{"id":1813,"date":"2025-07-06T09:38:08","date_gmt":"2025-07-06T02:38:08","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=1813"},"modified":"2025-07-06T09:41:29","modified_gmt":"2025-07-06T02:41:29","slug":"puisi-puisi-galeh-pramudianto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/","title":{"rendered":"Puisi-Puisi Galeh Pramudianto"},"content":{"rendered":"<p>6 Juli 2025<\/p>\n<h1><strong>Puisi-Puisi Galeh Pramudianto<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Galeh Pramudianto*<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1808\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ilustrasi-puisi-galeh-pramudianto.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ilustrasi-puisi-galeh-pramudianto.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ilustrasi-puisi-galeh-pramudianto-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ilustrasi-puisi-galeh-pramudianto-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ilustrasi-puisi-galeh-pramudianto-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Personifikasi Plastik<\/strong><\/p>\n<p>aku terlahir dari kilau pabrik<br \/>\nberbentuk sachet mungil pengemas rasa instan<br \/>\ndibawa angin digelinding hujan<br \/>\nmenyusuri got, sungao lalu samudra kesepian<\/p>\n<p>tubuhku tak membusuk hanya pecah menjadi mikroplastik<br \/>\nmengendap di antara sedimen dan tulang ikan mati<br \/>\nplankton mencicipiku dikira aku serpih cahaya matahari<\/p>\n<p>aku diantar angin muson dari ribuan daratan<br \/>\nhingga tiba di negeri tropis berjubah terumbu karang<br \/>\nmenyambutku di muara menjadikanku raja tanpa mahkota<br \/>\ndi sini, aku beranak-pinak\u2014botol, kresek, styrofoam<br \/>\nmereka menyebutku limbah tapi terus memelihara hidupku<\/p>\n<p>aku bertemu karibku: tali rafia, botol shampo<br \/>\nsedotan meleyot, semuanya gagap<br \/>\nsecara organik kami membentuk kerajaan senyap<br \/>\nmenghuni perut ikan dan penyu<br \/>\nyang bahkan kami tak mau<br \/>\ntubuhku mengapung dengan angkuh<br \/>\nseperti jubah raja dari zaman peradaban hilang<br \/>\naku tertawa pada ombak yang tak bisa menenggelamkanku<\/p>\n<p>suatu malam arus pasang mempertemukanku<br \/>\ndengan sesosok wangi ganggang dan bisu karang<br \/>\nia menatapku seperti ubur-ubur bercahaya<\/p>\n<p>&#8220;aku menari di antara bangkai paus dan jaring nelayan,<br \/>\nsementara engkau menari bersamaku tak pernah larut<br \/>\nkau adalah kutukan modern<br \/>\nyang tak bisa kuhanyutkan ke dunia arwah&#8221;<\/p>\n<p>di laut aku jadi legenda<br \/>\nhantu tak terlihat tinggal di perut bumi biru<\/p>\n<p>sesosok itu terus mendekat<br \/>\njari-jarinya menjalar seperti ubur-ubur malam<br \/>\n&#8220;aku bisa mencuci segala prasangka,&#8221; katanya lirih<br \/>\n&#8220;tapi bukan dirimu<br \/>\nyang bahkan laut pun<br \/>\ntak bisa meluruhkan.&#8221;<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kami Datang Tanpa Paspor<\/strong><\/p>\n<p>I<br \/>\nsecarik plastik dari benua biru<br \/>\ndibungkus dalam daur ulang palsu<br \/>\nnaik kapal menyeberangi samudra biru<br \/>\ndunia melemparkanku seperti utang tak pernah lunas<\/p>\n<p>siapa yang kirimkan kontainer-kontainer itu<br \/>\ndan memintamu tersenyum sambil membakarnya?