{"id":728,"date":"2023-10-22T06:33:00","date_gmt":"2023-10-22T06:33:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=728"},"modified":"2023-10-22T06:33:00","modified_gmt":"2023-10-22T06:33:00","slug":"mati-suri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/","title":{"rendered":"Mati Suri"},"content":{"rendered":"<p>22 Oktober 2023<\/p>\n<h1><strong>Mati Suri<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh Kartika Catur Pelita*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-731\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-mati-suri-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-mati-suri-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-mati-suri-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-mati-suri-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-mati-suri-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/ilustrasi-cerpen-mati-suri.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><\/p>\n<p>Tubuhku membeku. Terbujur kaku pada ambin kayu. Orang-orang mengatakan aku telah mati. Kerabat, handai taulan, dan tetangga menguar sedih. Kedua orangtua dan saudara kandungku meratap, pilu menangisiku. Para tetangga sibuk memasang tenda, menata kursi, menyiapkan pemakamanku.<\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Sebentar lagi prosesi pada\u00a0 mayat akan dilakukan. Modin yang akan menanganiku sedang dalam perjalanan menuju rumahku. Seperti aku yang sedang berjalan dalam lorong maha panjang. Aku berjalan terpekur menanti ujung jalan. Tapi semakin\u00a0 jauh berjalan, yang kutemui hanyalah padang gersang.<\/p>\n<p>Matahari-matahari jalang\u00a0 membakarku. Aku menghentikan langkah saat seseorang mencegatku. Ia makhluk tinggi besar, tampangnya aneh, menakutkan.<\/p>\n<p>\u201cHendak ke mana kau, heh?!\u201d<\/p>\n<p>\u201cAku tak tahu ke mana harus pergi.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSungguh hina kau\u00a0 manusia durjana.\u00a0 Bahkan hendak ke mana tujuanmu berjalan pun kau tak tahu. Selama hidupmu di dunia hanya menuruti nafsu busuk. Hidupmu hanya untuk\u00a0 senang-senang, mabuk-mabukan\u2026\u201d<\/p>\n<p>\u201cMaukah kau membantuku. Tolong tunjukkan ke jalan mana aku mesti melangkah?\u201d<\/p>\n<p>\u201cCih, mana sudi aku membantu orang\u00a0 yang semasa hidup tak\u00a0 pernah menyebut namaku, suka bohong dan munafik.\u201d<\/p>\n<p>\u201cAku lapar\u2026\u201d<\/p>\n<p>\u201cKau ingin makan?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSudikah kau memberiku\u00a0 sebutir nasi?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSilakan.\u201d Ia mengulurkan sekotak nasi dari api.<\/p>\n<p>Aku memakannya dan lidahku, mulutku terbakar. Tapi sedetik lidah dan mulutku muncul lagi. Kini aku merasakan kehausan.<\/p>\n<p>\u201cAku kehausan. Tolong beri aku air.\u201d<\/p>\n<p>Ia memberiku air.<\/p>\n<p>Air mendidih beraroma api. Aku meminumnya. Tenggorokanku terbakar, mulutku terkelupas, bibirku lepas. Tapi aneh, dalam hitungan detik kemudian, mulut dan bibirku kembali utuh. Betapa\u00a0 aku merasakan kehausan teramat sangat. \u201cAku haus, aku haus sekali.\u201d<\/p>\n<p>\u201cDasar manusia hina, tiada berguna!\u201d<\/p>\n<p>\u201cSiapa kau yang menyakitiku?! Siapa kau makhluk celaka\u2026\u201d<\/p>\n<p>\u201cKau yang makhluk celaka. Dulu kau hidup di dunia tiada pernah menjalani perintah Tuhan. Kau\u00a0 selalu melanggar larangan-Nya. Kau tak pernah berdoa, tak pernah menyebut\u00a0 namanya, bahkan saat kau jelang ajal pun kau tak menyebut nama Tuhanku. Enyahlah kau dari hadapanku, kau tak\u00a0 layak bertemu Tuhanku.\u201d<\/p>\n<p>Aku ditendang kuat-kuat. Aku seperti debu yang diterbangkan badai. Melewati labirin-labirin waktu. Menyusuri terowongan teramat panjang hingga bersua sepercik cahaya yang kemudian mendekapku, menyelubungiku.<\/p>\n<p>Tubuhku telah dimandikan, dan hendak dikafani. Satu lapis mori\u00a0 putih tmembungkusku, kala aku tiba-tiba\u00a0 merasa sesak. Sangat sulit bernapas. Cahaya yang menyelubungiku membuat tubuhku terasa hangat.<\/p>\n<p>Aku menggeliat, mencoba beranjak dari dipan. Aku meronta. Aku kembali bernapas, denyut jantungku\u00a0 timbul lagi. Aku hidup lagi. Orang-orang ketakutan berlarian. Modin menyentuh dadaku, mengelus tubuhku yang telanjang, dan berbisik. \u201cBelum saatnya kau mati, Nak. Beruntung\u00a0 Allah masih memberimu kesempatan untuk\u00a0 hidup. Berbuatlah\u00a0 di jalan yang diperintahkan-Nya!\u201d<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>\u201cNamanya Bahrun, usianya delapan belas tahun saat ia meninggal tersebab motor yang dikendarainya menabrak\u00a0 trotoar. Modin tengah memandikan jenazah Bahrun saat tiba-tiba ia terbangun\u00a0 lagi. Bahrun yang sudah dinyatakan mati\u00a0 hidup kembali. Orang-orang\u00a0 heboh. Ketakutan\u2026.\u201d<\/p>\n<p>\u201cBenarkah orang yang telah mati hidup kembali, Ustaz?\u201d empat\u00a0 kanak-kanak menatap sang guru ngaji.<\/p>\n<p>Ustaz Gozi, lelaki tambun yang\u00a0 parasnya selalu bersinar, mengiyakan.<\/p>\n<p>\u201cApakah\u00a0 ustaz melihat sendiri?\u201d<\/p>\n<p>\u201cYa, saat peristiwa langka itu terjadi, umur\u00a0 ustaz\u00a0 masih sepuluh. Bila ada tetangga atau orang yang dikenal meninggal, selalu diajak\u00a0 almarhum ayah takziah. Semula ustaz takut melihat orang mati. Apalagi melihat orang meninggal kemudian dipocong.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSeperti film-film pocong.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMending aku nonton film kartun.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKalau aku mah daripada nonton film atau sinetron, mendingan baca\u00a0 buku.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSudah, sudah. Masih mau tidak mendengar kisah orang yang sudah mati hidup lagi?\u201d<\/p>\n<p>\u201cUstaz, tadi ceritanya sampai di mana?\u201d<\/p>\n<p>\u201cKetika itu ustaz mendekat, ingin melihat modin yang mengkafani\u00a0 mayat. Ustaz mencelat kaget, ketika mayat hidup lagi. Demi Allah,\u00a0 ustaz melihat mayat yang digeletakkan di ambin\u00a0\u00a0 kayu bangkit, mencoba duduk. Ustaz sungguh\u00a0 takut. Saking takutnya, kencing di celana.\u201d<\/p>\n<p>Anak-anak tertawa.<\/p>\n<p>\u201cKemudian apa yang terjadi, ya Ustaz?\u201d si kanak berkopiah bertanya.<\/p>\n<p>\u201cOrang-orang panik. \u00a0Untung\u00a0 modin segera bertindak. Ia memeriksa mayat. Kemudian Modin berbicara, bahwa Allah telah menunjukkkan kebesaran-Nya. Semuanya atas kehendak Allah Swt,\u00a0 jenazah Burhan hidup\u00a0 seperti sedia kala.\u201d<\/p>\n<p>\u201cJadi kisah orang yang\u00a0 telah mati kemudian hidup kembali, bukan bohong? Benar-benar telah terjadi, ya, Ustaz?\u201d<\/p>\n<p>\u201cYa, ketika Allah berkehendak, tiada hal yang tak mungkin\u00a0 terjadi.\u00a0 Peristiwa yang\u00a0 terjadi pada Bahrun adalah bukti kebesaran Allah. Dialah yang menghidupkan, Dia pulalah yang mematikan makhluknya. Allah Maha Berkehendak.\u201d<\/p>\n<p>Ustaz Gozi melanjutkan menuturkan kisah. \u201cSejak diberi kesempatan\u00a0 kedua, hidup\u00a0 lagi, maka Bahrun berubah menjadi\u00a0 pribadi soleh. Bahrun yang\u00a0 tak pernah salat, sekarang ia rajin salat. Ia belajar mengaji dan\u00a0 membaca Al-Quran. Ia memilih bergaul dengan\u00a0 remaja masjid dan orang-orang saleh. Ia belajar agama Islam dengan sungguh-sungguh, menjalankan syariat,\u00a0 menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.\u201d<\/p>\n<p>Ustaz Gozi berceramah lagi, \u201cAlangkah malangnya\u00a0 muslim yang meregang nyawal dalam keadaan maksiat.\u00a0 Seperti\u00a0 koruptor yang meninggal ketika bersama pelacur, maling yang mati saat mencuri, selebritis yang tewas karena narkoba. Beruntunglah muslim yang meninggal dalam\u00a0 keadaan husnul khatimah. Orang yang wafat ketika mengimami salat, perempuan meninggal kala melahirkan buah hati, hamba Allah yang gugur di medan perang.\u201d<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Kisah kematian Bahrun menjadi menu wajib materi dakwah\u00a0 bagi para mubalig di kota kami. Kisah seorang\u00a0 pemuda\u00a0 berandalan yang suka berbuat maksiat, kemudian mati suri, dan\u00a0 atas kehendak Allah ia hidup lagi.<\/p>\n<p>Ketika diberi kesempatan\u00a0 kedua\u00a0 Bahrun menjadi orang saleh, hingga malaikat Izrail menjemputnya saat beliau\u00a0 berusia delapan puluh tahun.<\/p>\n<p>Ya, kamilah para cucu dan anak-anak Bahrun, yang setelah menunaikan ibadah haji di Makah, mengganti namanya menjadi Muhammad Bahrun Alkar. Beliau mendirikan pesantren dan memilih jalan sebagai mubalig hingga mangkat pada usia sepuh. Seperti wasiatnya pada kami, maka kami memakamkannya di pekuburan keluarga.