{"id":1851,"date":"2025-08-17T15:44:32","date_gmt":"2025-08-17T08:44:32","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=1851"},"modified":"2025-08-17T15:48:38","modified_gmt":"2025-08-17T08:48:38","slug":"puisi-puisi-dali-daulay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/","title":{"rendered":"Puisi-puisi Dali Daulay"},"content":{"rendered":"<p>17 Agustus 2025<\/p>\n<h1><strong>Puisi-Puisi Dali Daulay<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Dali Daulay*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1849\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ilustrasi-puisi-dali-daulay-e1755420018749.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"801\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ilustrasi-puisi-dali-daulay-e1755420018749.jpg 1022w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ilustrasi-puisi-dali-daulay-e1755420018749-243x300.jpg 243w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ilustrasi-puisi-dali-daulay-e1755420018749-831x1024.jpg 831w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ilustrasi-puisi-dali-daulay-e1755420018749-768x947.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Afeksi Purba<\/strong><\/p>\n<p>Pekarangan<br \/>\nwaktu. bangkai.<br \/>\njalan terbuka\u2014lebar<br \/>\ndi bawahnya, terkubur<br \/>\njejak-jejak dinosaurus.<br \/>\nmobil tua, dinamo yang<br \/>\nsekarat; mengarungi<br \/>\ngurun. sebuah tempat,<br \/>\nrongsokan dunia lama.<\/p>\n<p>Begitu banyak yang<br \/>\ntelah berubah, sayang,<br \/>\nkecuali caramu<br \/>\nmemelukku: tangan<br \/>\nyang melilit erat bahuku<br \/>\nseperti titanoboa.<br \/>\nmesra dalam afeksi purba.<\/p>\n<p>Begitu banyak yang<br \/>\npunah, sayang, kecuali<br \/>\nadegan selamat tinggal.<br \/>\nmasih saja<br \/>\nsulit dilakukan.<br \/>\nindah, bukan?<\/p>\n<p>Tanah yang kering<br \/>\niri pada matamu yang basah.<br \/>\nkita lihat jalanan<br \/>\nmencetak jejak-jejak<br \/>\ndinosaurus. artinya<br \/>\nkesulitan mengucapkan<br \/>\nselamat tinggal\u2014<br \/>\ntidak terbatas pada kita saja.<\/p>\n<p>dunia menemukan kita<br \/>\npada lubang itu\u2014lantas<br \/>\nmemisahkannya kembali<br \/>\npada usia yang singkat<br \/>\nsekali<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Lubang-Lubang Hitam<\/strong><\/p>\n<p>sayang, aku tak tahu apa lubang-lubang hitam yang selalu mengejarku itu. mula-mula, hanya lampu cantik di stasiun\u2014tapi sedikit lengah, ia berubah menjadi puluhan lubang hitam yang memanggil sesuatu yang tak bisa dijinakkan dalam diriku.<\/p>\n<p>sayang, kupikir lubang-lubang hitam itu tidak berbahaya. apa yang menakutkan dari kegelapan? bukankah lebih mengerikan segala sesuatu yang terlihat di bawah cahaya\u2014hidupku\u2014yang membuat merah tampak begitu merah di atas lantai putih? dalam kegelapan, tak ada yang bisa dilihat; yang ada hanya hitam dan tiada selain hitam, paling hitam. kita hanya akan menduga-duga saja, tidak perlu menghadapinya.<\/p>\n<p>sayang, aku kira lubang-lubang hitam itu hanyalah sebuah tembusan seperti terowongan, menghubungkanku dari satu tempat ke tempat lain, meski harus melewati gelap tiada ampun. bukankah ujungnya bisa jadi tempat yang hanya ada di mimpimu? tapi kau larang aku masuk ke dalam lubang-lubang itu. namun hidup kini lebih gelap daripada yang paling gelap. mulai tidak ada pilihan untuk hidup, sayang. dan perlahan, perlahan, kita sadar lubang-lubang hitam itu beraroma seperti ruang kelahiran kita.