11 Agustus 2024
Puisi-Puisi Hartati
Oleh Hartati*

Perahu di Atas Ombak
kasih, kulepaskan kau
di samping ombak biru itu
percakapan kita telah usai
perahu-perahu telah dipulangkan
tapi mengapa dulu yang kutafsirkan
hanyalah diingatanku niatmu akan berlabuh
sengaja kuberdiri di tepian lautan itu
ingin membuatmu lebih indah
saat kupandang di antara pulau yang tak dapat kujangkau lagi jaraknya
kini, kau mendekam di dalam buih-buih dan riuhnya
dan kurelakan ia menemani kepergianmu
lalu kau bangunkan layar-layar tangguh
kau memilih berlomba di antara badai-badai yang kau yakini bisa kau sanggupi
tidakkah kau mengira
ombak yang pertama akan mematikanmu ialah
ombak yang menggulung di matamu
dan menderu di lautan dadamu
Kendari, 23 Juli 2024
Sajak Seekor Nyamuk
di sebuah ruangan sempit
aku melihat seekor nyamuk
sedang berputar-putar sendirian
dan di bawah bola lampu
suara jam dinding berbunyikan remang-remang,
samar seperti bayangan yang entah berlarian ke sana ke mari
di ruangan sesempit ini
ia hanya bisa memikirkan
mengapa waktu memberiku usia yang singkat
serasa seribu malam sudah melingkar di atas kepala
jam dinding tak pernah lagi bersuara
masihkah kau mau
melukainya
di perjalanan menembus tidurnya
ia selalu menatapnya sebagai genangan,
kadang juga seperti gelap kendi,
di mana ia menulis puisi dari setiap dentuman tetesan air yang jatuh dari langit
setelah itu
aku sudah tak melihatnya lagi
sisa suara gerimis yang tetap mengisi kendi
tanpa puisi
Kendari, 2 Agustus 2024
Tentang Berita Kepergianmu
aku bertanya kepadamu siang itu
“sekencang apa kau melawan angin pada matamu”
lalu kau berbalik padaku
membawakan selembar daun kering dan bunga kamboja putih
di makam pekarangan rumah orang dulu
aku telah berakhir dengan kedua mataku, jawabmu
dan suatu hari
kau pun juga akan berakhir di antara salah satunya
atau mungkin keduanya
seketika
kita tak lagi mendengar suara
selain beberapa kelopak yang tergerai
dan suara desak rumput kuda yang terdengar begitu pelan
lalu angin meniup bayanganmu
dari mataku
rupanya kau sedang mengajariku tentang perjalananmu siang itu
kemudian kau kembali menjelma
angin yang sedang hinggap di tangkai dedaunan yang paling dekat
kau menungguku pulang ke mana
Kendari, 26 Juli 2024
Lewat Seekor Burung
izinkan aku berehat sejenak
dalam puisi-puisimu
biarkan mataku kalah di dalamnya
kemudian aku akan menjelma seperti seekor burung
yang ditembak mati oleh pemburu
temukanlah aku dalam keadaan pulas yang tak pernah bersudah
sebab di sana banyak doa yang akan terjadi
dan aku memilihmu untuk menangkap salah satunya
Kendari, 20 Juli 2024
===
*Hartati lahir di Warinta, 18 Agustus 2003. Kini ia tinggal di Kendari. Ia mulai mengembangkan puisinya saat duduk di perguruan tinggi Universitas Halu Oleo.