{"id":925,"date":"2024-02-04T06:57:41","date_gmt":"2024-02-04T06:57:41","guid":{"rendered":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?p=925"},"modified":"2024-02-04T06:57:41","modified_gmt":"2024-02-04T06:57:41","slug":"lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/","title":{"rendered":"Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak"},"content":{"rendered":"<p>4 Februari 2024<\/p>\n<h1><strong>Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak<\/strong><\/h1>\n<p>Oleh: Ariezal Gift*<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-929\" src=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/ilustrasi-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"650\" srcset=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/ilustrasi-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak-300x300.jpg 300w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/ilustrasi-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/ilustrasi-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak-150x150.jpg 150w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/ilustrasi-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak-768x768.jpg 768w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/ilustrasi-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak-1536x1536.jpg 1536w, https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/ilustrasi-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tenanglah, aku tahu kamu kecewa dan marah sama ucapan bapak. Aku juga tahu kau sangat kesal dan ingin memukulnya. Sabarlah, tahan sedikit emosimu. Kesinilah dan duduklah di sampingku, aku akan bercerita sedikit tentang bapak\u2026<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Bapak bukanlah orang yang punya pendidikan tinggi. Beliau hanya lulusan SMA dan kemudian mondok beberapa tahun di pesantren. Sedari kecil, bapak orangnya sangat pekerja keras dan gigih dalam melakukan apa pun. Bapak orangnya pendiam dan tak banyak bicara. Hanya sesekali saja saat ada hal penting. Selebihnya hanya diam.<\/p>\n<p>Suatu kali bapak bertemu dengan ibu dan bertekad untuk menikahinya. Keluarga ibu termasuk keluarga menengah ke atas. Ibu anak terakhir dan paling dimanja para kakaknya.<\/p>\n<p>Singkat cerita bapak akhirnya menikah dengan ibu. Awal-awal saat ibu tinggal bersama keluarga bapak, ibu sangat terkejut dengan kondisi beliau. Bukan karena rumah yang ditinggali sangat kecil, melainkan perlakuan mertuanya terhadap bapak sangat di luar nalar.<\/p>\n<p>Bapak selalu menjadi anak yang terpinggirkan dibanding dengan adik-adiknya. Jika ibunya memiliki makanan atau uang pasti yang didahulukan adik-adiknya.<\/p>\n<p>Segala permintaan yang diminta bapak pasti selalu ditolak, tetapi pas adiknya yang minta langsung dituruti.<\/p>\n<p>Begitulah, namun bapak tidak patah semangat, selalu berusaha sekuat tenaga demi bisa membuat ibunya bangga. Meski beliau tahu, usahanya pasti berakhir sia-sia.<\/p>\n<p>Ibu yang tidak tega melihat bapak terus menerus terpinggirkan meminta pindah rumah saja. Bapak menyetujui usulan tersebut dan memilih tempat yang agak jauh dari rumah keluarga. Meski rumah tersebut masih sebatas nyewa, ibu terlihat bahagia karena sudah lepas dari bayang-bayang mertuanya.<\/p>\n<p>Kehidupan berlanjut. Bapak ditawari kerja oleh kakaknya ibu sebagai seorang penambang. Sebuah perahu kayu diserahkan ke bapak untuk dioperasikan sebagai alat pengantar orang-orang yang ingin menyeberangi sungai Bengawan Solo. Selain itu, kakak ibu juga memberikan kebebasan bapak dalam ikut menimbang hasil tambak dan membelinya untuk kemudian dijual lagi di tepi sungai. Begitulah, bapak menjalaninya dengan semangat dan tak kenal lelah.<\/p>\n<p>Suatu kali aku ikut bapak mengantar orang-orang mengarungi sungai Bengawan Solo. Setiap kali penumpang yang turun dari perahu, ada yang membayar langsung dan ada pula yang tidak membayar. Melihat itu aku sangat heran dan bertanya pada bapak mengenai masalah tersebut.<\/p>\n<p>Bapak tak menjawab pertanyaanku dan hanya tersenyum saja.<\/p>\n<p>Pas di jalan pulang, bapak berkata, \u201cOrang-orang yang tidak membayar tadi mungkin sedang tidak punya uang, jadi biarkan saja. Anggap saja kita sedang bersedekah pada mereka. Apa pun keadaan kita, baik sedang dalam keadaan sulit ataupun lapang, kita harus membantu orang yang sedang membutuhkan. InsyaAllah nanti hidup kita akan dimudahkan juga oleh Allah.