<\/p>\n<p>akhirnya, kita masuk juga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Puisi\u00a0 Kadang-kadang Tidak Seperti Api\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Kadang-kadang \/ kehidupan tidak bisa diolah jadi puisi \/ ada saatnya ia adalah bahan yang terlalu mentah \/ yang tidak cukup dibakar dengan api \/ atau dibumbui dengan garam dan lada \/ seonggok daging berwujud absurd \/ seperti kelinci tapi tidak juga \/ jika dimakan\/ kelak hanya akan kenyang oleh semua protein palsu \/ kadang &#8211; kadang \/ kita tidak bisa lagi \/ meletakkan jari-jemari \/ di atas puisi \/ ini bukan permainan dengan api \/ puisi tidak hanya akan membakar kulitmu \/ oh \/ tidak \/ terlalu banyak yang dipertaruhkan \/ maksudku \/ pernahkah kau \/ menulis atau membaca \/ sebuah puisi \/ dan merasa \/ lebih puas menghancurkan \/ daripada menciptakan? \/ semua tampak merenggang \/ aku bukan manusia \/ tetapi penyair \/ yang mengaku merasa \/ tetapi apakah iya? \/ jendela terbuka \/ aku berdiri \/ di balkon \/ sepi sekali di atas sini \/ sepasang puisi mengepakkan sayapnya \/ tertahan di tanganku \/ baiklah \/ kukembalikan ke udara.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Ruang Tunggu<\/strong><\/p>\n<p>Rumah sakit<br \/>\nkata ibuku dulu,<br \/>\ntempat kerja tuhan<br \/>\nselain rumah ibadah<br \/>\nsebab di rumah sakit,<br \/>\ntuhan mengatur mukjizat<br \/>\n24 jam<\/p>\n<p>Aku tidak tahu kabarmu<br \/>\ndi balik pintu. yang pulas<br \/>\nsebab bius itu. aku sendiri<br \/>\nmembius diriku dengan doa<br \/>\nnamun efeknya sudah mau habis<\/p>\n<p>Pukul setengah 3 pagi<br \/>\nTV yang menampilkan series<br \/>\ndetektif 80-an.<br \/>\npembunuhnya adalah<br \/>\nsalah satu dari kita<br \/>\ndi ruang tunggu ini<\/p>\n<p>Seorang ibu<br \/>\ntanpa anak. seorang<br \/>\nnenek tanpa kakek<br \/>\nseorang aku tanpa<br \/>\nkamu.<\/p>\n<p>Lorong yang pucat<br \/>\nberbau obat dan berpola duka<br \/>\naku mengangkat panggilan dari<br \/>\ngetaran buruk\u2014orang-orang<br \/>\ntanpa ketenangan.<br \/>\ndan <em>close up <\/em>ketika<br \/>\npembunuh terungkap<\/p>\n<p>Pintu terbuka!<br \/>\ndari dalam, aku lihat<br \/>\nseorang dokter terbang<br \/>\nseperti merpati,<br \/>\npembawa kabar<br \/>\nsayapnya berkibar<br \/>\npelan. putih. putih.<br \/>\nmendarat di depanku<br \/>\nseperti harapan?<br \/>\ntidak. lebih seperti<br \/>\nkeputusasaan<\/p>\n<p>Aku rasa tuhan<br \/>\nmenunggu di dalam.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Mulut Surga<\/strong><\/p>\n<p>Itu waktu petang. Linda menemani bapaknya<br \/>\nduduk di pantai.<\/p>\n<p>\u201capa nama pantai ini, linda?\u201d<br \/>\n\u201cmulut surga.\u201d<br \/>\n\u201cngasal, emangnya di surga kayak gini?\u201d<br \/>\n\u201caku nggak tau, pak. para nelayan menyebutnya gitu.\u201d<br \/>\n\u201cini juga bukan air susu. dan pasirnya kasar.\u201d<br \/>\n\u201cmungkin nggak ada salahnya membayangkan tempat ini sebagai surga.\u201d<br \/>\n\u201cbiar apa?\u201d<br \/>\n\u201cbiar rasanya nggak sia-sia.\u201d<br \/>\n\u201cbapak rasa tempat ini jauh sekali dari surga.\u201d<\/p>\n<p>Linda melihat bapaknya mengubur kakinya ke dalam pasir. lidah ombak menyapa. petang itu, segalanya tampak hangat. lautan yang luas terhampar seperti tangan terbuka, indah. laut mengenakan sinar matahari yang keemasan sebagai baju. dan pada kali itu saja, bapaknya tidak tampil monokromatik.<\/p>\n<p>\u201ckamu masak apa untuk anak-anak?\u201d<br \/>\n\u201cnasi goreng. pake ayam sebesar burung camar.\u201d<br \/>\n\u201ctelurnya?\u201d<br \/>\n\u201cceplok. kuningnya matang sempurna.\u201d<br \/>\n\u201cbagus, linda. hmmm, bapak nggak usah disisakan.\u201d<br \/>\n\u201cemang nggak bakal ada sisa, aku nggak ngitung bapak.\u201d<\/p>\n<p>Linda melihat bapaknya lari ke arah cakrawala dengan laju kabur. Yang tersisa darinya hanya jejak kaki besarnya di pasir kasar nan putih itu. Aroma pantai asin, membacin seperti kaus kaki basah.<\/p>\n<p>Linda menutup matanya. Satu-satunya yang tidak meninggalkannya adalah kegelapan yang menyanyikannya lagu tidur. Dalam mimpinya, ada tangan yang ingin menariknya. Tangan yang terbuat dari air, basah dan berlendir. Tapi tangan itu keburu mencair, dan kembali ke laut, tempat asalnya. Linda membuka mata dan menemukan kakinya basah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Dali Daulay<\/strong>, lahir di Medan, 28 Juli 2001. Lulus dari Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta. Pernah bekerja sebagai penulis untuk Malaka Project dan kini mengulang film untuk Apa-Apa Tentang Film.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>17 Agustus 2025 Puisi-Puisi Dali Daulay Oleh Dali Daulay* &nbsp; &nbsp; Afeksi Purba Pekarangan waktu. bangkai. jalan terbuka\u2014lebar di bawahnya, terkubur jejak-jejak dinosaurus. mobil tua, dinamo yang sekarat; mengarungi gurun. sebuah tempat, rongsokan dunia lama. Begitu banyak yang telah berubah, sayang, kecuali caramu memelukku: tangan yang melilit erat bahuku seperti titanoboa. mesra dalam afeksi purba. &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Puisi-puisi Dali Daulay<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1848,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-puisi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Puisi-puisi Dali Daulay - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puisi-puisi Dali Daulay - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"17 Agustus 2025 Puisi-Puisi Dali Daulay Oleh Dali Daulay* &nbsp; &nbsp; Afeksi Purba Pekarangan waktu. bangkai. jalan terbuka\u2014lebar di bawahnya, terkubur jejak-jejak dinosaurus. mobil tua, dinamo yang sekarat; mengarungi gurun. sebuah tempat, rongsokan dunia lama. Begitu banyak yang telah berubah, sayang, kecuali caramu memelukku: tangan yang melilit erat bahuku seperti titanoboa. mesra dalam afeksi purba. &hellip; Puisi-puisi Dali Daulay Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-17T08:44:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-17T08:48:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ilustrasi-puisi-dali-daulay-Copy-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1022\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"613\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/\",\"name\":\"Puisi-puisi Dali Daulay - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-17T08:44:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-17T08:48:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puisi-puisi Dali Daulay\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puisi-puisi Dali Daulay - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Puisi-puisi Dali Daulay - LiteraSIP","og_description":"17 Agustus 2025 Puisi-Puisi Dali Daulay Oleh Dali Daulay* &nbsp; &nbsp; Afeksi Purba Pekarangan waktu. bangkai. jalan terbuka\u2014lebar di bawahnya, terkubur jejak-jejak dinosaurus. mobil tua, dinamo yang sekarat; mengarungi gurun. sebuah tempat, rongsokan dunia lama. Begitu banyak yang telah berubah, sayang, kecuali caramu memelukku: tangan yang melilit erat bahuku seperti titanoboa. mesra dalam afeksi purba. &hellip; Puisi-puisi Dali Daulay Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2025-08-17T08:44:32+00:00","article_modified_time":"2025-08-17T08:48:38+00:00","og_image":[{"width":1022,"height":613,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/ilustrasi-puisi-dali-daulay-Copy-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/","name":"Puisi-puisi Dali Daulay - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2025-08-17T08:44:32+00:00","dateModified":"2025-08-17T08:48:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/puisi-puisi-dali-daulay\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puisi-puisi Dali Daulay"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1851"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1857,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1851\/revisions\/1857"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}