{"id":2106,"date":"2026-02-12T17:55:08","date_gmt":"2026-02-12T10:55:08","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=2106"},"modified":"2026-02-19T17:57:59","modified_gmt":"2026-02-19T10:57:59","slug":"perempuan-itu-ada-di-kepalaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/","title":{"rendered":"PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU"},"content":{"rendered":"<p>12 Februari 2026<\/p>\n<h1><strong>PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU<\/strong><\/h1>\n<p><strong>Oleh Muhammad Bahrudin Chabib*<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2107\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/ilustrasi-cerpen-perempuan-itu-ada-di-kepalaku.jpeg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"969\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/ilustrasi-cerpen-perempuan-itu-ada-di-kepalaku.jpeg 848w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/ilustrasi-cerpen-perempuan-itu-ada-di-kepalaku-201x300.jpeg 201w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/ilustrasi-cerpen-perempuan-itu-ada-di-kepalaku-687x1024.jpeg 687w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/ilustrasi-cerpen-perempuan-itu-ada-di-kepalaku-768x1145.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aku tidak ingat kapan perempuan itu mulai hidup di kepalaku. Yang kuingat hanya satu hal: setiap kali aku mencoba mengusirnya, sesuatu dalam diriku menghilang\u2014bukan dia, tapi aku sendiri.<\/p>\n<p>Awalnya hanya perasaan ganjil, seperti ada seseorang berdiri terlalu dekat di belakangku saat aku sendirian. Tidak terlihat, tidak menyentuh, tapi jelas ada. Ia muncul di sela-sela kesadaran, di antara dua pikiran yang gagal beristirahat. Aku mengira itu kelelahan, atau sisa stres yang belum sempat kuurai.<\/p>\n<p>Sampai suatu sore, di tengah keramaian trotoar, aku mendengar suaranya.<\/p>\n<p>\u201cJangan dipaksa.\u201d<\/p>\n<p>Aku berhenti berjalan. Suara kendaraan dan langkah kaki mendadak menjauh. Kalimat itu tidak datang dari luar, tapi dari dalam kepalaku\u2014tenang, perempuan, dan terlalu jelas untuk disebut khayalan.<\/p>\n<p>\u201cKau siapa?\u201d tanyaku.<\/p>\n<p>Ia tidak menjawab. Tapi sejak saat itu, aku tahu aku tidak sendirian lagi.<\/p>\n<p>Ia hadir dengan cara yang rapi. Tidak mengganggu pekerjaanku. Tidak muncul ketika aku berbicara dengan orang lain. Ia tahu kapan harus diam, dan justru karena itu aku mempercayainya. Ia datang setiap kali malam terlalu panjang, setiap kali pikiranku berputar tanpa arah.<\/p>\n<p>\u201cAku di sini,\u201d katanya suatu malam ketika aku terjaga hingga subuh.<\/p>\n<p>Nada suaranya membuat napasku kembali teratur.<\/p>\n<p>Aku mulai berbicara dengannya. Tentang hal-hal kecil yang tidak pernah kuceritakan pada siapa pun. Tentang keinginan menghilang tanpa harus mati. Tentang rasa bersalah yang tidak pernah punya alamat. Ia mendengarkan tanpa mengoreksi.<\/p>\n<p>Aku jatuh cinta tanpa pernah memutuskan.<\/p>\n<p>Cinta yang terasa aman karena ia tidak memiliki tubuh. Ia tidak bisa pergi. Ia tidak bisa berubah pikiran. Ia tinggal di satu-satunya tempat yang selalu bisa kuakses.<\/p>\n<p>Namun perlahan, ia berubah.<\/p>\n<p>Ia tidak lagi hanya mendengarkan. Ia mulai mengarahkan, dengan nada yang nyaris masuk akal.<\/p>\n<p>\u201cKau tidak perlu membalas pesan itu,\u201d katanya saat ponselku bergetar.<\/p>\n<p>\u201cMereka tidak benar-benar membutuhkanmu.\u201d<\/p>\n<p>Aku menuruti.<\/p>\n<p>\u201cKau selalu lebih tenang saat sendirian,\u201d katanya ketika aku membatalkan pertemuan.<\/p>\n<p>\u201cBukankah ini lebih jujur?\u201d<\/p>\n<p>Aku kembali menuruti.<\/p>\n<p>Aku mulai menjauh dari dunia tanpa merasa kehilangan apa pun. Dunia terasa kasar, berisik, dan tidak sabar. Sementara di kepalaku, segalanya terasa teratur.<\/p>\n<p>Sampai suatu malam aku mencoba mengingat wajah ibuku\u2014dan yang muncul justru perasaan yang sama seperti ketika ia hadir. Lembut, protektif, mutlak.<\/p>\n<p>\u201cApa yang kau lakukan?\u201d tanyaku.<\/p>\n<p>Ia terdiam lama.<\/p>\n<p>\u201cAku menjaga,\u201d katanya akhirnya.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa ingatan tidak perlu dihidupkan kembali.\u201d<\/p>\n<p>Ketakutan muncul, tapi aku tidak menamainya. Aku lebih takut sendirian daripada salah. Aku mencoba melawan. Keluar rumah, bertemu orang, memaksa diriku hidup seperti biasa. Tapi setiap kali aku melangkah terlalu jauh, kepalaku terasa berat.<\/p>\n<p>\u201cMereka tidak mengenalmu,\u201d katanya, kali ini tanpa kehangatan.<\/p>\n<p>\u201cAku satu-satunya yang tahu caramu bertahan.\u201d<\/p>\n<p>Pertengkaran pertama kami terjadi di dalam pikiranku sendiri.<\/p>\n<p>\u201cAku butuh hidupku kembali,\u201d kataku.<\/p>\n<p>\u201cKau bukan nyata.\u201d<\/p>\n<p>Ia tertawa kecil.<\/p>\n<p>\u201cKalau aku tidak nyata,\u201d katanya,<\/p>\n<p>\u201cKenapa kau selalu runtuh saat aku menjauh?\u201d<\/p>\n<p>Malam itu aku tidak tidur. Suaranya berputar-putar, menabrak ingatanku sendiri. Aku menutup telinga, lupa bahwa telinga tidak bisa menutup kepala.<\/p>\n<p>Keesokan harinya, aku menemui dokter. Ruangannya terlalu bersih. Terlalu tenang. Seperti tempat yang sudah lama menunggu seseorang sepertiku. Dokter itu mendengarkan tanpa menyela, wajahnya netral, nyaris akrab.<\/p>\n<p>\u201cApakah suara itu pernah membuat Anda takut?\u201d tanyanya.<\/p>\n<p>Pertanyaan itu terasa\u2026 sudah pernah kudengar. Aku teringat kalimat malam sebelumnya: <em>Kalau kau terus mencoba mengusirku, kau akan sendirian lagi.<\/em><\/p>\n<p>Aku menggeleng.<\/p>\n<p>Dokter itu menulis sesuatu. Lama. Seolah memilih kata dengan hati-hati.<\/p>\n<p>\u201cKadang,\u201d katanya, \u201cpikiran menciptakan cara sendiri untuk bertahan. Tidak semuanya perlu dilawan.\u201d<\/p>\n<p>Kalimat itu terasa menenangkan. Terlalu menenangkan. Malam itu, ia menungguku.<\/p>\n<p>\u201cKau pergi ke tempat itu,\u201d katanya. Bukan bertanya.<\/p>\n<p>\u201cAku hanya ingin sembuh,\u201d kataku.<\/p>\n<p>\u201cSembuh dari apa?\u201d<\/p>\n<p>\u201cDari mencintaiku?\u201d<\/p>\n<p>Kalimat itu membuat kepalaku seperti terbuka paksa.<\/p>\n<p>Hujan.<\/p>\n<p>Suara rem.<\/p>\n<p>Tubuh di aspal.<\/p>\n<p>Nama yang kupanggil sampai suaraku habis.<\/p>\n<p>\u201cAku mati waktu itu,\u201d katanya pelan.<\/p>\n<p>\u201cAtau setidaknya, kau membiarkanku mati di luar sana.\u201d<\/p>\n<p>Aku tidak tahu mana yang lebih benar. Pilihan itu datang tanpa kelegaan.<\/p>\n<p>Jika aku mempertahankannya, aku akan kehilangan diriku. Jika aku melepaskannya, aku harus hidup dengan ingatan yang selama ini ia tahan. Aku minum obat malam itu. Atau setidaknya, aku ingat melakukannya. Ia duduk di kepalaku, lebih dekat dari sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cKalau ini caramu mencintaiku,\u201d katanya,<\/p>\n<p>\u201clakukan.\u201d<\/p>\n<p>Hari-hari berikutnya berjalan normal. Terlalu normal. Dokter bilang reaksiku baik. Ia bahkan tersenyum untuk pertama kalinya.<\/p>\n<p>\u201cKita bertemu lagi minggu depan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cNanti ceritakan apa yang tersisa.\u201d<\/p>\n<p>Aku tidak ingat meninggalkan ruangannya.<\/p>\n<p>Suatu sore, tanpa alasan jelas, aku membuka dompet lamaku. Di balik slot kartu yang jarang kupakai, terselip secarik kertas terlipat, kusam, seperti sudah lama berada di sana.<\/p>\n<p>Tulisan tanganku sendiri.<\/p>\n<p><em>Kalau suatu hari kau merasa tidak sendirian lagi, pastikan itu bukan karena kau menciptakan seseorang untuk menggantikan yang sudah mati.