LiteraSIP

17 Maret 2024

Puisi-Puisi Muh. Nasrul Evendi

Oleh Muh. Nasrul Evendi*

 

 

Tuhan Membawa Dragon Ball
:Mendengar kematian Akira Toriyama

 satu Shio Naga telah dipulangkan
sebagaimana naga cintamu kepada tujuh bola
tabah tangan anak-anak
selalu merawat ingatan
yang kekal ditinggalkan
sastra digambarkan
beserta episode-episode yang selalu memutar ulang kenangan itu

aku ingin menceritakan bahasa tubuhku kepadamu
kuarahkan tubuhku menjadi hayalan kamehameha
kami tak menyala setebal labu
hanya anak-anak yang lahir dari mahakarya
kemudian hidup menjalin kenangan yang berulang

jalankanlah, maka perihalmu akan dikenal oleh sejarah
seperti kinton yang tak akan menerima bentuk jahat
kami lahir datang dewasakan diri
mengepulkan kerinduan berulang

“orang pun datang
dan akan kembali
kehidupan kan’ menjadi satu”

suaramu berulang menanamkan panah cinta
kau telah hidup kembali
dalam bahasa manga
tanpa menerima tujuh bola naga

(2024)

 

Bukan Sekadar Resep Makanan Sanji

berjalanlah di bibir tahun
semenjak kami ikut berkelana
melayarkan kapal

seperti biasanya
di Minggu ini kami kembali
menemukan resep makan sanji
dipulangkan dalam kening keriting
atau peristiwa lain
ditawarkan oleh kapten bajak laut

kami masih saja bocah dulu
berkencan dengan sastramu
pada tayangan bstation di minggu siang
agar harapanku yang sia-sia
selalu mengenal perjuangan
yang diakrabkan pada dunia berbeda

kau harus selalu membuka pintu
sampai ending di atas kepala

(2024)

 

Kembalinya Zanpakuto

 kembali ditayangkan
pedang pemotong roh
pada pekan berikutnya

misalnya kau akan bertanya
bagaimana kabar anak-anak
sedang baik-baik saja
atau merindu bait-bait sajak

aku dilahirkan sebagai kesendirian
maka lahirkanlah kembali
aku ingin melihat wajah Hollow
setelah waktu membawamu tenang

tak ada suara surga di kamar tidurku
kecuali kesunyian
maka kehampaan menyatakan menikmatimu, dan nikmatilah aku
jadikan layar laptopku serupa yang lalu

hidup hanya berlarian menjadi ambigu
menatap tarup
menunggu hal baik
dalam Ichigo, mulai memetik bunga
mungkin untuk Inoe, mungkin untuk Rukia

 tatkala suara dari langit
kembali meminang waktumu

(2023)

 

Berjalan di atas Air

/1/
seorang muda berjalan di atas air
matanya kalut, hatinya kusut
tak ada kecup yang menghargai mimpi
misalnya seorang ibu yang menjaga nutrisi
atau sebuah ayah yang mengajarinya soal ninja

seorang muda hanya berjalan di atas air
tubuhnya menerima kehampaan
dari seekor rubah berekor sembilan
perjalanan yang dibakar berulang

seorang muda berjalan di atas air
ia tak akan tahu jalan menjadi disayangi
sebagaimana kutukan menakdirkan untuknya
cara lain untuk kesepian

seorang muda berjalan di atas air
meski orang-orang akan datang dengan ketakutan
menempatkan kata-kata
mengingat sejarah dalam kota-kota

seorang muda berjalan di atas air
ingin menjalin cinta seperti ayah
agar esok hari menemukan jalan ninja
membimbing musim lain di desa

 

/2/
ia berjalan mengambil ingatan
seorang muda setelah dewasa
sepanjang perang dunia
ia layarkan bayangan panjang
hingga seorang muda berjalan di atas air
telah mengambil Kurama dan Gama

seorang muda masih saja berjalan di atas air
telah disambut doa anak-anak
sebelum menjadi dewasa

diukirkan wajahnya di atas batu
seperti apa yang menjadi masa lalu
dan tak ada lagi anak-anak yang bertanya
tentang nasib seorang muda yang berjalan di atas air

(2023)

 

===

*Muh. Nasrul Evendi, beberapa karya puisinya pernah termuat di pelbagai buku antologi, media cetak, dan media online.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *