{"id":563,"date":"2023-07-23T02:10:32","date_gmt":"2023-07-23T02:10:32","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=563"},"modified":"2023-07-23T02:10:32","modified_gmt":"2023-07-23T02:10:32","slug":"cerita-si-pengarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/","title":{"rendered":"Cerita Si Pengarang"},"content":{"rendered":"<p>23 Juli 2023<\/p>\n<h1><strong>Cerita Si Pengarang<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Agus Widiey*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-566\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ilustrasi-cerpen-cerita-si-pengarang-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ilustrasi-cerpen-cerita-si-pengarang-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ilustrasi-cerpen-cerita-si-pengarang-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ilustrasi-cerpen-cerita-si-pengarang-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ilustrasi-cerpen-cerita-si-pengarang-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/ilustrasi-cerpen-cerita-si-pengarang.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai seorang pengarang, tentu ia ingin cintanya berbeda dengan seorang yang bukan pengarang.<\/p>\n<p>Suatu hari, sebelum pengarang itu berhasil meluluhkan hati calon kekasihnya, ia sempat bernazar berupa sebuah janji pada dirinya sendiri: jika nanti aku diterima oleh perempuan yang dicintainya, niscaya setiap hari akan kupersembahkan seluruh puisiku padanya. Nazar ini terjadi karena pengarang itu hampir putus asa dengan perjuangannya yang sering dipandang sebelah mata.<\/p>\n<p>Maka tidak heran lagi, jika Si pengarang sering mengurung diri di kamarnya, bahkan hampir serupa dengan anjing lumpuh. Sebab ia sudah bosan mendengar perkataan tetangganya yang selalu bertanya: kapan mau nikah? Ingat usia yang makin tua, jangan hanya suka mengangankan sesuatu yang belum pasti.<\/p>\n<p>Sejak itu si pengarang mencipta dunianya sendiri yang ia bisa kendalikan semaunya. Nama perempuan yang dicintainya ia biarkan menjadi sesuatu yang nyata. Sebab kebahagiaan bagi pengarang itu bisa dibuat dalam cerita fiksi.<\/p>\n<p>Sebelum senja selesai di sebuah pantai, pengarang itu pertama kalinya melihat seorang perempuan sedang duduk memandang cahaya keemasan. Dari jarak tidak dekat, si pengarang berpikir bahwa memang benar apa yang dikatakan teman-temannya jika perempuan kebanyakan suka senja. Ah, tapi senja menurut si pengarang itu sudah klise, lagian si pengarang juga tidak percaya, jika senja yang dilihatnya adalah benar-benar senja asli. Sebab yang ia ketahui, sepotong senja yang asli telah diambil sukab yang ingin dikasih pada pacarnya yang bernama Alina. Dan si pengarang menganggap sepotongnya lagi pasti diambil penyair-penyair senja, entah diparuh atau saling rebutan. Entah, tapi yang jelas senja menurut si pengarang sudah tidak lagi asli.<\/p>\n<p>Kemudian dihampirinya perempuan itu, siapa tahu ia bisa kenal dan siapa tahu juga sama-sama memiliki kesukaan dalam mengarang. Ketika ada di dekat perempuan itu, si pengarang melihatnya memandang senja sembari melelehkan air matanya. Pengarang itu langsung bingung melihat perempuan yang ada di sampingnya. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika melihat seorang perempuan yang belum dikenal dalam keadaan bersedih.<\/p>\n<p>Akhirnya pengarang itu mengumpulkan keberaniannya untuk sekadar bertanya apa yang menimpa perempuan\u00a0 itu.<\/p>\n<p>\u201cKenapa menangis?\u201d tanya si pengarang, dengan harapan mendapat jawaban.<\/p>\n<p>Perempuan itu melirik dan cepat-cepat mengusap air matanya. Lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban bahwa dirinya tidak apa-apa.<\/p>\n<p>Ombak berhamburan sesekali menjilati kaki-kaki perempuan itu, si pengarang lalu memecah keheningan, \u201cBenarkah?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSudah mendekati malam, masih mau di sini?\u201d si pengarang memecahkan sepi dengan pertanyaannya, tapi perempuan itu belum juga menjawabnya dengan kata-kata. Melainkan hanya menggelengkan kepalanya.<\/p>\n<p>\u201cKalau boleh tahu, siapa namamu?\u201d tanya si pengarang.<\/p>\n<p>Perempuan itu tetap tidak menjawab. Justru untuk yang kali ini, hanya air matanya yang dikeluarkan<\/p>\n<p>Si Pengarang makin bingung, bagaimana ia tidak bingung jika perempuan itu tidak bersuara.<\/p>\n<p>\u201cApakah sampean tidak punya uang?\u201d tanya si pengarang lagi.<\/p>\n<p>Perempuan itu menatapnya dengan tatapan mata yang tajam<\/p>\n<p>\u201cAstaga,,, sudah hampir malam, saya pamit pulang! Terima kasih telah mengajari saya untuk berbicara lagi\u201d tiba-tiba perempuan itu beranjak dari tempat duduknya, lalu melambaikan tangannya kepada si pengarang.<\/p>\n<p>Si pengarang hanya tercengang melihat perempuan itu sudah pergi dan punggungnya mulai tak terlihat lagi. Matanya yang bening, wajahnya kuning, dan senyumnya yang khas rupanya membekas dalam ingatan si pengarang.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Senja yang fana, berganti gelap gulita. Si pengarang pulang membawa rasa penasaran pada kejadian di pantai sore hari. Dalam kamarnya, si pengarang merebahkan tubuhnya, ia mengingat-ingat perempuan itu, sampai waktu menunjukkan sepertiga malam.<\/p>\n<p>Mata si pengarang belum juga terpejam, kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya mendekati jendela kamarnya. Pikiran dan perasaannya seperti dikuasai bayang-bayang perempuan itu. Ia menuju kamar belajarnya, mengambil laptopnya, tapi ia juga bingung mau menulis apa? Kemudian beralih membuka aplikasi desainnya, di situ imajinasinya berjalan, kemampuan melukis yang tidak pernah mendekatinya, tiba-tiba ada seperti anugerah yang tidak dapat disangka-sangka.<\/p>\n<p>Terlihat dalam lukisan si pengarang, seorang perempuan di tepi laut memandang senja dengan air mata mengalir.<\/p>\n<p>\u201cMengapa aku bisa melukis dan tidak bisa menulis?\u201d pertanyaan si pengarang muncul.<\/p>\n<p>Kejadian aneh yang menimpanya membuat bakatnya nyaris jadi berubah. Jam dinding terasa berat untuk melangkah.<\/p>\n<p>Kemudian ia kembali merebahkan tubuhnya, akhirnya ia bisa tidur meski dengan hati yang tidak tenang.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Keesokan harinya, pada suatu senja, si pengarang datang kembali ke pantai yang kemarin baru dikunjungi, dan terlihat seorang perempuan yang sama dengan yang kemarin duduk di tempat yang sama juga.<\/p>\n<p>Perlahan si pengarang melangkah mendekati perempuan itu, tapi tidak mengalir air matanya lagi, si pengarang melihat perempuan itu sedang menyunggingkan senyumnya pada senja.<\/p>\n<p>\u201cHai,\u201d ucap si pengarang sebagai sapaan pertama.<\/p>\n<p>Perempuan itu lantas melirik, \u201cIya.\u201d jawabnya pelan<\/p>\n<p>\u201cSedang bahagia, ya?\u201d<\/p>\n<p>Mendengar perkataan si pengarang, perempuan itu menjawab, \u201cMaksudnya?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSore kemarin, air matamu tumpah. Apa itu namanya kalau bukan sedih?\u201d jelas si pengarang<\/p>\n<p>\u201cIya, kukira tidak ada lagi yang dapat memecahkan kesepianku, dan mengajariku berbicara.\u201d<\/p>\n<p>Mendengar jawaban perempuan itu, si pengarang mengerutkan keningnya karena belum paham dengan apa yang dikatakan.<\/p>\n<p>\u201cMaksudnya?\u201d balas si pengarang.<\/p>\n<p>Perempuan itu beranjak dari tempat duduknya, lalu menggenggam tangan si pengarang.<\/p>\n<p>Meski si pengarang belum mengenal siapa perempuan yang ada di depannya, tapi ia merasa lega, karena ia tidak akan mendengarkan perkataan tetangganya di dunia nyata.<\/p>\n<p>\u201cKamu telah menyelesaikan ceritaku dengan baik, sekali lagi terima kasih.\u201d<\/p>\n<p>Pelan-pelan perempuan itu lenyap. Si pengarang \u00a0kembali ke alam nyata, dan menyadari kalau yang terjadi berjam-jam, itu hanya sebuah khayalan. Tidak lebih.