteraSIP","og_description":"2 Maret 2025 Kabar Surat Kabar Oleh Solu Erika Herwanda* \u00a0 &nbsp; Saya mengamati lelaki tambun yang mengenakan topi kumal dan tas jinjing kain itu dengan iba. Sepedanya tanpa standar, dia sandarkan ke pohon dekat lapak. Sandal yang dia pakai O Mely, sudah tipis, dan pada jepit jarinya yang serupa alfabet Y itu tali rafia &hellip; Kabar Surat Kabar Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2025-03-02T04:58:19+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":648,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/thumbnail-cerpen-kabar-surat-kabar.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/","name":"Kabar Surat Kabar - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2025-03-02T04:58:19+00:00","dateModified":"2025-03-02T04:58:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kabar-surat-kabar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kabar Surat Kabar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1608"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1608\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1613,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1608\/revisions\/1613"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1611"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}