{"id":332,"date":"2023-04-02T02:19:59","date_gmt":"2023-04-02T02:19:59","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=332"},"modified":"2023-04-02T02:29:58","modified_gmt":"2023-04-02T02:29:58","slug":"vaginismus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/","title":{"rendered":"Vaginismus"},"content":{"rendered":"<p>2 April 2023<\/p>\n<h1><strong>Vaginismus<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh: Abul Muamar*<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-334\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ilustrasi-cerpen-vaginismus-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ilustrasi-cerpen-vaginismus-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ilustrasi-cerpen-vaginismus-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ilustrasi-cerpen-vaginismus-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ilustrasi-cerpen-vaginismus-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ilustrasi-cerpen-vaginismus.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Seorang janda kembang ditemukan tewas dengan sebuah gagang sikat toilet tertancap pada kemaluannya di sebuah indekos yang berada di Jalan Buntu, Kecamatan Buntu. Di dalam kamar mandi tempat jasad perempuan berusia 28 tahun itu ditemukan, terdapat dilator berbagai ukuran, botol cairan pelumas yang tumpah setengah isinya, serta telepon genggam yang layarnya retak. Darah yang telah mengering tercecer di lantai di sekitar jasad perempuan itu.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Berdasarkan hasil olah TKP, polisi menduga bahwa perempuan berinisial NS itu merupakan korban pemerkosaan dan pembunuhan terencana. Hingga kini, polisi masih\u00a0<\/em><em>mendalami kasus ini dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan alat bukti lainnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>\u00a0<\/em><em>***<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em>Aku merinding saat membaca berita itu lewat unggahan sebuah akun Instagram yang sering membagikan peristiwa-peristiwa kriminal. Bulu kudukku meremang. Bukan karena kengeriannya, tetapi lebih karena aku mengenal perempuan itu.<\/p>\n<p>Dalam versi berita yang lebih lengkap, diterangkan kalau lima hari sebelum jasadnya ditemukan, suaminya\u2014mereka belum sah bercerai secara hukum\u2014sempat berkunjung ke indekosnya. Keterangan itu disampaikan oleh seorang perempuan berinisial WT, tetangga kamar indekosnya, yang menjadi saksi utama yang diperiksa polisi. Namun, WT menyampaikan bahwa hingga suaminya pulang, dia masih baik-baik saja dan sempat mengantarkan suaminya sampai ke gerbang.<\/p>\n<p>Dia adalah temanku\u2014walau juga bisa dikatakan bukan. Dia pisah ranjang dengan suaminya saat usia pernikahan mereka belum genap setahun, tepatnya enam bulan yang lalu. Sejak saat itu, dia memutuskan untuk tinggal sendirian di sebuah indekos karena belum siap untuk memberitahu orang tuanya perihal keretakan rumah tangga mereka. Aku akan menjelaskan kenapa mereka pisah ranjang, tetapi nanti.<\/p>\n<p>Aku mengenalnya sejak kami sama-sama kuliah di salah satu kampus di Yogyakarta enam tahun lalu. Setelah lulus kuliah, ia bekerja sebagai guru PNS di salah satu sekolah negeri di Semarang. Sejak menikah, dia cukup sering mengabariku tentang kehidupan rumah tangganya dan dia sering mengeluh tentang perilaku suaminya. Keluhan yang sama terus ia ulang setiap kali menghubungiku. Perihal keluhannya, akan kuberitahukan nanti.<\/p>\n<p>Media massa dan beberapa akun media sosial ramai memberitakan kematiannya. Mereka mengeksploitasi fakta bahwa ada benda yang tertancap di kemaluannya sebagai sudut pemberitaan, seakan-akan bagian itulah yang paling penting dari peristiwa kematian itu. Saat kutelusuri di Google, hampir semua media memasukkan frasa \u2018tertancap di kemaluan\u2019 dan \u201cgagang sikat toilet\u201d dalam judul berita mereka. Banyak juga media yang menggunakan frasa \u2018janda muda\u2019 atau \u2018janda kembang\u2019. Padahal, dia belum resmi bercerai\u2014hanya pisah ranjang. Mereka mengontraskan keadaan matinya dengan status sosialnya sebagai seorang guru. Frasa-frasa seperti \u201ctewas telanjang\u201d, \u201ckemaluan tertancap gagang sikat toilet\u201d, \u201cjanda muda\u201d, disandingkan dengan \u201cseorang guru cantik\u201d atau \u201cguru muda\u201d.<\/p>\n<p>Polisi juga begitu. Mereka mengumbar kondisi tubuhnya saat ditemukan, seolah sengaja supaya wartawan menangkap poin itu untuk dijadikan sudut pemberitaan, alih-alih fokus pada pengungkapan fakta-fakta kasus kematiannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p>Sampai dua minggu kemudian, polisi masih belum berhasil menemukan penyebab kematiannya. Polisi bingung karena berdasarkan hasil<em> visum et repertum<\/em>, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Orang yang paling dicurigai, yakni suaminya, telah dibebaskan karena tidak terbukti membunuh. Rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa suaminya sudah pulang tiga jam sebelum dia terakhir kali keluar kamar untuk menjemur pakaian (waktu itu pukul 12 siang), turut menyelamatkan suaminya dari tuduhan dan kecurigaan orang-orang.<\/p>\n<p>Sementara polisi menemui kebuntuan dalam mendalami penyebab kematiannya, muncul kabar miring di lingkungan indekos tempat dia tinggal. Warga dan para penghuni indekos lainnya dengan cepat menyebarkan gosip tentangnya, yang beberapa kali jalan dengan laki-laki yang berbeda-beda semasa tinggal di indekos itu. Mereka menyimpulkan kalau dia seorang perempuan hiperseks.<\/p>\n<p>\u201cMakanya dia pakai sikat toilet itu,\u201d ucap seorang pria setengah baya yang suka menggosip.<\/p>\n<p>\u201cGila bener ya, Pak,\u201d sahut warga lain.<\/p>\n<p>\u201cPantas ditinggal suaminya,\u201d timpal yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p>Bagaimana aku tidak merinding. Pada malam sebelum kematiannya, seperti biasa, dia meneleponku sambil menangis dan menceritakan tentang kondisi rumah tangganya. Dia menyampaikan padaku bahwa suaminya akan menceraikannya jika dalam waktu sebulan ia masih belum bisa memuaskan hasrat suaminya. Mertua dan keluarga besar suaminya juga ikut mendorong rencana itu.<\/p>\n<p>Dia semakin tertekan ketika tetangga-tetangganya tahu kenapa dia belum juga hamil dan kenapa suaminya jarang pulang ke rumah. Dan dia semakin putus asa ketika beberapa dokter dan psikiater yang ia temui malah ikut menyudutkannya, menganggapnya tidak rileks saat berhubungan badan.<\/p>\n<p>\u201cBukannya saya tidak mau, saya sangat mau. Dan bukannya saya tidak rileks, tapi sakit itu sungguh-sungguh tak terbilang,\u201d katanya berulang kali kepada dokter dan psikiater yang tidak mampu memahami penyakit yang ia derita.<\/p>\n<p>Kalimat itu juga yang disampaikannya padaku setiap kali ia menelepon malam-malam setelah gagal memuaskan suaminya. Dan kalimat itu pula yang terngiang-ngiang di kepalaku saat mendengar kabar kematiannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">***<\/p>\n<p>Sekarang, aku akan memberitahu tentang alasan dan teka-teki yang kutunda tadi. Perihal mengapa dia pisah ranjang dengan suaminya dan mengenai keluhan yang selalu ia sampaikan padaku, jawabannya satu: vaginismus*.<\/p>\n<p>Seharusnya ia menemukan harapan untuk sembuh dari penyakit itu sekitar dua bulan lalu ketika ia mendapat informasi tentang seorang dokter yang ahli mengobati penyakit itu. Dokter laki-laki itu terbukti telah menyembuhkan banyak perempuan penderita vaginismus, termasuk mereka yang telah memiliki pasangan. Namun, suaminya, yang terpengaruh oleh kebiasaan menonton film porno, mengancam akan menceraikannya apabila ia tetap mengunjungi dokter itu. Bagaimanapun, perceraian mereka memang benar-benar mendekati kenyataan meskipun ia mendatangi dokter itu secara diam-diam.<\/p>\n<p>Setelah beberapa kali menjalani pengobatan dengan dokter itu, dia tak kunjung sembuh karena tak mendapatkan dukungan dari siapa pun. Suaminya sendiri sudah tak peduli apakah ia akan sembuh atau tidak karena sudah menemukan saluran untuk memuaskan hasrat birahi.<\/p>\n<p>Dalam percakapan terakhir kami di telepon malam itu, dia sempat memberitahuku soal pengobatannya yang gagal itu. Kepadaku ia titipkan suaminya. \u201cPuaskan dia,\u201d katanya. Aku sungguh terkejut dan tak menduga dia akan mengatakan demikian.<\/p>\n<p>Meski kini aku bisa memiliki suaminya secara utuh tanpa dituding sebagai pelakor, tetapi diam-diam aku tak bisa menahan kesedihan atas kematiannya yang tragis itu. (*)<\/p>\n<p>(Yogyakarta-Semarang, Agustus 2022-Maret 2023)<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n<p>Vaginismus adalah\u00a0kondisi di mana otot di sekitar vagina mengencang dan lubang vagina mengatup dengan sendirinya sehingga penis tidak bisa penetrasi saat berhubungan badan. Perempuan dengan penyakit vaginismus bukannya tidak mau ataupun tidak rileks dalam melakukan hubungan seksual. Vaginismus tidak ada hubungannya dengan pikiran. Mirisnya, penderita vaginismus kerap mengalami pengucilan.<\/p>\n<p>==<\/p>\n<p><strong>*Abul Muamar<\/strong>, lahir dan besar di Perbaungan, Serdangbedagai. Menulis beberapa cerita pendek\u00a0sejak\u00a02013.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2 April 2023 Vaginismus Oleh: Abul Muamar* &nbsp; Seorang janda kembang ditemukan tewas dengan sebuah gagang sikat toilet tertancap pada kemaluannya di sebuah indekos yang berada di Jalan Buntu, Kecamatan Buntu. Di dalam kamar mandi tempat jasad perempuan berusia 28 tahun itu ditemukan, terdapat dilator berbagai ukuran, botol cairan pelumas yang tumpah setengah isinya, serta &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Vaginismus<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":336,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Vaginismus - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Vaginismus - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"2 April 2023 Vaginismus Oleh: Abul Muamar* &nbsp; Seorang janda kembang ditemukan tewas dengan sebuah gagang sikat toilet tertancap pada kemaluannya di sebuah indekos yang berada di Jalan Buntu, Kecamatan Buntu. Di dalam kamar mandi tempat jasad perempuan berusia 28 tahun itu ditemukan, terdapat dilator berbagai ukuran, botol cairan pelumas yang tumpah setengah isinya, serta &hellip; Vaginismus Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-02T02:19:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-04-02T02:29:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/thumbnail-ilustrasi-cerpen-vaginismus.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/\",\"name\":\"Vaginismus - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-04-02T02:19:59+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-02T02:29:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Vaginismus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Vaginismus - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Vaginismus - LiteraSIP","og_description":"2 April 2023 Vaginismus Oleh: Abul Muamar* &nbsp; Seorang janda kembang ditemukan tewas dengan sebuah gagang sikat toilet tertancap pada kemaluannya di sebuah indekos yang berada di Jalan Buntu, Kecamatan Buntu. Di dalam kamar mandi tempat jasad perempuan berusia 28 tahun itu ditemukan, terdapat dilator berbagai ukuran, botol cairan pelumas yang tumpah setengah isinya, serta &hellip; Vaginismus Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2023-04-02T02:19:59+00:00","article_modified_time":"2023-04-02T02:29:58+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/thumbnail-ilustrasi-cerpen-vaginismus.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/","name":"Vaginismus - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2023-04-02T02:19:59+00:00","dateModified":"2023-04-02T02:29:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/vaginismus\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Vaginismus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=332"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":338,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions\/338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}