LiteraSIP

21 Juli 2024

Puisi-Puisi F. A Lillah

Oleh F. A Lillah*

 

 

Menata Ulang Rak Buku
(Afrizal Malna)

aroma dan rasa
soal
asal-usul
industri budaya
…(ia)
prosa media
ruang kreatif
memantik
asas kehidupan

: ia
menata rak buku
berarti pelebaran makna

Yogyakarta 2024

 

Kamus Kecil

malam mengetuk hati paling liar
darah bergelombang pulang
menelusuri doa-doa masa kecil

denting waktu petang ingatan
menjadi bagian paling gila
untuk meniadakan hukum sosial:

aku adalah dia
seutuhnya

suluh kemanusiaan
perlu menjaga keutuhan ciptaan Tuhan
kepada sesama yang berpijak menjunjung langit

Madura-Yogyakarta 2024

 

Epigram Aswad

namaku hitam
disebut demikian
karena paling tenang
dari kumpulan manusia
dilahirkan oleh maha kesunyian
tercatat sebagai jarum tafsir

aku hampir mati
di antara maraknya cahaya
yang sana-sini menyayat
kebernasan makna

Pamekasan 2024

 

Anasir Bulan Juni
: Sapardi Djoko Damono

dalam jangka dekat
puisi di balik jam
berdoa dalam kesunyian

jarum jam berdetak tenang
memastikan catatan agitasi perjalanan
untuk perjamuan terakhir

angka 12 adalah usia
yang terbentuk pertikaian rasa
sebagai pelengkap menu meja makan

dan hari berganti lagi
dalam lingkungan teks kematian
yang membatin

Yogyakarta 2024

 

Tanda-tanda Orang Sakit

keringat dingin
mendidihkan arus darah
dalam tubuhku
yang mulai tandus

lampu kamar
mati-matian
jam dinding
berbunyi cicak

“aminku rapuh
digerogoti panas tubuh”

Yogyakarta 2024

 

===

*F. A Lillah kelahiran Madura. Masih duduk di bangku kuliah prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Gemar membaca, berdiskusi dan menulis. Puisinya telah nangkring di media online dan cetak.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *