LiteraSIP

2 April 2023

Puisi-Puisi Setiyo Bardono

Oleh : Setiyo Bardono

 

SOTO BETAWI
Rencana-rencana besar berenang di kental kuah: menyelami kesucian santan, mengecap kebaikan susu, atau menakar kemungkinan dari lelehan manis janjimu.
Tak mudah menghimpun yang terserak dan menyatukannya dalam satu rasa: saling melengkapi bukan saling mengalahkan, saling menguatkan bukan saling melemahkan.
Dalam semangkuk soto, kita bisa mulai belajar menghargai semua peran dan pencapaian, tanpa terbersit kehendak untuk meniadakan.
Semua bekerja sesuai porsinya: sebagaimana daging sapi yang pasrah diiris sepantasnya hingga garam yang rela ditakar secukupnya.
Kita juga harus menaruh kepercayaan: kekuatan rempah bisa menghalau amis jeroan dan menenangkan gejolak yang menyertai setiap perubahan.

Cibinong, 2022

SOTO AYAM
Pada irisan-irisan kubis tak kutemukan bait-bait puisi, namun kesegaran soto membuat rahasia-rahasia kecil perlahan membuka diri.
Musim terus berubah, cuaca semakin sulit diterka. Dalam pusaran yang mengaduk-aduk rasa, kemanakah biduk akan melabuhkan rencana?
Persoalan hidup semakin rumit membuat ciut nyali cabai rawit, mengurainya mungkin sesulit meluruskan batang-batang taoge.
Namun engkau tak lelah meneguhkan jiwa: tak ada perjuangan yang sia-sia. Meskipun kita harus tertatih menegakkan bihun basah, matamu setia mengapungkan binar purnama.

Depok, 5 Februari 2023.

SOTO SEGER
Tak sudi terpisah, secentong nasi putih nekat menceburkan diri dalam panas kuah kaldu bening. Mungkin ia ingin lekas bercengkerama, menyimak kesegaran cerita, atau menyelami bisikan kalbu hening.
Di meja perjamuan, engkau memang tak berjumpa dengan batang lengkuas, serai, dan juga daun salam. Namun engkau merasakan kehadirannya, serupa kenangan yang setia merenangi ingatan.
Di mangkuk ini, telah dipertemukan suwiran rindu, selepas lama penantian hingga memutih rambut dan terbungkuk tubuh. Nikmati saja hangat perjumpaan sebelum semua tandas digerus laju perubahan.
Tak perlu menaruh curiga, perasan jeruk nipis bukan untuk memerihkan luka, tetapi menambahkan segar rasa dan menyamarkan amis aroma yang masih tersisa di batin kita.

Depok, 15 Februari 2023

SOTO LAMONGAN
Meskipun kunyit bisa mewarnai hari-harimu, namun engkau tetap membutuhkan kehadiran beragam bumbu untuk menyempurnakan rasa cinta itu.
Selalu ada yang kita rindukan dari langgam kampung halaman: ketulusan ibu, ketegaran ayah serta kasih dan berkah yang selalu melimpah ruah.
Meskipun terkoyak-terkoyak hingga menyerpih tubuh, udang-udang kecil dengan gurih masih bisa mengisahkan petualangan menyusuri gelombang kehidupan.
Selalu ada banyak kemungkinan dari setiap langkah yang menyertai kucuran kecap manis, asam jeruk nipis, pedas sambal cabai rawit, atau rahasia rasa yang bersembunyi di balik senyum tipis.

Depok, 15 Februari 2023

SOTO IBU
Meskipun diolah dari bahan seadanya, soto buatan ibu selalu istimewa. Mungkin karena diam-diam ada tetesan airmata yang jatuh ke dalam kuah sepanci hingga bumbu-bumbu membangkitkan ketulusan rasa cinta sejati.
Meskipun disajikan dengan cara sederhana, soto racikan ibu selalu bisa menggugah selera. Mungkin karena diam-diam terselip resah di sela gemeretak kayu hingga nyala api mematangkan soto ibu dengan segenap rindu.

Depok, 20 Februari 2023

 ==

*SETIYO BARDONO. Penulis kelahiran Purworejo ini telah menerbitkan antologi puisi tunggal yaitu  Mengering Basah (2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (2012).

 

2 thoughts on “Puisi-Puisi Setiyo Bardono”

  1. Pingback: Ruang LiteraSIP Edisi #12 - SIP Publishing

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *