LiteraSIP

23 Juni 2024

Puisi-Puisi Winda Efanur FS

Oleh Winda Efanur FS*

 

 

Jalan Kota

Di tengah jalanan kota
Penyair itu menulis puisi pada jejak kakinya
Yang mengantarkannya pada ketiadaan
Hidup adalah jalanan yang bising
Dari teriakan luka masa lalu
Hingga air mata masa depan
Di tengah jalanan kota
Sorot lampu jalan menyinari kegelapan
Penyair itu berjalan di atas trotoar
Sambil memandangi arah persimpangan

 

Sebuah Kota

Aku masih menghirup kerinduan yang sama
seperti dasawarsa lalu, ketika kita pertama kali mengenal luka
Jalanan kota Jogja yang ramai
Napas rindu yang begitu menyesakkan dada
Rupanya ada yang tertanggal sebelum tinggal
Ada yang terbayang mesti tak bisa dipandang

Cilacap, 19 Juni 2024

 

Pemain Sirkus

Di dalam gedung pertunjukkan pemain sirkus berjalan di papan api
Wajahnya ditutup topeng berwarna hijau
Dia berjalan di atas bara api sambil melambaikan tangan kepada penonton
Semua penonton bertepuk sorak melihat keberaniannya

Di ujung ada ada pot bunga mawar, pemain sirkus memetik bunganya
Dia mencium wangi mawar lalu membuka topengnya
Melihat wajah asli pemain sirkus sebagian besar ada yang memalingkan muka

sayup-sayup tepuk tangan senyap

Pemain sirkus menutup topengnya kembali,
Dia memberikan mawar itu kepada anak kecil di bangku depan
Tirai hitam menutup panggung
Muncul api lebih besar dari panggung yang terbakar
Setengah penonton berhamburan keluar gedung
Mereka yang tersisa di gedung bertepuk tangan
Api perlahan padam, dari atas gedung jatuh ratusan mawar

Tirai hitam menutup panggung kembali
Bertuliskan, “Ada yang pergi membawa cinta, ada yang kembali karena cinta.”

Cilacap, 19 Juni 2024

 

===

*Winda Efanur FS, seorang penulis lepas. Beberapa tulisannya dimuat di koran Radar Banyumas, Radar Banyuwangi, Riau Pos dan media online lainnya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *