4 Agustus 2024
Puisi-Puisi Azis Fahrul Roji
Oleh Azis Fahrul Rozi*

Tentang Kunang dan Muasalnya
Di luar hujan, aku batal
mengajakmu kencan
makan malam
seperti yang kujanjikan kemarin.
Tetapi siasat Tuhan seolah
tak pernah tandas,
setumbuh bunga kasih
di dada kita berdua.
Di dalam rumah,
degup kita dan napas kanak
yang lelap adalah isyarat.
Aku memelukmu, dan kita
adalah setubuh kepompong
yang menggantung
di hujung dedaun.
Kau bercerita soal kunang-kunang
yang tumbuh dari kuku jenazah
sedang aku bercerita bahwa kunang-kunang
adalah mata dari yang mati.
Kau mencubitku sebab kita
tak pernah sepakat
tentang kunang dan muasalnya.
sedang aku terus mendekapmu
sebab kita selalu sepakat
tentang peluk dan sesudahnya.
Lalu kita sama-sama lelap
dan lekat hingga setangkai pagi
menjulur hangat.
2024.
Tak Pernah Ada Kemboja
di Ingatan Kami
saban malam
bulan mengupas
cahya demi cahya-Nya
yang putih nan agung
ia selalu terang bagi laut
dan ikan-ikan pengantar doa
bagi pohon dan kepompong
penentu masa
bagi angin dan burung-burung
pembawa berita
tetapi
entah sudah pasang ke berapa
kami sembahyang terbatu-batu
entah sudah surut ke berapa
kami berzikir terbata-bata
barangkali tak ada,
tak pernah ada talkin
di catatan kami
tak pernah ada keranda
di bayangan kami
tak pernah ada kemboja
di ingatan kami
2024.
Biarlah Aku Mati
di Ladang Perburuan
barangkali nasib
masih jadi sengketa
antara kita dan rahasia
waktulah yang akan fasih
menentu segala kesucian
jika memang harus
biarlah aku mati
di ladang perburuan
dan biarkan pepohon tumbuh
dari abu yang kau tanam
di kamar dinginku
sirami dan tunggu
sampai ia tinggi
sampai angin menerpa
dan mengungkap
ayat-ayat paling kasih
yang kusimpan
hanya untukmu
2024.
===
*Azis Fahrul Roji, pernah menempuh perjalanan kesusastraan di Kota Tasikmalaya. Aktif menulis puisi dan artikel. Beberapa karya termuat di media daring maupun antologi bersama.
MaasyaAllah bagus sekali puisi puisinya