<\/p>\n<p>*) Jogjakarta, 2023<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>==<\/p>\n<p><strong>*Agus Widiey<\/strong>, Lahir di Sumenep 17 Mei 2002. Alumnus pondok pesantren Nurul Muchlishin Pakondang, Rubaru, Sumenep. Menulis Puisi dengan dwibahasa, Indonesia-Madura. Karya-karyanya dimuat dipelbagai media baik lokal maupun nasional. Seperti; Rakyat Sultra, Lombok Post, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Fajar Makasar, Bangka Pos, Koran Merapi, Nusa Bali, Pos Bali, Cakra Bangsa, Harian Waspada, Radar Madura, Radar Banyuwangi, Radar Tuban, Radar Madiun, Radar Kediri, Radar Bojonegoro, Radar Pekalongan, Majalah Elipsis, Harian Bhirawa, Pro Nusantara, Suara Sarawak, Utusan Borneo, Harian Ekspres, Nolesa co, Litera co, Riau Sastra, Bali Politika, Sinar Baru Indonesia, dan lain-lain. Selain itu, puisinya terkumpul dalam antologi bersama. Pernah memenangkan lomba menulis puisi yang diselenggarakan Majelis Sastra Bandung(2021). Kini belajar di daerah\u00a0Yogyakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>23 Juli 2023 Cerita Si Pengarang Oleh Agus Widiey* &nbsp; &nbsp; Sebagai seorang pengarang, tentu ia ingin cintanya berbeda dengan seorang yang bukan pengarang. Suatu hari, sebelum pengarang itu berhasil meluluhkan hati calon kekasihnya, ia sempat bernazar berupa sebuah janji pada dirinya sendiri: jika nanti aku diterima oleh perempuan yang dicintainya, niscaya setiap hari akan &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Cerita Si Pengarang<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cerita Si Pengarang - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita Si Pengarang - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"23 Juli 2023 Cerita Si Pengarang Oleh Agus Widiey* &nbsp; &nbsp; Sebagai seorang pengarang, tentu ia ingin cintanya berbeda dengan seorang yang bukan pengarang. Suatu hari, sebelum pengarang itu berhasil meluluhkan hati calon kekasihnya, ia sempat bernazar berupa sebuah janji pada dirinya sendiri: jika nanti aku diterima oleh perempuan yang dicintainya, niscaya setiap hari akan &hellip; Cerita Si Pengarang Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-07-23T02:10:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/thumbnail-cerpen-cerita-si-pengarang.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/\",\"name\":\"Cerita Si Pengarang - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-07-23T02:10:32+00:00\",\"dateModified\":\"2023-07-23T02:10:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita Si Pengarang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita Si Pengarang - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cerita Si Pengarang - LiteraSIP","og_description":"23 Juli 2023 Cerita Si Pengarang Oleh Agus Widiey* &nbsp; &nbsp; Sebagai seorang pengarang, tentu ia ingin cintanya berbeda dengan seorang yang bukan pengarang. Suatu hari, sebelum pengarang itu berhasil meluluhkan hati calon kekasihnya, ia sempat bernazar berupa sebuah janji pada dirinya sendiri: jika nanti aku diterima oleh perempuan yang dicintainya, niscaya setiap hari akan &hellip; Cerita Si Pengarang Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2023-07-23T02:10:32+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/thumbnail-cerpen-cerita-si-pengarang.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/","name":"Cerita Si Pengarang - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2023-07-23T02:10:32+00:00","dateModified":"2023-07-23T02:10:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/cerita-si-pengarang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita Si Pengarang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=563"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":568,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/563\/revisions\/568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}