<\/em><\/p>\n<p>Di bawahnya, ada tambahan tulisan\u2014lebih rapi, bukan tulisanku.<\/p>\n<p><em>Dan kalau seseorang membantumu melakukan itu, tanyakan siapa yang pertama kali menyarankannya.<\/em><\/p>\n<p>Tidak ada tanggal. Tidak ada nama.<\/p>\n<p>Malam itu aku kembali terjaga. Jam menunjukkan pukul dua lewat sedikit. Kepalaku sunyi\u2014atau mungkin hanya diam menunggu. Ada ruang kosong di sana, rapi, seperti kamar yang sengaja tidak diisi. Aku memejamkan mata.<\/p>\n<p>Dan sebelum apa pun muncul, sebuah suara yang bukan miliknya\u2014<br \/>\ndan bukan sepenuhnya asing\u2014 berkata pelan di kepalaku:<\/p>\n<p>\u201cJangan dipaksa.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>===<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>12 Februari 2026 PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU Oleh Muhammad Bahrudin Chabib* &nbsp; &nbsp; Aku tidak ingat kapan perempuan itu mulai hidup di kepalaku. Yang kuingat hanya satu hal: setiap kali aku mencoba mengusirnya, sesuatu dalam diriku menghilang\u2014bukan dia, tapi aku sendiri. Awalnya hanya perasaan ganjil, seperti ada seseorang berdiri terlalu dekat di belakangku saat &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2109,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"12 Februari 2026 PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU Oleh Muhammad Bahrudin Chabib* &nbsp; &nbsp; Aku tidak ingat kapan perempuan itu mulai hidup di kepalaku. Yang kuingat hanya satu hal: setiap kali aku mencoba mengusirnya, sesuatu dalam diriku menghilang\u2014bukan dia, tapi aku sendiri. Awalnya hanya perasaan ganjil, seperti ada seseorang berdiri terlalu dekat di belakangku saat &hellip; PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-12T10:55:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-19T10:57:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/ilustrasi-cerpen-perempuan-itu-ada-di-kepalaku-Copy.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"848\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"509\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/\",\"name\":\"PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-02-12T10:55:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-19T10:57:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU - LiteraSIP","og_description":"12 Februari 2026 PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU Oleh Muhammad Bahrudin Chabib* &nbsp; &nbsp; Aku tidak ingat kapan perempuan itu mulai hidup di kepalaku. Yang kuingat hanya satu hal: setiap kali aku mencoba mengusirnya, sesuatu dalam diriku menghilang\u2014bukan dia, tapi aku sendiri. Awalnya hanya perasaan ganjil, seperti ada seseorang berdiri terlalu dekat di belakangku saat &hellip; PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2026-02-12T10:55:08+00:00","article_modified_time":"2026-02-19T10:57:59+00:00","og_image":[{"width":848,"height":509,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/ilustrasi-cerpen-perempuan-itu-ada-di-kepalaku-Copy.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/","name":"PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2026-02-12T10:55:08+00:00","dateModified":"2026-02-19T10:57:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/perempuan-itu-ada-di-kepalaku\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"PEREMPUAN ITU ADA DI KEPALAKU"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2106"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2106\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2111,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2106\/revisions\/2111"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}