{"id":1947,"date":"2025-10-19T06:17:04","date_gmt":"2025-10-18T23:17:04","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=1947"},"modified":"2025-10-19T06:17:04","modified_gmt":"2025-10-18T23:17:04","slug":"undangan-pernikahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/","title":{"rendered":"UNDANGAN PERNIKAHAN"},"content":{"rendered":"<p>19 Oktober 2025<\/p>\n<h1><strong>UNDANGAN PERNIKAHAN<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Dyta Utari*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1949\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ilustrasi-cerpen-undangan-pernikahan.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ilustrasi-cerpen-undangan-pernikahan.jpg 826w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ilustrasi-cerpen-undangan-pernikahan-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ilustrasi-cerpen-undangan-pernikahan-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ilustrasi-cerpen-undangan-pernikahan-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ada alasan mengapa orang-orang di desaku \u2018berhenti\u2019 mengundang keluarga A ke acara-acara mereka.<\/p>\n<p>Suatu kali, ibu S mengirimkan undangan pernikahan anaknya yang terakhir. Namun tak seberapa lama, ibu A muncul mengembalikan lembar undangan itu. <em>Ini<\/em>, kata ibu A, <em>mengapa tidak ada ibunya, hanya bapaknya?<\/em> Ibu S mau tak mau mengambil undangan baru untuk menambahkan kata yang dimaksud, di bagian alamat terundang, termasuk yang dikeluhkan ibu A kemudian, gelar berhaji dan sarjana yang kurang.<\/p>\n<p>Ini terjadi kembali di hajatan ibu D. Ibu A juga pernah mengembalikan undangannya. Alasannya sama. Undangan itu dianggap kurang jelas untuk siapa, karena tidak memuat gelar dan panggilan. Namun, ibu D yang kesal langsung merobek kertas itu di depan ibu A. Sejak itu, ibu D tidak pernah sudi mengundang ibu A.<\/p>\n<p>Keluarga A menjadi semacam legenda kecil dalam jagat undang-mengundang desa. Nama mereka sering dibisikkan kala ada acara besar. Beberapa mau tak mau mengecek ulang undangan. Yang lain berkilah telah mengirim, padahal sejatinya shohibul hajat meniadakan nama mereka dari daftar tamu. Ini lebih baik, ketimbang harus waspada mengundang mereka, lalu digurui soal salah tik, salah tulis, termasuk mana-mana yang belum tertulis.<\/p>\n<p>Bukankah ironis sekali, ketika undangan yang sejatinya lambang kerendahan hati tuan rumah, malah diperlakukan bak dokumen negara yang harus dicap, diparaf, sekalian saja ditandatangani di atas materai? Betapa setiap pesta yang sejatinya jadi perayaan suka cita, beralih rupa jadi sidang sensor keluarga A.<\/p>\n<p>Memang paling aman, tidak usah mengundang mereka sama sekali. Tidak mengundang terasa lebih murah, ketimbang ongkos luka hati karena undangan yang dikembalikan.<\/p>\n<p>*<\/p>\n<p>Bapak A tidak berbeda dari ibu A. Ia pandai mencari muka. Istilahnya, dalam dirinya, terdiri sepertiga ketulusan dan dua pertiga perhitungan. Ia suka menjadi pahlawan kesiangan. Masalahnya ketika orang yang ditolongnya ini bermasalah dengannya, ia akan mengungkit kebaikannya.<\/p>\n<p>Bapak A selalu meletakkan dirinya sebagai si benar dan akan menggunakan berbagai cara untuk membuat orang lain terlihat salah. Bagaimana aku tahu? Adikku pernah dibegitukan. Adik perempuanku yang pandai berekspresi dan berteman itu, dibilang terlalu liar. Bapak A, sampai hari ini, selalu mengungkit kebaikan hatinya yang pernah membolehkan kami menumpang mobilnya ke kota. Kejadian itu bahkan sudah belasan tahun silam, saat ayahku baru saja meninggal. Ia bungkus arogansinya dengan topeng moral, menasehati soal tata karma, melakukan persidangan mentah. Ia\u00a0 tak segan menuduh orang-orang yang tak disukainya dengan menempelkan berbagai stigma seperti sombong, penyakitan, tidak bermoral karena orangtua yang dituduh tidak mengajari, dan seterusnya \u2026<\/p>\n<p>Ibu A dan bapak A adalah pasangan serasi, paling tidak sebagai pasangan lelucon.<\/p>\n<p>*<\/p>\n<p>Keluarga A bukan warga asli desa kami. Mereka pendatang yang menempati tanah luas dekat jalan masuk desa, tanah yang dulunya ditempati ibuku dan saudara-saudaranya semasa kecil. Mereka datang dua puluh tahun lalu bersama anak-anak piyik mereka. Mereka membuka armada angkutan desa, dan dengan belasan unit mobil yang cukup berguna mengantarkan warga dari desa ke kota, mereka menghidupi keluarga mereka. Usaha itu berjalan baik. Mereka bahkan dapat memberangkatkan diri ke mekah.<\/p>\n<p>Setelah makmur dan membuktikan diri dengan keberangkatan haji itu, mereka seperti menemukan kulit baru. Tidak dalam artian yang baik, tetap saja. Bapak A, yang dulu jarang berkumpul dengan warga, tiba-tiba jadi rajin menghadiri acara-acara kematian dan mendapuk diri jadi tukang doa. Ibu A, menjadi-jadi. Ia tidak hanya membicarakan soal undangan yang laik bagi keluarganya, namun juga kebolehan-kebolehan keluarganya dalam membayar segala kebutuhan ekonomi, dalam jumlah besar.<\/p>\n<p>Di tempat dulu, hidup mereka susah. Mereka melakukan segala sesuatunya sendiri, bahkan istrinya melahirkan anak pertama tanpa bantuan siapa-siapa. Narasi <em>rags to riches<\/em> basi ini dijadikan legitimasi agar kesuksesan mereka tampak \u2018layak\u2019. Warga membiarkan ini masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Karena kalau dilarang, warga khawatir mereka tersinggung lagi.<\/p>\n<p>Mereka bukan pejabat, bukan orang suci. Warga menerima mereka tak lain karena keberadaan armada angkutan belaka. Terutama, di musim hujan. Jalanan di desa didominasi tanah merah, penuh tanjakan, dan jurang. Akses sungai memakan waktu panjang. Puluhan kilo menuju kota bisa dipangkas menjadi enam jam lebih cepat bila menggunakan jalur darat. Bila tidak punya mobil yang tahan selip dan tidak mogok-mogokan, maka hanya kendaraan-kendaraan keluarga A yang tersedia melewatinya. Orang desa yang sebagian besar bekerja sebagai petani sayur biasa dan mengandalkan pemasukkan dari penjualan di pasar kota, jelas membutuhkan jasa keluarga A.<\/p>\n<p>Besarnya jasa itu memaksa warga meneguk celotehan keluarga A, baik dari mulut bapak atau ibu A, yang diceritakan sesekali dalam nada heroik. Cerita keluarga A ini tercerita\u2014terutama bagian mengembalikan undangan dari keluarga S\u2014saat aku menelpon ibuku, meminta daftar nama warga desa untuk kuundang ke pernikahanku. Aku mau mengundang semuanya kecuali keluarga itu. Tapi Ibuku bilang, <em>jangan begitu. <\/em>Maka dengan alasan si bapak A itu masih kemenakan jauhnya Ibu, mau tak mau kuundang juga mereka.<\/p>\n<p>Bedanya, ini. Aku menggunakan tautan <em>Whatsapp<\/em> agar praktis dan menekan pengeluaran. Undangan digital itu telah kukirim. Mendengar cerita ibu di telepon, aku jadi penasaran sekali. Akan bagaimanakah ini bisa menjadi masalah?<\/p>\n<p>*<\/p>\n<p>Hari ini, setahun lewat sejak aku menikah. Aku mudik bersama suamiku di momen lebaran. Saat shalat Ied, kami bertemu keluarga A. Benar saja. Sepasang suami istri itu tak luput menyindir undanganku.<\/p>\n<p>Mereka mengeluhkan undanganku yang berbahasa inggris, meski di situ telah tersedia pilihan berbahasa. Mereka mengeluhkan ketidaktahuan lokasi meski disitu telah tercantum peta digital. Mereka mengeluhkan sapaan dalam undangan\u2014tentu saja\u2014yang seharusnya bukan Bapak garis miring Ibu, tapi Bapak dan juga Ibu, dan tentu saja dengan tambahan Haji dan Hajah.<\/p>\n<p><em>Ya, kami mana sempat datang juga, karena ada urusan lain. Namun andai undangan itu dibuat lebih \u2026<\/em> mereka mengeluhkan itu di depan banyak orang, sambil bersalaman, seakan merekalah yang membiayai pernikahanku dan aku begitu menantikan kehadiran mereka.