<br \/>\naku dibungkam atas nama diplomasi<br \/>\naku bukti bahwa ketidakadilan bisa dibungkus rapi<br \/>\ndikirim lintas samudra dan disebut kerja sama global<\/p>\n<p>kami ini datang tanpa paspor<br \/>\nmenumpuk seperti utang kolonial yang dikirim ulang<br \/>\nhalaman rumah menjadi museum merek asing<br \/>\nanak-anakmu bermain di antara serpihan bungkus cokelat Swiss<br \/>\ndi antara plastik bekas keripik tortilla Amerika<br \/>\nderetan makanan beku Selandia Baru<br \/>\nhingga kemasan karton bertuliskan <em>&#8220;keeping your kids safe&#8221; <\/em><\/p>\n<p>II<br \/>\naku menyelinap di sela insang ikan<br \/>\nbersembunyi di daging kerang<br \/>\nsetiap tetes air dan sedimen menyimpan tubuhku<br \/>\naku bukan hanya sampah<br \/>\ntelah jadi bagian dari rantai makanan<br \/>\nmikroplastik telah larut di lambung manusia<\/p>\n<p>III<br \/>\nplankton bekerja dalam senyap<br \/>\npenjaga napas dunia<br \/>\ntapi kini aku menyumbat napas itu<br \/>\npompa karbon biologis tak lagi mengalir<br \/>\naku mengacaukan siklus nitrogen<br \/>\nmeracuni mikroba laut<br \/>\nyang bekerja tanpa upah bagi planet ini<\/p>\n<p>triliunan diriku menari di lautan luas<br \/>\nmengancam banyak hal<br \/>\nyang jelas sudah kamu ketahui<br \/>\nlebih dulu.<\/p>\n<p><em>2025<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Aku yang Terbakar<\/strong><\/p>\n<p>aku bisa menjadi apa saja; kantung kresek,<br \/>\nbungkus permen, botol sampo dan minuman sachetan<br \/>\nmenimbun paraumu sementara waktu<br \/>\nnapas sintetis dari zaman tergesa<br \/>\nketika kau menyalakan api kau kira kulenyap<br \/>\nsementara kuhanya malih rupa<br \/>\nmenjadi racun di udara<\/p>\n<p>asapku mengepul menyusup<br \/>\nke paru-paru mungil<br \/>\nbelum mengerti dunia<br \/>\naku merayap ke janin<br \/>\nmeninggalkan jelaga dalam rahim<br \/>\nyang tak pernah kau curigai<\/p>\n<p>kau membakarku berkali-kali<br \/>\nagar halaman lengang bisa buat berkelakar<br \/>\ntapi tanahmu menangis meresap jejakku dalam akar<br \/>\nmengantar sehimpun racun di meja makan<br \/>\npenuh selubung kecemasan<\/p>\n<p>aku terbakar di samping pagar<br \/>\ntak benar-benar moksa<br \/>\nhanya pindah menyamar<br \/>\nmenjadi senyawa yang tak bisa kau eja<br \/>\ndan saat kau batuk tanpa sebab<br \/>\ningatlah itu aku<br \/>\ndari api yang kau nyalakan sendiri.<\/p>\n<p><em>2025<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Prosopagnosia<\/strong><\/p>\n<p>nyalakan mimpimu yang tersimpan<br \/>\ndi mesin penyimpan adegan<br \/>\ndari gulungan peristiwa penuh igauan<br \/>\njuga tubuh dan ruh bersatu tatkala berada di beranda<\/p>\n<p>di sebuah mimpi, domba-domba berjalan tanpa arah<br \/>\nmenuju planet baru yang kau ciptakan dengan gelisah<br \/>\nuntuk berteduh dari segala susah<br \/>\ndomba-domba tetaplah domba-domba<br \/>\nseperti mimpi tetaplah mimpi<br \/>\nmeski kita menampiknya dan mencubit pipi<\/p>\n<p>domba terus berjalan tanpa penghabisan<br \/>\ndi mesin penyimpan adegan<br \/>\nseolah-olah semua prosopagnosia<br \/>\ntersesat oleh kawanan wajah<br \/>\ndan kumpulan nubuat dari hari-hari berkilat<\/p>\n<p>karena langkah-langkah mungil menuju planet baru<br \/>\ntak membenci airmata dan tak menumbuhkan duri<br \/>\nhanya<br \/>\nmemandang bintang dari ketinggian<br \/>\nmenghitung domba saat tidur<br \/>\nkian melenyapkan kecemasan<br \/>\nmeski hanya seujung jengkal<br \/>\ndan yakin esok sampai.<\/p>\n<p><em>2023<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Di Luar Koloni<\/strong><\/p>\n<p>kami menatap<br \/>\ntitik biru pucat<br \/>\ndan bersiul<\/p>\n<p>angin merapat<\/p>\n<p>kantata tanpa jeda<br \/>\nopera megah di sudut kota<\/p>\n<p>bawah jembatan<br \/>\nsuara parau<br \/>\ntikus terjepit<\/p>\n<p>kami amsal pertama<br \/>\ndan stipulasi tentangnya:<\/p>\n<p>mengunjungi<br \/>\ntak sama<br \/>\ndengan mendiami<\/p>\n<p>di luar kami<br \/>\nseolah-olah<br \/>\ntak ada lagi.<\/p>\n<p><em>2025<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Galeh Pramudianto<\/strong>, lahir Juni 1993. Berdomisili di Tangerang Selatan. Bekerja sebagai pendidik di Tzu Chi School. Buku puisinya <em>Asteroid dari Namamu <\/em>(2019). Pada tahun 2019 ia meraih Acarya Sastra dari Badan Bahasa, Kemendikbud. Puisi-puisinya telah diterjemahkan ke bahasa Inggris di <a href=\"https:\/\/mantis.stanford.edu\/mantis19\">Jurnal Mantis, Stanford University<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.arkint.org\/magazine\/galeh-pramudianto\">Arkansas International.<\/a> Puisinya \u201cLaut yang Tak Bisa Disunting\u201d meraih lima puisi terpilih pada Cipta Puisi Piala Kebangsaan 2025.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>6 Juli 2025 Puisi-Puisi Galeh Pramudianto Oleh Galeh Pramudianto* \u00a0 &nbsp; Personifikasi Plastik aku terlahir dari kilau pabrik berbentuk sachet mungil pengemas rasa instan dibawa angin digelinding hujan menyusuri got, sungao lalu samudra kesepian tubuhku tak membusuk hanya pecah menjadi mikroplastik mengendap di antara sedimen dan tulang ikan mati plankton mencicipiku dikira aku serpih cahaya &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Puisi-Puisi Galeh Pramudianto<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1811,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-puisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puisi-Puisi Galeh Pramudianto - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puisi-Puisi Galeh Pramudianto - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"6 Juli 2025 Puisi-Puisi Galeh Pramudianto Oleh Galeh Pramudianto* \u00a0 &nbsp; Personifikasi Plastik aku terlahir dari kilau pabrik berbentuk sachet mungil pengemas rasa instan dibawa angin digelinding hujan menyusuri got, sungao lalu samudra kesepian tubuhku tak membusuk hanya pecah menjadi mikroplastik mengendap di antara sedimen dan tulang ikan mati plankton mencicipiku dikira aku serpih cahaya &hellip; Puisi-Puisi Galeh Pramudianto Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-06T02:38:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-06T02:41:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/thumbnail-puisi-galeh-pramudianto.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"614\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/\",\"name\":\"Puisi-Puisi Galeh Pramudianto - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-07-06T02:38:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-06T02:41:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puisi-Puisi Galeh Pramudianto\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puisi-Puisi Galeh Pramudianto - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Puisi-Puisi Galeh Pramudianto - LiteraSIP","og_description":"6 Juli 2025 Puisi-Puisi Galeh Pramudianto Oleh Galeh Pramudianto* \u00a0 &nbsp; Personifikasi Plastik aku terlahir dari kilau pabrik berbentuk sachet mungil pengemas rasa instan dibawa angin digelinding hujan menyusuri got, sungao lalu samudra kesepian tubuhku tak membusuk hanya pecah menjadi mikroplastik mengendap di antara sedimen dan tulang ikan mati plankton mencicipiku dikira aku serpih cahaya &hellip; Puisi-Puisi Galeh Pramudianto Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2025-07-06T02:38:08+00:00","article_modified_time":"2025-07-06T02:41:29+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":614,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/thumbnail-puisi-galeh-pramudianto.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/","name":"Puisi-Puisi Galeh Pramudianto - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2025-07-06T02:38:08+00:00","dateModified":"2025-07-06T02:41:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-galeh-pramudianto\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puisi-Puisi Galeh Pramudianto"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1813"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1816,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1813\/revisions\/1816"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}