<\/p>\n<p>Hingga dua puluh empat tahun kemudian, kompleks pekuburan, termasuk makam kakek kami, digusur, hendak dibangun jalan tol. Kami memindahkan makam kakek. Pada saat penggalian\u00a0 terjadilah hal yang menakjubkan, jenazah kakek kami, ustaz Muhammad Bahrun Alkar masih utuh. Jenazah masih menghadap kiblat, bahkan kami masih mencium harum minyak kasturi dari sosok leluhur kami.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Kota Ukir, 03 Juli 2023<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Kartika Catur Pelita<\/strong> menulis prosa dan puisi dalam Bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.\u00a0 Tulisannya dimuat di media cetak dan online seperti Suara Pembaruan, Nova, Kartini, Kedaulatan Rakyat, Media Indonesia, Jawa Pos, Republika, Kedaulatan Rakyat, Solopos, Majalah Jayabaya, Panjebar Semangat, Djaka Lodang, Basis. Bukunya karyanya: \u2018Perjaka\u2019, \u2018Balada Orang-Orang Tercinta\u2019, \u2018Perempuan yang Ngidam Buah Nangka\u2019, \u2018Karimunjawa Love Story.\u2019 Buku terbarunya jelang terbit, \u2018Ribka dan Binatang Predator.\u2019Penggiat komunitas Akademi Menulis Jepara (AMJ).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>22 Oktober 2023 Mati Suri Oleh Kartika Catur Pelita* &nbsp; \u00a0\u00a0\u00a0 Tubuhku membeku. Terbujur kaku pada ambin kayu. Orang-orang mengatakan aku telah mati. Kerabat, handai taulan, dan tetangga menguar sedih. Kedua orangtua dan saudara kandungku meratap, pilu menangisiku. Para tetangga sibuk memasang tenda, menata kursi, menyiapkan pemakamanku. \u00a0\u00a0\u00a0 Sebentar lagi prosesi pada\u00a0 mayat akan dilakukan. &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Mati Suri<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":732,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mati Suri - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mati Suri - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"22 Oktober 2023 Mati Suri Oleh Kartika Catur Pelita* &nbsp; \u00a0\u00a0\u00a0 Tubuhku membeku. Terbujur kaku pada ambin kayu. Orang-orang mengatakan aku telah mati. Kerabat, handai taulan, dan tetangga menguar sedih. Kedua orangtua dan saudara kandungku meratap, pilu menangisiku. Para tetangga sibuk memasang tenda, menata kursi, menyiapkan pemakamanku. \u00a0\u00a0\u00a0 Sebentar lagi prosesi pada\u00a0 mayat akan dilakukan. &hellip; Mati Suri Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-22T06:33:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/thumbnail-cerpen-mati-suri.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/\",\"name\":\"Mati Suri - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-10-22T06:33:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-22T06:33:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mati Suri\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mati Suri - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mati Suri - LiteraSIP","og_description":"22 Oktober 2023 Mati Suri Oleh Kartika Catur Pelita* &nbsp; \u00a0\u00a0\u00a0 Tubuhku membeku. Terbujur kaku pada ambin kayu. Orang-orang mengatakan aku telah mati. Kerabat, handai taulan, dan tetangga menguar sedih. Kedua orangtua dan saudara kandungku meratap, pilu menangisiku. Para tetangga sibuk memasang tenda, menata kursi, menyiapkan pemakamanku. \u00a0\u00a0\u00a0 Sebentar lagi prosesi pada\u00a0 mayat akan dilakukan. &hellip; Mati Suri Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2023-10-22T06:33:00+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/thumbnail-cerpen-mati-suri.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/","name":"Mati Suri - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2023-10-22T06:33:00+00:00","dateModified":"2023-10-22T06:33:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/mati-suri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mati Suri"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":733,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/728\/revisions\/733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/732"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}