14 Juli 2024
Puisi-Puisi Alifia Syahrani
Oleh Alifia Syahrani*

Bersimpuhnya Daun
daun yang bersimpuh
tergeletak; air hujan yang menggenang
angin; menyakitkan
membawa debu sore itu
FIB, 2023.
Bait Arkais
(launching buku kumpulan puisi “Lagu Liwung” karya Teddi Muhtadin)
engkau tau:
makna-makna hidup
bertebaran
dalam bait arkais
jalan-jalan terjal
menjadikan nafas tercekik
makna cinta
terisi hidup
dalam lorong-lorong
kehampaan
dalam gempita
abstraksi
Balé Rumawat, 2023.
Teras Langit
di teras ini:
kopi bercampur sendu
roti berselai rindu
langit
murung tak tentu
di teras ini:
daun-daun menari-nari
pohon pun terdiam
secerca harapan
berseri memuji
Jatinangor, 21/05/2024.
Sunyi Menepi
hening dan sunyi
ketenangan
tak terganti
batu-batu tersusun rapi
bukan sekedar persinggahan
menepi
jejak-jejak beriringan
mencari tempat
pemberhentian
Leuwibuleud – Kanékés, 05/06/2024.
===
*Alifia Syahrani. Lahir di Ciamis, tahun 2002. Keseharian menjadi Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Aktif menulis Esai, Sajak berbahasa Indonesia dan Sunda.