LiteraSIP

9 Maret 2025

Puisi-Puisi Achmad Ibnu Ibad

Oleh Achmad Ibnu Ibad*

 

 

Kafe Musim Dingin
 
–Suatu hari pada bulan Oktober 1975

dinding membisiki angin
tentang kertas yang menguning, dihembus oleh sayup
merembes pori-pori memori
tertulis di serat-seratnya
yang lalu adalah Amal

dua kursi cokelat bercengkerama
merisikkan faransawi dan syai
pada meja yang menjelma sendu
mengadu kepada asap
di depan hanya ada Ablah

asap rokok menggerayangi
mayat-mayat yang duduk
menunggu kopi dingin
mengulum duka
pada dahi-dahi mereka terpahat
dan mereka berdua, arwah yang hilang

di Riche
di keheningan

 Kairo, 2024

 

Elegi Merah
—komentar terhadap tulisan Sebagai Ganti Bunuh Diri

sampaikan rinduku kepada
kepala yang membusuk
serupa karpet bulu
yang menghitam
diselimuti lumut-lumut merah

ia cermin buram
yang dilingkupi kabut
digayang oleh serigala-serigala
yang kurus
lapar oleh kerahasiaan

jam berdenting
mendengungkan luka-luka
di bibir basah Ablah
yang menetes darinya
titik-titik dosa

aku mengerut
“apa itu sesal?”
ia adalah kamar hotel yang menggugat hawa dingin karena lama bersemayam di dalamnya

 Kairo, 2024

 

Selatan Aku

aku jari-jari mesin ketik
membentuk kalimat pada wajahmu
sebagai ganti bunuh diri
dan robekan baju

pada al-Qalb
kembalikan malam-malamku
yang terperangkap di matamu
lalu menjamur
bagai bibir
yang merah oleh darah

aku akan bunuh diri pada usiaku yang ketiga puluh

lalu mesin ketik itu
meleburkan lilin dan api
dalam larut senar-senar biola
mengguratkan di atas mejamu

akhirnya, aku bebas

Kairo, 2024

 

Hari-Hari Awal Spartacus

di balik ruji-ruji besi gelap yang memerangkap gita
ada sore-sore yang dibelai awan
disuap sinar mentari
menantang hutan
potong tangan dan kakiku

di setiap kamar tidur hangat yang sesak oleh berahi
ada sumur-sumur yang dalam
dasarnya adalah mata
yang menangisi tepiannya
gantung aku, di leherku

namun, ia adalah seorang bayi
yang kelak menjadi Sparta
tuhan bagi para hantu
maka orang-orang membikin untuknya
panggung dari tali gantung
kata-kata terakhirku, ditulis dan dicatat, oleh Amal

maka dengarkan
maka tuliskan
 
Kairo, 2024

 

===

*Achmad Ibnu Ibad adalah mahasiswa linguistik umum universitas al-Azhar. Tertarik dengan kehidupan marginal Kairo dan puisi-puisi bebas serta cerpen-cerpen Timur Tengah.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *