LiteraSIP

2 November 2025

Puisi-Puisi De Eka Putrakha

Oleh De Eka Putrakha*

 

 

Melarut Kalut

malam kian hitam
kesunyian merajam
larutkan secawan dendam

kekalutan merangkul
tiada sebentuk pelukan
tak lain hanyalah bujukan

tumpah sepahit kopi
sesakit sepi katanya
lantas terbiar merana
mengalir—mengering
: terlelap terbaring

08.06.2025

 

Terdiam Kata di Tepian Cangkir

merenung
pada malam-malam
yang telanjur membiasakan
diri menyendiri dan terlena
hendak ke mana
membawa diri pergi

aku mendiamkan diam
mengalihkan semua sudah
yang tak berkesudahan

lagi, terdiam
di tepian cangkir
kopi insomnia belaka
malam yang membungkam

09.03.2023

 

Ingatan yang Berkepanjangan

bait ini kutulis
ketika hiruk-pikuk
deru kendaraan lalu-lalang
membisingkan, memusingkan

kuselesaikan kekalutan
berharap semua kesunyian
memeluk diri dan mencoba
melerai bias keterasingan

semua selesai
namun sunyi itu kini
telah leluasa menjadi
ingatan yang berkepanjangan

13.06.2025

 

Hujan & Cerita Baru Saja Usai

kita takkan mungkin cepat pulang
hujan mengurung pertemuan ini
kita telah menuntaskan hari
pada cangkir kopi penghabisan

cerita-cerita baru saja usai
menghadirkan keheningan
meninggalkan kecanggungan
semua telah diakhiri dan kita
kehilangan untuk memulai kembali

hujan semakin deras
kita saling menerka
hati siapa yang gerimis

20.06.2025

 

Di Sini Pada Suatu Malam Bisu

kusambut kehadiran
malam bisu kehujanan
dari luar sana kaubawakan
cerita panjang untukku

entah bagaimana memulai
waktu menunggu terlalu lama
sekiranya secawan kehangatan
kopi menemani ke puncak lelap
namun sayang, kita menyadari
malam ini terlalu sunyi
dan takkan membiarkan
mimpi berlari sendiri

25.06.2025

 

===

*De Eka Putrakha berasal dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Tulisannya termuat dalam beberapa buku antologi bersama serta media cetak dan online (Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura). Profilnya pernah dimuat media negeri jiran yaitu Jurnal Doea Jiwa Bil.11/2023. Sajaknya menjadi Juara Sayembara Nyala “Sastera Hijau” 2024 – majalah Kayu Api Singapura. Buku terbarunya kumpulan puisi “Ketika Semua Orang Sengaja Melupakan Setelah Kucari Cara Agar Selalu Mengingat Mereka” (Mei 2025).

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *