{"id":1681,"date":"2025-04-26T16:15:29","date_gmt":"2025-04-26T09:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=1681"},"modified":"2025-04-26T16:15:47","modified_gmt":"2025-04-26T09:15:47","slug":"pigura-berdebu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/","title":{"rendered":"Pigura Berdebu"},"content":{"rendered":"<p>27 April 2025<\/p>\n<h1><strong>Pigura Berdebu<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Muhammad Ridwan Tri Wibowo*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1686\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/ilustrasi-cerpen-pigura-berdebu.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"975\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/ilustrasi-cerpen-pigura-berdebu.jpg 853w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/ilustrasi-cerpen-pigura-berdebu-200x300.jpg 200w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/ilustrasi-cerpen-pigura-berdebu-682x1024.jpg 682w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/ilustrasi-cerpen-pigura-berdebu-768x1152.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>\u201cTiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya\u2026.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Nyanyian itu masih bergemuruh di kepalaku; ketika luka bekas gigitan tikus masih mengalirkan darah di jempol kaki kananku. Gigitan yang membuatku bangun setelah tak sengaja tertidur di dalam gudang rumahku.<\/p>\n<p>Sambil memegang foto lama kita dalam pigura berdebu; aku mencoba mengangkat pundakku untuk mengambil posisi duduk. Butuh beberapa detik, hingga akhirnya aku bisa duduk sembari memandangi foto lama kita.<\/p>\n<p>Di foto tersebut, aku melihat angka dua puluh satu tertulis di atas kue ulang tahunmu, yang kuberikan puluhan tahun yang lalu.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Pagar rumahmu sedikit bercelah. Aku yang kurus bisa melewatinya dengan memiringkan badan\u2013tanpa menimbulkan suara berderak karena tidak menggoyangkan besi beroda yang tingginya hanya sedadaku.<\/p>\n<p>Aku berhenti sebentar. Aku melihat bunga-bunga indah di pekaranganmu terlihat habis diinjak-injak seseorang. Sejenak aku merenung. Aku merasakan ketiadaan memancar dari bunga-bunga yang remuk dan layu itu. Dengan hati pilu, aku berdoa untuk kepergiannya. Aku berharap ada kedamaian lain di alam sana.<\/p>\n<p>Kemudian, aku berjalan menuju pintu rumahmu yang terlihat sedikit terbuka. Ketika sampai di hadapannya, kucekik gagang pintumu. <em>Wus<\/em>, pintu terbuka lebar. Tiba-tiba aroma tajam kencing tikus menabrak hidungku yang mancung.<\/p>\n<p>Reflek, aku pun langsung menutup hidungku dengan tangan kiri, sedangkan tangan kananku berayun-ayun; seolah-olah bisa mengusir bau tersebut. Kejadian itu pun, membuat amarah dan kekesalan merebak di pikiranku.<\/p>\n<p>Beruntungnya, aku bisa mengendalikan emosiku. Mungkin karena aku pernah\u2014atau mungkin masih\u2014mencintaimu. Ya, cinta itu memang aneh. Sebab itu juga, aku tetap bertahan di ruang tamumu.<\/p>\n<p>Kemudian aku menyemprotkan parfumku ke udara. Berkali-kali. Aroma kelapa yang begitu segar, berkombinasi dengan aroma manis vanilla\u2013menyeruak ke tiap sisi ruang tamumu. Andai kamu masih ingat. Kamu selalu tersenyum bahagia, tiap kali aku memakai parfum ini.<\/p>\n<p>Dulu, saat wangi ini menyelimuti tubuhku; tubuhmu otomatis menggelayut manja dan erat. Entah menggelayut dari belakang ketika aku memboncengkan kamu naik sepeda motor. Atau langsung menyergapku dari depan setelah kamu membukakan pintu masuk untukku.<\/p>\n<p>Aku masih ingat, kamu bilang parfumku ini wangi <em>gourmand<\/em>. Ketika kutanya apa itu <em>gourmand, <\/em>kamu berkata wangi itu mirip kue kelapa yang baru matang. Kini, aroma itu pun perlahan menyebar, mencoba menandingi bau kencing tikus yang menyeruak di ruang tamumu.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Setelah tersadar dari lamunan tentang parfum, aku berjalan kira-kira sepuluh langkah ke depan. Kemudian, tiba-tiba rambutku yang ikal ini basah dan lengket. Lalu, kucium tanganku. Aku berteriak dan tak lama kemudian; aku terbatuk-batuk ingin muntah. Kemudian di atas sana terdengar suara cicak berdecak seolah-olah menertawakanku.<\/p>\n<p>Kunyalakan telepon pintarku dan menyalakan senternya ke arah suara itu berada. Ketika menemukannya, aku langsung melotot kepadanya. Karena mataku yang tajam ini, ia terkejut dan jatuh ke dalam lubang kaki sepatumu.<\/p>\n<p>Cicak itu membelah dirinya. Buntutnya tetap di lubang sepatumu, sedangkan badannya masuk ke dalam kaos kakimu yang tergeletak tak jauh dari sepatumu.<\/p>\n<p>Kaos kakimu berguncang-guncang seperti karung berisi anjing yang ingin dipukuli majikannya untuk dibunuh. Setengah menit kemudian tak ada lagi guncangan yang timbul dari kaos kakimu.<\/p>\n<p>Karena melihat kejadian itu, aku melupakan rambutku dan tanganku yang kotor karena tai cicak. Kemudian, aku berjalan menuju pojok ruang depanmu untuk menekan saklar lampu. Namun, ketika kupencet, sayangnya lampu di rumahmu sudah mati.<\/p>\n<p>Beruntungnya sinar matahari siang ini mampu menjadi penerang di ruang tamumu. Aku berhenti. Menghirup nafas sejenak. Kupandangi sekeliling depan rumahmu. Benda-benda di rumahmu sudah tertimbun debu tebal.<\/p>\n<p>Meja dan kursi di ruang depan rumah tampak usang. Namun kayu jati yang mahal itu masih menunjukan kekokohannya dan keanggunannya. Hanya saja taplak mejamu di ujungnya terlihat habis digerogoti tikus.<\/p>\n<p>Di kolong meja, terlihat bunga mawar telah mengerut layu dan sudah berwarna kehitaman keluar dari vas bunga kaca yang telah pecah. Aku pegang sebentar vas bunga kaca itu. Kuteliti pecahnya seperti dipotek. Dan, aku membayangkan pecahan itu seperti piza.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Membayangkan piza, aku jadi teringat hari ulang tahunmu yang kedua puluh satu. <em>Apakah kamu masih ingat? <\/em>Aku merencanakan kejutan dengan tiga sahabat baikku. Aku membeli piza, makanan favoritmu kala itu, di restoran samping terminal dekat kampus kita. Dan,\u00a0 aku akan memberikan kejutan itu ke rumahmu.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Saat aku berjalan di pekarangan rumahmu. Dirimu berlari-lari kecil, menghampiriku yang sedang berjalan di pekarangan rumahmu. Entah siapa yang memberitahu akan kedatanganku. Apa memang dirimu reflek ketika mendengar suara pagarmu berderak.<\/p>\n<p>Aku melihatmu memakai baju biru. Warna biru membuat matamu terlihat semakin dalam dan menenangkan, sedangkan aku memakai <em>sweater<\/em> abu-abu kesukaanku. Sebenarnya, ada alasannya kenapa aku memilih warna abu-abu.<\/p>\n<p>Warna itu mencerminkan hidupku yang begitu datar. Tidak terlalu cerah, juga tidak terlalu gelap. Mungkin, itulah kenapa aku jadi menyukai warna ini. Dan, kamu hadir melukiskan sedikit warna biru dalam diriku.<\/p>\n<p>Di pekarangan rumahmu pun, bunga-bunga terkejut. Beberapa bunga ada yang tersipu malu. Sedangkan dirimu menatapku begitu dalam dan tersenyum bahagia. Entah mengapa malah aku yang dibuat kikuk sendiri.<\/p>\n<p>Dalam kikuk. Aku lupa menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Beruntungnya tiga sahabatku dan bunga-bunga yang indah itu mau membantu menyanyikannya.<\/p>\n<p><em>Panjang umurnya, panjang umurnya<\/em><\/p>\n<p><em>Panjang umurnya serta mulia<\/em><\/p>\n<p><em>Serta mulia, serta mulia&#8230;<\/em><\/p>\n<p>Tiba-tiba dirimu menyuruh kami semua diam. Jari telunjuk di tangan kananmu menunjukan ke atas dan didekatkan ke mulutmu. Kelihatan kamu ingin memberi ruang untuk dirimu sendiri berdoa. Kemudian dengan kode bertepuk tangan. Dirimu menyuruh kami melanjutkan untuk bernyanyi.<\/p>\n<p><em>Tiup lilinnya, tiup lilinnya<\/em><\/p>\n<p><em>Tiup lilinnya, tiup lilinnya<\/em><\/p>\n<p>Seketika dirimu kembali memejamkan mata. Cahaya lilin berkilauan menerangi wajahmu dan aku merasakan kebahagiaan melingkupi di hatimu. Seolah-olah sinar lilin tersebut membungkus kita dalam kehangatan.<\/p>\n<p>Kemudian, dengan hati-hati, kamu meniup lilin. Sekejap seberkas asap lembut mengepul ke udara. Setelah itu kamu membuka matamu, lalu menatapku lamat-lamat.<\/p>\n<p>\u201cAku berharap kita bisa bersama selamanya,\u201d katamu. Mewakili isi lubuk hatiku yang paling dalam. Kala itu.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>*Muhammad Ridwan Tri Wibowo<\/strong>, mahasiswa PBSI UNJ 2022.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>27 April 2025 Pigura Berdebu Oleh Muhammad Ridwan Tri Wibowo* &nbsp; &nbsp; \u201cTiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya\u2026.\u201d\u00a0 Nyanyian itu masih bergemuruh di kepalaku; ketika luka bekas gigitan tikus masih mengalirkan darah di jempol kaki kananku. Gigitan yang membuatku bangun setelah tak sengaja tertidur di dalam gudang rumahku. Sambil memegang foto lama kita &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Pigura Berdebu<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1684,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pigura Berdebu - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pigura Berdebu - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"27 April 2025 Pigura Berdebu Oleh Muhammad Ridwan Tri Wibowo* &nbsp; &nbsp; \u201cTiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya\u2026.\u201d\u00a0 Nyanyian itu masih bergemuruh di kepalaku; ketika luka bekas gigitan tikus masih mengalirkan darah di jempol kaki kananku. Gigitan yang membuatku bangun setelah tak sengaja tertidur di dalam gudang rumahku. Sambil memegang foto lama kita &hellip; Pigura Berdebu Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-26T09:15:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-26T09:15:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/thumbnail-cerpen-pigura-berdebu-Copy.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"838\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"503\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/\",\"name\":\"Pigura Berdebu - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-04-26T09:15:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-26T09:15:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pigura Berdebu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pigura Berdebu - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pigura Berdebu - LiteraSIP","og_description":"27 April 2025 Pigura Berdebu Oleh Muhammad Ridwan Tri Wibowo* &nbsp; &nbsp; \u201cTiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya\u2026.\u201d\u00a0 Nyanyian itu masih bergemuruh di kepalaku; ketika luka bekas gigitan tikus masih mengalirkan darah di jempol kaki kananku. Gigitan yang membuatku bangun setelah tak sengaja tertidur di dalam gudang rumahku. Sambil memegang foto lama kita &hellip; Pigura Berdebu Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2025-04-26T09:15:29+00:00","article_modified_time":"2025-04-26T09:15:47+00:00","og_image":[{"width":838,"height":503,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/thumbnail-cerpen-pigura-berdebu-Copy.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/","name":"Pigura Berdebu - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2025-04-26T09:15:29+00:00","dateModified":"2025-04-26T09:15:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pigura-berdebu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pigura Berdebu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1681"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1688,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1681\/revisions\/1688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}