\u201d<\/p>\n<p>Benarlah apa yang dikatakan bapak, setelah perkataan itu bapak berhasil membeli sebuah tanah dan membangun rumah sederhana untuk kita. Tidak hanya itu, bapak juga terus mengembangkan usahanya agar dapur kita masih terus mengepul. Terkadang bapak juga ikut memanen ikan di tambak, terkadang juga jadi tengkulak ikan dan udang, dan masih banyak lagi usaha yang dilakukan bapak agar kita tidak kelaparan.<\/p>\n<p>Dulu, pas aku mondok bapak sering sekali berpesan, \u201cjangan boros-boros, belajarlah untuk berhemat, rajinlah menabung, belajarlah yang rajin, jangan nakal dan taati semua peraturan pondok agar kelak kehidupanmu lebih baik dibandingkan bapak sekarang.\u201d<\/p>\n<p>Waktu itu aku hanya mengangguk-angguk saja. Tanpa mengindahkan perkataan bapak. Uang yang bapak berikan selalu aku pakai buat beli buku bacaan semacam novel.<\/p>\n<p>Memang, waktu itu aku tidak boros dalam hal jajan makanan, tetapi aku sangat boros dalam jajan buku-buku. Dan, aku tidak memberitahu bapak soal itu.<\/p>\n<p>Setiap kali berkunjung bapak selalu memberikan nasihat serupa hingga hari terakhir aku berseragam SMA. Bapak selalu mengabulkan apa pun yang aku inginkan. Meskipun aku sendiri tahu, pasti bapak merasa sangat kesulitan dengan permintaanku tersebut.<\/p>\n<p>Bapak selalu mengusahakan yang terbaik untuk apa pun yang kupinta walau harus meminjam dulu dari tetangga atau keluarga.<\/p>\n<p>Suatu malam, aku melihat bapak duduk termenung di teras belakang rumah. Saat itu aku belum mengerti, aku hanya mengajak ngobrol bapak tentang hal-hal yang aku alami di pondok.<\/p>\n<p>Aku ceritakan hal-hal menarik pada bapak. Namun, bapak hanya merespon sekilas saja\u00a0 dengan wajah datar. Aku agak kecewa dan masuk ke rumah. Sementara bapak masih terus melamun di teras.<\/p>\n<p>Beberapa tahun kemudian aku mengerti, jika bapak sedang sendirian di luar rumah sambil melamun, maka bapak sedang memikirkan solusi untuk masalahnya. Entah itu uang belanja buat ibu, uang sekolahku dan adik-adik, atau kebutuhan lain semacam HP dan laptop.<\/p>\n<p>Bapak selalu berusaha keras memikirkan itu semua sendiri tanpa pernah melibatkan ibu atau kita anak-anaknya. Karena menurut bapak, segala urusan kebutuhan rumah tangga dan sekolah adalah tanggung jawab bapak. Untuk ibu biar mengurus rumah dan urusan kita adalah belajar dengan baik.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Aku menghentikan cerita dan menatapmu. Kulihat kau mulai terisak pelan. Aku menghela napas sejenak dan menepuk-nepuk bahumu menenangkan. Tenanglah!<\/p>\n<p>Bapak telah mengalami banyak hal yang tidak mudah dalam hidupnya. Bapak memarahimu bukan karena tak sayang, melainkan bapak tidak ingin kau mengalami hal-hal yang berat seperti yang dulu bapak alami.<\/p>\n<p>Bapak hanya ingin kau sadar dan bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kelak, kau juga pasti akan menjadi seorang ayah bagi anakmu. Bapak tidak ingin kau terus-terusan hidup seenaknya tanpa mau berusaha. Cuma itu saja keinginan bapak.<\/p>\n<p>Aku tahu, kau ingin merantau jauh sepertiku, tetapi ibu melarangmu. Aku tahu kau tidak ingin kuliah dan ingin istirahat sejenak. Meski kau tahu sendiri bapak sangat menentang keputusanmu. Dan, aku juga tahu kau tidak mau diatur-atur lagi sebagaimana saat kau masih sekolah dulu. Namun, kau juga harus tahu, bapak dan ibu hanya ingin kau menjadi anak yang baik dan bertanggung jawab. Baik untuk diri sendiri ataupun orang lain. Itu saja.<\/p>\n<p>Kau masih menangis sesenggukan. Sementara malam semakin larut.<\/p>\n<p>Baiklah, sekarang tidurlah. Besok jangan lupa meminta maaf sama bapak atas perlakuan burukmu itu.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Gresik, 29-01-2024<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>===<\/p>\n<p><strong>*Ariezal Gift<\/strong>, lahir dan besar di kota Gresik. Penikmat buku-buku sastra dan penyuka kucing.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>4 Februari 2024 Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak Oleh: Ariezal Gift* &nbsp; &nbsp; Tenanglah, aku tahu kamu kecewa dan marah sama ucapan bapak. Aku juga tahu kau sangat kesal dan ingin memukulnya. Sabarlah, tahan sedikit emosimu. Kesinilah dan duduklah di sampingku, aku akan bercerita sedikit tentang bapak\u2026 *** Bapak bukanlah orang yang punya pendidikan tinggi. &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":928,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"disabled","ast-breadcrumbs-content":"disabled","ast-featured-img":"disabled","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-925","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cerpen"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.13 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak - LiteraSIP<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak - LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"4 Februari 2024 Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak Oleh: Ariezal Gift* &nbsp; &nbsp; Tenanglah, aku tahu kamu kecewa dan marah sama ucapan bapak. Aku juga tahu kau sangat kesal dan ingin memukulnya. Sabarlah, tahan sedikit emosimu. Kesinilah dan duduklah di sampingku, aku akan bercerita sedikit tentang bapak\u2026 *** Bapak bukanlah orang yang punya pendidikan tinggi. &hellip; Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak Read More &raquo;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"LiteraSIP\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-04T06:57:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/thumbnail-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admLit3r4\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admLit3r4\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/\",\"name\":\"Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak - LiteraSIP\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-02-04T06:57:41+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-04T06:57:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/\",\"name\":\"LiteraSIP\",\"description\":\"Memperkaya Dunia Dengan Literasi\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b\",\"name\":\"admLit3r4\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admLit3r4\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\"],\"url\":\"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak - LiteraSIP","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak - LiteraSIP","og_description":"4 Februari 2024 Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak Oleh: Ariezal Gift* &nbsp; &nbsp; Tenanglah, aku tahu kamu kecewa dan marah sama ucapan bapak. Aku juga tahu kau sangat kesal dan ingin memukulnya. Sabarlah, tahan sedikit emosimu. Kesinilah dan duduklah di sampingku, aku akan bercerita sedikit tentang bapak\u2026 *** Bapak bukanlah orang yang punya pendidikan tinggi. &hellip; Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak Read More &raquo;","og_url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/","og_site_name":"LiteraSIP","article_published_time":"2024-02-04T06:57:41+00:00","og_image":[{"width":500,"height":300,"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/thumbnail-cerpen-lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admLit3r4","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admLit3r4","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/","name":"Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak - LiteraSIP","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website"},"datePublished":"2024-02-04T06:57:41+00:00","dateModified":"2024-02-04T06:57:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/lelaki-yang-biasa-dipanggil-bapak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lelaki yang Biasa Dipanggil Bapak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#website","url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/","name":"LiteraSIP","description":"Memperkaya Dunia Dengan Literasi","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/9f576acc1ac16f7e3601817379e0143b","name":"admLit3r4","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6c2628e77fe6c825dce8b8157d6ec60ba45e4d86cfa3330ae181844e5f9c11f?s=96&d=mm&r=g","caption":"admLit3r4"},"sameAs":["https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip"],"url":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/author\/admlit3r4\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/925","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=925"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/925\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":930,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/925\/revisions\/930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media\/928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=925"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=925"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sippublishing.co.id\/literasip\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=925"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}