{"id":603,"date":"2023-08-13T08:24:43","date_gmt":"2023-08-13T08:24:43","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=603"},"modified":"2023-08-13T08:25:01","modified_gmt":"2023-08-13T08:25:01","slug":"kalkulator-kenangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/","title":{"rendered":"Kalkulator Kenangan"},"content":{"rendered":"<p>13 Agustus 2023<\/p>\n<h1><strong>Kalkulator Kenangan<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Dody Widianto*<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-606\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ilustrasi-cerpen-kalkulator-kenangan-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ilustrasi-cerpen-kalkulator-kenangan-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ilustrasi-cerpen-kalkulator-kenangan-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ilustrasi-cerpen-kalkulator-kenangan-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ilustrasi-cerpen-kalkulator-kenangan-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/ilustrasi-cerpen-kalkulator-kenangan.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Dari dalam jendela kamar, Mbah Rat mendongak, melihat gerimis serupa gula pasir yang dijatuhkan dari angkasa. Dalam redup senja yang jatuh di pelataran, butiran lembut itu pelan seolah masuk ke dalam mata Mbah Rat, kemudian ia keluarkan lagi. Bersama rintik yang ia jatuhkan dari sudut matanya, langit, bersama-sama, seolah sedang berusaha menghitung cemasnya, menghitung sedihnya, menghitung kebimbangannya.<\/p>\n<p>Rerumputan di depan rumahnya baru ia cukur dengan sabit tumpul yang ia lupa kapan terakhir mengasahnya. Hijau segarnya sedikit pudar mirip kenangan di dalam rumah yang sebentar lagi akan menghilang. Sejak datang orang-orang yang katanya perwakilan dari pemerintah, ia hanya bisa sambat dengan pohon jambu air yang buahnya selalu segar kemerahan di pojok rumah dekat pagar bambu depan. Di sanalah dulu, ari-arinya dikubur bersama senyum geli ayahnya. Itu yang pernah ia dengar dari cerita ibunya.<\/p>\n<p>Awalnya, ia tak setuju dengan uang\u00a0 sebesar 2,5 M. Padahal bagi mereka, orang-orang berseragam itu, nilai ganti untung untuk Mbah Rat paling besar nominalnya dibanding yang lain. Sebab, rencananya bekas rumah dan halamannya yang lapang nanti akan dibangun <em>rest-area<\/em>,\u00a0 tempat untuk istirahat, makan, atau salat. Begitu tutur salah satu dari mereka yang perutnya paling buncit dengan kemeja kotak-kotak hitam putih. Mirip papan catur.<\/p>\n<p>Dalam raut kalut, ia melangkah lemas ke teras, mengusap kaca jendela yang penuh debu. Sejak puluhan buldoser dan truk-truk pengangkut tanah itu berdatangan, halaman rumahnya sekarang seringkali dihinggapi debu-debu. Andai debu-debu itu bisa diajak bicara, ia ingin mengusirnya secar halus. Padahal, gerimis tipis selalu mendera. Namun, debu-debu dari pasir dan roda-roda truk itu seolah lebih punya kuasa.<\/p>\n<p>Ia menarik napas dalam-dalam. Di antara puluhan rumah yang pernah melingkari sekitarnya dan hidup sebagai warga, tinggal ia satu-satunya yang tersisa. Ia seperti terasing di hutan belantara. Tanpa tetangga, tanpa siapa-siapa. Ia sadar, tubuhnya yang renta seolah tinggal menunggu waktu untuk pulang menghadiri panggilan Tuhan. Andai boleh memilih, ia ingin mati saja lebih cepat daripada menanggung kebingungan. Rumah yang ia dirikan dengan pondasi duka lara, dengan tembok dan genteng yang ia kumpulkan dari jerih dan tenaga ekstra di usia muda, seolah bisa dibeli dengan uang. Orang-orang itu menganggap bahwa ia bisa saja pindah, mencari lahan baru, mencari pekerjaan lain di tempat baru, namun, orang-orang itu tak paham, pada sebuah kenangan yang tentu saja tak bisa dibeli dengan uang.<\/p>\n<p>Andai ia punya anak, tentu ia akan ikut dengannya. Berbagi kesedihannya demi melanjutkan umur yang bisa dihitung jari tak akan lama. Jika bunuh diri tak dosa, ia tentu sudah melakukannya dari awal. Ia ingat, suaminyalah yang mengajarkannya dalam kebaikan. Bagaimana tubuhnya dulu terendam dalam lumpur dosa, ketika jalanan malam adalah tempatnya mencari rezeki. Menjajakan barang di selangkangan yang tak seharusnya ia jual-belikan demi bisa makan. Lalu takdir menemukannya pada seorang pria yang meluluhkanlantakkan dinding pertahanannya. Ia yang tak punya sanak saudara, awalnya sungkan menerima pinangan seorang lelaki yang baru ia kenal, yang tentu saja ia merasa tak pantas. Namun, laki-laki itu sungguh kuat pendirian dan rasa cinta padanya mengalahkan segala rintangan di depannya.<\/p>\n<p>Ia masuk lagi, melangkah pelan ke ruang tamu lalu memandang pada sebuah kenangan di depannya. Dipandangnya foto pernikahan di dinding yang selalu ia lihat di lima waktu, bersebelahan dengan bulat jam dinding putih jarum hitam di sebelah kirinya. Seusai sembahyang, ia selalu berucap maaf pada foto di atas televisi yang jadi saksi bahwa dulu ia sebetulnya tak ingin mengecewakan suaminya. Namun, ia yang memilih di usia muda. Ia yang menginginkan tak punya anak dengan memotong saluran benih miliknya. Ia lakukan itu karena tak mau menanggung risiko pekerjaannya. Berulangkali ia menolak menerima pinangan itu. Merasa tak pantas dan takut membuat suaminya kecewa. Tetapi lelaki yang jadi suaminya itu tetap pada pendiriannya. Ia jadi paham jika cinta memang kadang buta dan gila.<\/p>\n<p>Maka, ketika remang malam turun perlahan di pelataran rumah lalu menyelinap masuk ke dalam setiap sudut ruang tamu dan kamarnya, usai tabuh magrib telah berlalu beberapa saat, ia melesatkan pandangan kepedihan ke segala penjuru. Hanya rumahnya saat ini yang masih menyala di antara padang lapang penuh urukan tanah dan batu di mana-mana. Beberapa truk dan buldoser di kejauhan dalam jarak pandang dua puluh langkah telah berhenti sementara. Di sebelahnya, deretan tiang pancang telah berdiri kokoh. Mungkin untuk pintu masuk jalan di atasnya. Ia tak paham. Sejujurnya ia ingin menangis, tetapi untuk apa. Menangis saat ini hanya pekerjaan sia-sia. Ia hanya ingin memastikan suaminya selalu tidur dalam ketenangan. Tanpa diganggu suara-suara berisik angkuhnya pembangunan.<\/p>\n<p>Ia menyingkapkan mukena bagian bawah, gegas keluar lalu berjongkok di depan gundukan tanah dengan taburan bunga yang belum kering di halaman rumah. Ia bisikkan doa dan ucapan terima kasih telah menguatkannya. Adik suaminyalah yang sering datang dan menerima segala keluh kesahnya. Sengaja meluluhkan hatinya untuk segera pindah, tetapi dalam hati, ia seakan kuat menolak.<\/p>\n<p>Seandainya boleh memilih, kenapa sebulan lalu justru suaminya yang penyakitan. Ia merasa dari tubuhnyalah penyakit itu ia tularkan. Sungguh ia merasa kotor. Suaminya sering berkata bahwa manusia terlahir suci, ia akan kembali juga harus dalam keaadaan suci. Nah, di antara kedua itu manusia kadang lalai. Maka, sebuah penyesalan tak ada artinya tanpa tindakan nyata. Semua manusia pasti pernah terjebak dalam jalan dosa. Tinggal ia mau memilih, terus berjalan atau kembali memilih jalan kebenaran. Ia masih terus ingat pesan suaminya itu.<\/p>\n<p>Sambil menengadahkan kedua tangan dalam lirih doa, melihat kerlip lampu warung gorengan di depan dengan atap terpal biru yang terlihat samar, dalam gerimis yang tiba-tiba turun perlahan, ia menatap hampa dalam kepedihan. Ia masih ingat kapan terakhir bibirnya dan bibir suaminya bertemu dalam satu kecupan. Kapan terakhir kali tubuh renta itu hanyut dalam pelukan. