LiteraSIP

18 Desember 2025

Puisi-Puisi Muhammad Ilham Akbar B

Oleh Muhammad Ilham Akbar B*

 

 

Balada Amigdalaku

Pada sudut gelap kesadaranku
amigdala menabuh balada
irama cemas menguasai jiwaku
hingga sunyi mereda

Ingin aku membakar semesta
setidaknya semesta
yang menjalar di kepalaku

Ingin aku membunuhmu
bukan dirimu yang nyata
hanya bayangmu
yang terus menghantui pikiranku

Dalam genderang perang batin
kadang yang harus dikalahkan
bukanlah raga
melainkan jiwa yang tak kunjung tenang

Samarinda, November 2025

 

Terus Terang

Cahayamu terlalu terang
membutakanku hingga hilang kata
tersesat antara kilau yang kau sertakan

Ingin aku berterus terang
namun sorotmu kian membungkam pelan
bak kejujuran tak menemukan ruang
berdiri berteman gentar

Sebab terang, kepunyaanmu seorang
lantas aku hanya bayang
yang tertahan
pada pinggiran sinar yang
mengurung harapan

Samarinda, November 2025

 

Resep Rawat Jalan dari Semesta

 Aku menapak dari satu luka ke luka lain
tiap-tiap langkah terselip nama yang berbeda
disertai memori asmara yang kukira abadi

Pada sisa senja terakhirnya
kau tinggalkan jejak tanya yang sama,
persis seperti yang lain

Aku tersadar dengan luka
aku bukan mencari cinta
aku hanya takut kehilangan cerita
di mana aku bisa hidup sebagai orang lain

Kesedihan yang terkubur meronta
berkecamuk bak ombak di samudera
tepat di titik itu, aku mulai belajar
diamku, sunyiku, adalah obat
obat terpahit di antara semua

Ini resep rawat jalan dari semesta
memantaskan diri tanpa janji kepada siapa pun
menyulam luka menjadi ruang
sebelum akhirnya kuizinkan seseorang masuk

Mata ini menutup
menyusuri irama jantung sendiri,
untuk pertama kali
aku merasa lengkap
meski sendiri

Samarinda, November 2025

 

Ayah yang Tak Sempurna

Pria itu
mati menorehkan pedih
di hati ibuku, di wajah saudariku,
di relung jiwaku yang hampa

Pria itu
bukan sosok ideal
bukan pelindung tanpa cela
bukan penafkah yang mapan

Pria itu
raut wajahnya membawa duka
menjadi sesak di setiap napasku
menjadi beban di pundakku

Hingga kusadar
di balik kekurangannya
kutemukan ironi yang tak bisa kutolak,
cinta yang tulus, cinta sederhananya
mengajarkanku menjadi manusia

Kini aku berdiri
sendiri tapi tak sendiri,
menapaki jalan untuk melampaui langkahnya
membawa keluarga tanpa beban yang sama
menyalakan cahaya yang ia tinggalkan padam

Pria itu, ayahku,
kau tak sempurna,
tapi ketidaksempurnaanmu
menjadi pijakanku
menjadi manusia

Samarinda, November 2025

 

===

*Muhammad Ilham Akbar B. Lahir dan besar di kota Makassar. Ia saat ini menetap di kota Samarinda dan mulai menggemari lagi seni menulis. Ia berprofesi sebagai Dosen Program Studi Pendidikan Masyarakat FKIP Universitas Mulawarman.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *