LiteraSIP

31 Maret 2024

Puisi-puisi A Farhan

Oleh A Farhan*

 

 

Cinema Paradeso
 —alfredo

 demikian percakapan itu
waktu menjelma ruang
jam dinding berputar
ke layar yang menatap
puluhan mata.

intipmu dari celah lubang
peradaban berwajah kota
mengetam gedung tua
penuh kilatan cahaya.

kesinilah Salvatore, lihatlah,
rampaslah isi kepalaku
fatamorgana gampang karam
langit & awan pecah pecah
angin bersenandung
debur kalbu
menggeliat di ujung maut.

pamekasan, 2023

 

Giancalo

kereta meninggalkan cerita
pelukan ibu terasa dalam
berlanglang ke buana
mencekam bayang bayang
sebuah masa lalu terbang
kepanjang rel.

pergilah, pergilah.
dencing kota sedang sunyi
dan di proyektor itu
kau tak akan menemukan
senyuman ayah.

sebelum api
benar benar kembara
pergilah,
untuk menyemai masa mudamu
sebab kau akan menemukan
banyak jejak & kenangan
antara cinta dan rindu.

selain tentang maut
dan gedung pemusnahan.

pamekasan, 2023

 

Ghetto, 1943

 kemudian angin mulai  membeku
dan anak kecil itu tekun membangun surga.

tak ada doa dalam dekapan dada
semua gemetar di gelegak tembak.

yang sepi mendadak ramai
dan lorong itu dipenuhi altar mayat.

sementara Holocaust
sibuk merancang kiamat.

pamekasan, 2023

 

Kencan

 suara itu
ayat-ayat tubuh.

melekat
di ujung nadi.

menenangkan
kalbu & jiwa.

hari ini
tak ada lagi izrail
dan telah kutawar perjanjian itu.

pamekasan, 2023

 

Catatan:

Puisi ini merupakan adaptasi dari sebuah film, Cinema Paradeso (1988), The Pianist (2002), Schindler’s List (1993).

 

===

*A Farhan, Lahir di Sumenep. Santri PP. Annuqayah Lubangsa Utara Guluk-Guluk Sumenep. Penggerak Literasi Pesantren dan sekarang ngabdi di PP. Darul Amin Waru Pamekasan puisi-puisinya tersiar di media cetak mau pun online.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *