25 Mei 2025
Puisi-Puisi Josefina Dementieva Aguilaro
Oleh Josefina Dementieva Aguilaro*

Tangan dan Angan
tangan dan angan—
dua benih yang kau tanamkan,
berkecambah jadi perasaan,
lalu kau tinggal tanpa pesan,
tanpa menoleh ke luka yang kau bangkitkan.
kau ajarkan aku kehangatan,
seolah aku rumah yang kau rindu pulang.
namun ternyata,
aku hanya lorong gelap tempat kau singgah sebentar,
sekadar mencari arah.
tawa-tawamu kini menggema
di lorong sunyi kepalaku.
kau yang paling tahu rasa jadi semu,
tapi diam saja saat aku dihantam waktu.
bila aku yang pergi—
kau mungkin tak peduli.
tapi jika kau yang pergi,
akulah yang ditinggal terbakar sepi.
aku adalah awan kelabu,
yang menyimpan sedih sembilu.
ingin kululuhlantakkan duniamu,
tapi aku… hanya pergi jauh darimu
Aku Badai
jika aku adalah angin —
mungkin aku adalah badai.
mereka memintaku untuk tidak murka,
mereka memintaku untuk mereda.
mereka pikir aku ini apa?
hanya pusaran kosong —
yang tak mampu menyerbu bumi?
atau hanya nama tanpa kekuatan,
yang dicipta hanya untuk dibungkam?
tapi mengapa hanya aku yang diam?
menyoroti hidup yang tak ada artinya —
hampa, tanpa jiwa,
mati, dengan raga.
mereka memintaku untuk tetap tegar,
padahal aku ada ditengah kekacauan.
mereka tahu tentang badai,
tapi tak pernah mau mengertinya.
ya, salahkan saja orang lain —
kecuali dirimu sendiri.
seperti anjing-anjing melolong —
yang tak tahu diri.
Kepada si Penghakim
lirih suaramu,
jadi pusat keberantakanku.
tak salah lagi… kamu,
hanya kamu.
kata-katamu menembus hati,
ya—tanpa sadar,
kau sedang membunuh diri.
jika kau adalah kumpulan buku,
mungkin sudah kubuang kau dari dulu.
bukan karena aku tak mau,
tapi karena makian yang kau wariskan di setiap halaman,
sungguh muak.
kau pikir kau benar?
hanya menyalahkan orang sekitar,
tanpa pernah bertanya—
bagaimana dengan dirimu sendiri?
kau butuh cermin,
agar tak jadi bajingan yang kau hormati sendiri.
haus akan kebenaran,
sampai lupa kalau kau tak ada arti.
Jelmaan Iblis
dibalik sebutannya,
ada bilik keresahan,
setan yang kau biakkan,
berkembang liar dalam dada.
kau paling merasa benar,
menyucikan pikiran yang cemar,
kau cuci otak kotormu,
dengan segala cara yang kau halalkan.
kau tak lain –
hanya budak bagi iblis,
tak peduli apa yang orang katakan
menyerang, menggerogoti jiwamu dengan perlahan.
kau pusaran kehampaan,
yang sedot orang-orang disekitar,
kau hanya tak ingin sendiri,
kau butuh pasukan untuk bisa dilindungi.
kau iblis sialan,
beracun seperti ulat bersisik hitam,
dasar memuakkan.
bahkan yang buruk pun punya hati,
tapi kau? menjelma bak malaikat,
kau kutukkan kata katamu,
kau buat semua menderita dengan kisahmu
===
*Josefina Dementieva Aguilaro, kelahiran 19 November 2005, adalah mahasiswa Sistem Komputer di Universitas Kristen Maranatha. Ia menulis puisi sebagai cara untuk mengekspresikan emosi dan pengalaman batinnya, sering menandatangani karyanya dengan nama pena “Joe”.