<\/p>\n<p>Aku tidak kaget. Suamiku yang kaget.<\/p>\n<p>Di jalan pulang, suamiku berkelakar. Kelak di kesempatan lain, bukan hanya undangan yang diributkan. Mereka mungkin merasa layak menentukan, siapa yang boleh menikahi siapa!<\/p>\n<p>*<\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*DYTA UTARI. <\/strong>Cerpenis, Novelis, Penyair berkewarganegaraan Indonesia. Buku terakhirnya\u2014dengan nama pena Dee Hwang\u2014merupakan buku tunggal ketiganya, KULDESAK (2021).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>19 Oktober 2025 UNDANGAN PERNIKAHAN Oleh Dyta Utari* &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ada alasan mengapa orang-orang di desaku \u2018berhenti\u2019 mengundang keluarga A ke acara-acara mereka. Suatu kali, ibu S mengirimkan undangan pernikahan anaknya yang terakhir. Namun tak seberapa lama, ibu A muncul mengembalikan lembar undangan itu. Ini, kata ibu A, mengapa tidak ada ibunya, hanya bapaknya? &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">UNDANGAN PERNIKAHAN<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>UNDANGAN PERNIKAHAN - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"UNDANGAN PERNIKAHAN - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"19 Oktober 2025 UNDANGAN PERNIKAHAN Oleh Dyta Utari* &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ada alasan mengapa orang-orang di desaku \u2018berhenti\u2019 mengundang keluarga A ke acara-acara mereka. Suatu kali, ibu S mengirimkan undangan pernikahan anaknya yang terakhir. Namun tak seberapa lama, ibu A muncul mengembalikan lembar undangan itu. Ini, kata ibu A, mengapa tidak ada ibunya, hanya bapaknya? &hellip; UNDANGAN PERNIKAHAN Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-18T23:17:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ilustrasi-cerpen-undangan-pernikahan-Copy.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"959\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"575\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/\",\"name\":\"UNDANGAN PERNIKAHAN - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-10-18T23:17:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-18T23:17:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"UNDANGAN PERNIKAHAN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"UNDANGAN PERNIKAHAN - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"UNDANGAN PERNIKAHAN - LiteraSIP","og_description":"19 Oktober 2025 UNDANGAN PERNIKAHAN Oleh Dyta Utari* &nbsp; &nbsp; &nbsp; Ada alasan mengapa orang-orang di desaku \u2018berhenti\u2019 mengundang keluarga A ke acara-acara mereka. Suatu kali, ibu S mengirimkan undangan pernikahan anaknya yang terakhir. Namun tak seberapa lama, ibu A muncul mengembalikan lembar undangan itu. Ini, kata ibu A, mengapa tidak ada ibunya, hanya bapaknya? &hellip; UNDANGAN PERNIKAHAN Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2025-10-18T23:17:04+00:00","og_image":[{"width":959,"height":575,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/ilustrasi-cerpen-undangan-pernikahan-Copy.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/","name":"UNDANGAN PERNIKAHAN - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2025-10-18T23:17:04+00:00","dateModified":"2025-10-18T23:17:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/undangan-pernikahan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"UNDANGAN PERNIKAHAN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1947"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1952,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1947\/revisions\/1952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}