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah menghitung rasa rindunya, menghitung rasa cemasnya, menghitung segala kenangan di dalam rumahnya, pada sebuah kalkulator yang kehilangan tanda \u201csama dengan\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>==<\/b><\/p>\n<p><strong>*Dody Widianto<\/strong> lahir di Surabaya. Karyanya banyak tersebar di berbagai antologi penerbit dan media massa nasional seperti <em>Koran Tempo, Republika, Suara Merdeka, Kompas.id, Kedaulatan Rakyat, Solo Pos, Radar Bromo, Radar Madiun, Radar Kediri, Radar Mojokerto, Radar Banyuwangi, Singgalang, Haluan, Rakyat Sumbar, Waspada, Sinar Indonesia Baru, Tanjungpinang Pos, Pontianak Post, Gorontalo Post, Fajar Makassar, Rakyat Sultra,<\/em> dll. Akun IG: @pa_lurah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>13 Agustus 2023 Kalkulator Kenangan Oleh Dody Widianto* \u00a0 &nbsp; \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dari dalam jendela kamar, Mbah Rat mendongak, melihat gerimis serupa gula pasir yang dijatuhkan dari angkasa. Dalam redup senja yang jatuh di pelataran, butiran lembut itu pelan seolah masuk ke dalam mata Mbah Rat, kemudian ia keluarkan lagi. Bersama rintik yang ia jatuhkan dari &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Kalkulator Kenangan<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":607,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-603","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kalkulator Kenangan - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kalkulator Kenangan - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"13 Agustus 2023 Kalkulator Kenangan Oleh Dody Widianto* \u00a0 &nbsp; \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dari dalam jendela kamar, Mbah Rat mendongak, melihat gerimis serupa gula pasir yang dijatuhkan dari angkasa. Dalam redup senja yang jatuh di pelataran, butiran lembut itu pelan seolah masuk ke dalam mata Mbah Rat, kemudian ia keluarkan lagi. Bersama rintik yang ia jatuhkan dari &hellip; Kalkulator Kenangan Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-13T08:24:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-13T08:25:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/thumbnail-cerpen-kalkulator-kenangan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/\",\"name\":\"Kalkulator Kenangan - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-08-13T08:24:43+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-13T08:25:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalkulator Kenangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kalkulator Kenangan - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kalkulator Kenangan - LiteraSIP","og_description":"13 Agustus 2023 Kalkulator Kenangan Oleh Dody Widianto* \u00a0 &nbsp; \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Dari dalam jendela kamar, Mbah Rat mendongak, melihat gerimis serupa gula pasir yang dijatuhkan dari angkasa. Dalam redup senja yang jatuh di pelataran, butiran lembut itu pelan seolah masuk ke dalam mata Mbah Rat, kemudian ia keluarkan lagi. Bersama rintik yang ia jatuhkan dari &hellip; Kalkulator Kenangan Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2023-08-13T08:24:43+00:00","article_modified_time":"2023-08-13T08:25:01+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/thumbnail-cerpen-kalkulator-kenangan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/","name":"Kalkulator Kenangan - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2023-08-13T08:24:43+00:00","dateModified":"2023-08-13T08:25:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/kalkulator-kenangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kalkulator Kenangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/603","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=603"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/603\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":608,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/603\/revisions\/608"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}