LiteraSIP

15 Januari 2026

Puisi-Puisi Erna Muti’rofianas

Oleh Erna Muti’rofianas*

 

 

Aneka Rasa Kota

Kami berjalan kaki mencicipi kota
menyambangi satu menu ke menu lain
Ada asam muram penambang garam;
renyah lelah pengajar sekolah;
pahit letih petugas bersih-bersih;
gurih perih buruh pabrik;
sepat resah penggarap sawah;
pedas cemas petani kapas;
dan manis janji dewan kota.

Di restoran lain,
di jalan yang tak pernah dilalui pengamen dan pengemis,
hanya ada hidangan manis
yang dimasak dari daging iblis.

 

Lampu Penunjuk di Perempatan Jalan

Traffic light di perempatan jalan itu berbisik

Tentang panas yang tak kenal ramah
sinar mereka membakar hingga ke sumsum;
Tentang hujan yang muncul tiba-tiba
seperti penagih biaya layanan parkir;
Tentang angin yang beriak tak terarah
seolah siapa pun akan diteladani;
Dan bahwa ia harus tetap berdiri kokoh
menjadi penunjuk bagi manusia-
manusia yang sering lupa.

 

Mimpi Menetas dari Telur Ayam

Mimpi menetas dari telur ayam
yang dierami 21 hari.
Ketika cangkang pertama retak,
mimpi menyeruak.
Seperti sinar bulan
yang mengintip
dari celah-celah dedaunan.

Mimpi pertama menapakkan kaki
dan mencecap rasa tanah.
Ada basah keringat dan air mata,
gersang luka dan dahaga,
gembur harapan dan doa-doa.

Telur kedua menetas
dan mimpi membentangkan sayap
ke tempat biji-biji tinggal
dan umbi tak pernah habis.

Kadangkala, mimpi tak jadi menetas.
Membusuk dalam cangkang dan dibuang.
Tak apa, ada banyak telur yang dierami ayam.

 

Asmara Mekar dari Kelopak Mawar

Asmara mekar dari kelopak mawar
yang tangkainya berduri sukar didekati;
yang akarnya menyatu dengan tanah berbatu;
yang daunnya rimbun oleh senyum.

Kuncup mawar menyimpan banyak memori
tentang perkenalan lebah dan benang sari;
kencan pertama di bulan Juli;
pelukan hangat musim semi;
debar nadi enggan berhenti.

Ketika kelopak mawar runtuh
dan benang sari jatuh,
sayap lebah menggenggamnya
erat.

Embun pagi adalah bukti
kelopak mawar kian berseri.

 

===

*Erna Muti’rofianas, mendayagunakan waktu luang dengan membaca fiksi, terutama genre misteri dan fantasi, serta menulis puisi, cerpen, dan resensi di beberapa media online.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *