{"id":691,"date":"2023-10-01T02:40:04","date_gmt":"2023-10-01T02:40:04","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=691"},"modified":"2023-10-01T02:44:19","modified_gmt":"2023-10-01T02:44:19","slug":"pesona-si-setan-gunung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/","title":{"rendered":"Pesona Si Setan Gunung"},"content":{"rendered":"<p>1 Oktober 2023<\/p>\n<h1><strong>Pesona Si Setan Gunung<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Wahyu Annisha*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-694\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-pesona-si-setan-gunung-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-pesona-si-setan-gunung-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-pesona-si-setan-gunung-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-pesona-si-setan-gunung-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-pesona-si-setan-gunung-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-pesona-si-setan-gunung.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cAku dengar kamu masuk rumah sakit sepulang dari naik lima gunung berurutan.\u201d<\/p>\n<p>Jay menyeruput kopinya. Bangga rasanya dikenal sebagai pendaki.<\/p>\n<p>Jelang tengah hari, kantin kampus \u00a0sepi. Ini memang jam kuliah, tapi Jay jenuh. Di kantin hanya ada Fia, cewek manis satu fakultas, beda jurusan.<\/p>\n<p>Mereka tidak dekat, tapi Jay butuh teman ngobrol. Entah mengapa Fia sendirian di kantin. Mungkin kelasnya sudah bubar atau justru baru ada siang nanti.<\/p>\n<p>\u201cPasti sulit ke puncak gunung,\u201d Fia menyeruput es tehnya.<\/p>\n<p>\u201cKau bisa belajar dari gunung yang landai.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKau masih pemulihan, tak mungkin menemaniku mendaki.\u201d<\/p>\n<p>\u201cCoba bulan depan. Kau bisa latihan dulu, jalan kaki sambil bawa beban berat.\u201d<\/p>\n<p>\u201cGunung landai mana yang kau sarankan?\u201d<\/p>\n<p>\u201cKawasan Dieng, kau bisa menikmati kebun sayuran. Naik ojek lewat jalur Sikunang sampai Pos 2 lalu jalan kaki sejam, sudah sampai puncak Gunung Bismo. Atau Gunung Prau lewat jalur Patak Banteng, itu juga cepat.\u201d<\/p>\n<p>\u201cApa bedanya Bismo dan Prau?\u201d<\/p>\n<p>\u201cDi puncak Prau bisa lihat Gunung Sumbing dan Sindoro, persis seperti yang ada di logo minuman air mineral yang terkenal itu.\u201d<\/p>\n<p>\u201cAku pilih Prau!\u201d<\/p>\n<p>\u201cBiar Prau tidak ramai, kita berangkat saat hari kerja. Cek jadwal kuliahmu dan kuliahku yang kosong.\u201d<\/p>\n<p>\u201cPipisnya di mana?\u201d<\/p>\n<p>\u201cDi semak-semak bersama langit biru dan hembusan sang bayu.\u201d<\/p>\n<p>Fia meringis lalu menyodorkan bolpen dan kertas, \u201cApa yang harus aku bawa.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKita menginap, bawa tenda.\u201d<\/p>\n<p>Fia meringis lagi membaca catatan Jay. Terbayang beratnya. Jay menyarankan Fia jangan beli tenda dan<em> carrier<\/em>, cukup sewa. Sepatu dan jaket cukup. Kompor dari Jay. Mereka patungan beli gas, bahan makanan, minuman, juga biaya transportasi.<\/p>\n<p>Fia termenung. Ternyata naik gunung butuh persiapan matang fisik, mental, dan uang.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Jay dan Fia bertemu di Terminal Bus Giwangan.<\/p>\n<p>\u201cDia satu angkatan, beda fakultas,\u201d Jay memperkenalkan Doni.<\/p>\n<p>\u201cSering naik gunung?\u201d Fia melirik <em>carrier <\/em>Doni.<\/p>\n<p>\u201cDoni itu setan gunung,\u201d Jay tertawa.<\/p>\n<p>\u201cAku sudah lama tidak ke Prau. Lebih sering ke gunung luar Jawa. Waktu Jay bilang mau ke Prau, langsung aku tertarik,\u201d jelas Doni.<\/p>\n<p>Di bus menuju Wonosobo, Fia duduk bersebelahan dengan Doni. Fia selalu tertawa-tawa.<\/p>\n<p>Mereka turun di Taman Plaza Wonosobo, lalu naik bus kecil menuju Dieng. Jam menunjukkan pukul 09.09 WIB saat mereka turun di pertigaan berplang hijau bertuliskan Gunung Prau 2.565 mdpl Patak Banteng. Di <em>basecamp<\/em>, mereka mengisi formulir registrasi, menyerahkan fotokopi KTP, dan membayar tiket masuk.<\/p>\n<p>\u201cBerdoa sebelum mendaki,\u201d ajak Jay yang dipatuhi kedua temannya.<\/p>\n<p>\u201cPelan-pelan saja jalannya, ada banyak anak tangga di depan,\u201d ujar Doni pada Fia.<\/p>\n<p>\u201cKau bisa naik ojek ke Pos 1,\u201d saran Jay.<\/p>\n<p>\u201cAku kuat, kok,\u201d Fia terpukau dengan hamparan ladang warga. Dia sibuk mengambil foto terong, kubis, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Di jalur Pos 1 ke Pos 2 pemandangan makin indah. Ada bunga-bunga liar di pinggir jalan. Lagi-lagi Fia sibuk berfoto.<\/p>\n<p>\u201cHemat energi, Fia. Kita masih harus mendaki,\u201d Jay duduk di kursi kayu Pos 2.<\/p>\n<p>Jalur pendakian menuju Pos 3 diteduhi pohon-pohon tinggi. Fia duduk merengut di tanah dekat plang merah bertuliskan \u2018mata air siap minum\u2019.<\/p>\n<p>\u201cTidak kuat gendong <em>carrier<\/em>,\u201d bisiknya.<\/p>\n<p>Doni memanggul <em>carrier<\/em> Fia, tapi jalan Fia tetap melambat. Jay yang memimpin barisan ikut melambat.<\/p>\n<p>Tiba di Pos 3, tiba-tiba hujan. Jay mengajak Fia berlindung di <em>shelter.<\/em><\/p>\n<p>\u201cMaaf, Don, kamu jadi berat bawa <em>carrier<\/em>ku.\u201d<\/p>\n<p>Doni menunjukkan otot lengannya. Fia tertawa.<\/p>\n<p>Hujan reda. Mereka lanjut mendaki. Langkah Fia makin berat, banyak tanah sehabis hujan menempel di sepatunya.<\/p>\n<p>\u201cAduh!\u201d<\/p>\n<p>Doni yang berjalan paling belakang, sigap menangkap tubuh Fia, \u201cKamu capek? Kita istirahat dulu.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKepleset,\u201d Fia gugup menatap mata elang Doni.<\/p>\n<p>Mereka tiba di Plawangan, Pos 4. Kabut menebal, dingin. Mereka memakai jaket. Jay mendirikan tendanya. Doni mendirikan tenda Fia. Dan Fia menonton. Jay lanjut menyiapkan hidangan panas. Fia menarik cemilan dari <em>carrier<\/em>nya.<\/p>\n<p>Jay melirik, \u201cSudah kubilang, yang paling bawah <em>carrier<\/em> itu <em>sleeping bag<\/em> dan pakaian ganti. Makanan dan peralatan masak di tengah. Jas hujan, P3K, dan jaket di atas.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSini aku bantu,\u201d Doni merogoh <em>carrier<\/em> Fia. \u201cApa ini?\u201d Doni menunjuk sesuatu di dalam <em>carrier.<\/em><\/p>\n<p>\u201cKutang,\u201d Fia tersipu.<\/p>\n<p>Doni menjauh, Jay tertawa, \u201cPakaian ganti dibungkus plastik biar tidak kehujanan atau kena kotoran.\u201d<\/p>\n<p>Kabut menghilang. Pemandangan terlihat jelas.<\/p>\n<p>\u201cLogo! Logo!\u201d Fia heboh.<\/p>\n<p>\u201cAku bilang dia, di Prau bisa lihat langsung logo minuman kemasan,\u201d bisik Jay disambut tawa Doni.<\/p>\n<p>Doni menawarkan diri jadi juru foto. Fia berpose. Jay menyendiri menikmati alam.<\/p>\n<p>Malam itu Jay dan Doni masak. Lagi-lagi Fia hanya menonton.<\/p>\n<p>Tengah malam Fia memanggil-manggil Doni. \u201cKebelet,\u201d ujar Fia malu-malu.<\/p>\n<p>Doni melongok dari pintu tenda dengan mata merah menahan kantuk. Dia keluar tenda sambil membawa senter. Dia bernyanyi-nyanyi. Suara sumbang itu membuat Fia tenang ada yang menemani.<\/p>\n<p>\u201cFia, <em>sunrise<\/em>!\u201d teriak Jay.<\/p>\n<p>Fia bangun dengan rambut acak-acakan. Dia terpukau melihat semburat merah di timur. Lagi-lagi Doni jadi juru foto. Jay pergi entah kemana.<\/p>\n<p>Jay kembali lalu masak sarapan bersama Doni. Fia tinggal makan. Jelang siang mereka pulang ke Yogya.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>\u201cKemarin aku ke Prau dengan Jay dan Doni,\u201d cerita Fia pada Ayu, anak pecinta alam.<\/p>\n<p>\u201cAman kalau dengan Jay dan Doni. Jam terbang mereka tinggi.\u201d<\/p>\n<p>\u201cDoni memanggul <em>carrier<\/em>ku, menolongku saat aku jatuh, mendirikan tendaku, memasak bahkan menemaniku saat aku kebelet. Kamu punya nomor ponselnya?\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu berjam-jam dengan dia, kenapa tidak minta langsung?\u201d<\/p>\n<p>\u201cLupa, tapi rasa tanggung jawab dia tinggi,\u201d dada Fia berdesir.<\/p>\n<p>\u201cPendaki cowok memang begitu ke kita. Eh, dosenku datang!\u201d Ayu bergegas pergi.<\/p>\n<p>\u201cDasar jomblo! Bilang saja iri!\u201d dengus Fia.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>\u201cHai!\u201d Fia deg-degan bertemu Doni di halaman perpustakaan.<\/p>\n<p>\u201cRajin!\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya, mau bikin tugas,\u201d Fia berharap Doni sigap membantunya membawakan buku-buku yang dia bawa, seperti saat di gunung.<\/p>\n<p>Tiba-tiba ada vespa berhenti. Pengemudinya berjaket merah dan berhelm tertutup.<\/p>\n<p>\u201cAku duluan, ya!\u201d Doni duduk di boncengan dan vespa melaju.<\/p>\n<p>Fia tertegun. Doni sibuk, gumamnya.<\/p>\n<p>Malam itu Fia mengunggah foto-foto ke Prau di instagram. Dicarinya instagram Doni. Ada foto Doni diboncengan vespa, persis seperti vespa yang Fia lihat tadi. Tangannya memeluk pinggang gadis tomboi berjaket merah.<\/p>\n<p><em>Selamat atas lamarannya, Don. Semoga lancar sampai ijab kabul<\/em>, tulis Jay di kolom komentar. Fia gemetar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Wahyu Annisha<\/strong> lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB). Suda 60 buku; baik solo, duet, dan antalogi. Tulisannya juga terbit di koran Kedaulatan Rakyat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1 Oktober 2023 Pesona Si Setan Gunung Oleh Wahyu Annisha* &nbsp; &nbsp; \u201cAku dengar kamu masuk rumah sakit sepulang dari naik lima gunung berurutan.\u201d Jay menyeruput kopinya. Bangga rasanya dikenal sebagai pendaki. Jelang tengah hari, kantin kampus \u00a0sepi. Ini memang jam kuliah, tapi Jay jenuh. Di kantin hanya ada Fia, cewek manis satu fakultas, beda &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Pesona Si Setan Gunung<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":696,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-691","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pesona Si Setan Gunung - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pesona Si Setan Gunung - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"1 Oktober 2023 Pesona Si Setan Gunung Oleh Wahyu Annisha* &nbsp; &nbsp; \u201cAku dengar kamu masuk rumah sakit sepulang dari naik lima gunung berurutan.\u201d Jay menyeruput kopinya. Bangga rasanya dikenal sebagai pendaki. Jelang tengah hari, kantin kampus \u00a0sepi. Ini memang jam kuliah, tapi Jay jenuh. Di kantin hanya ada Fia, cewek manis satu fakultas, beda &hellip; Pesona Si Setan Gunung Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-01T02:40:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-01T02:44:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/thumbnail-cerpen-pesona-si-setan-gunung.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/\",\"name\":\"Pesona Si Setan Gunung - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-10-01T02:40:04+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-01T02:44:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pesona Si Setan Gunung\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pesona Si Setan Gunung - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pesona Si Setan Gunung - LiteraSIP","og_description":"1 Oktober 2023 Pesona Si Setan Gunung Oleh Wahyu Annisha* &nbsp; &nbsp; \u201cAku dengar kamu masuk rumah sakit sepulang dari naik lima gunung berurutan.\u201d Jay menyeruput kopinya. Bangga rasanya dikenal sebagai pendaki. Jelang tengah hari, kantin kampus \u00a0sepi. Ini memang jam kuliah, tapi Jay jenuh. Di kantin hanya ada Fia, cewek manis satu fakultas, beda &hellip; Pesona Si Setan Gunung Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2023-10-01T02:40:04+00:00","article_modified_time":"2023-10-01T02:44:19+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/thumbnail-cerpen-pesona-si-setan-gunung.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/","name":"Pesona Si Setan Gunung - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2023-10-01T02:40:04+00:00","dateModified":"2023-10-01T02:44:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/pesona-si-setan-gunung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pesona Si Setan Gunung"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/691","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=691"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/691\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":698,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/691\/revisions\/698"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/696"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=691"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=691"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=691"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}