30 Juni 2024
Puisi-Puisi Moch Aldy MA
Oleh Moch Aldy MA*

Mendengar Beach House
pada suatu malam yang
lembut, aku bermimpi
terdampar di tengah
laut. ia ternyata bisa
bicara. dengan bahasa
ibu, laut memintaku tenang
& memeluk tubuhku. melarung
semua murungku. sampai
dukaku yang telah membatu
sekeras karang, pelan-pelan
terkikis habis. laut bahkan
memaklumi-mencukupkan
kurangku. salah-salahku
disabari-diampuni. &
dosa-dosa terbesarku
dikhilafkan-dimaafkan.
katanya sebab aku pernah
dilahirkan. setelahnya
aku percaya: aku lebih ikan
ketimbang bintang. &
alih-alih luar angkasa, laut
lebih jelas merupa rumah
berpulang paling purba. &
palung ibarat orang tua
yang paling kandung.
sejujurnya, aku ingin belajar
mengenang tanpa
berlinang. seperti berharap
pasang surut air mata
tanpa pasang. nostos tanpa
algos. mustahil kesekian. sebab
mitosnya: ke mana pun
nostalgia pergi, ia kerap
memunggungi terang
matahari hari ini.
sesekali aku penasaran:
selain ucapan selamat
pagi, damai lagu
dream pop, & rol film
Wong-Kar wai,
apa yang membuat
dunia rapuh ini
terus berputar?
aku menemukan gravitasi mimpi
yang niscaya menarik
keajaiban demi
keajaiban. momen
magis yang tak hilang
dalam terjemahan.
tapi apa aku pernah
ditemukan?
aku hanya berdoa semoga
ketika maut datang
menjemput, ia sedang
tidak mendatangi dirinya
sendiri. & berhasil
menemukanku
hidup-hidup.
(2024)
Mendengar rumahsakit
misal kau dengar hasil autopsi:
barangsiapa bernasib kusut
masai, berkali dibantai cinta
yang putus infus, & berkarib
kabar laka lantas, niscaya ia
jadi pasien rawat jalan, selama
trauma dikandung ingatan.
lalu kau memvonis
bonyok tak kasatmata
dalam tubuh bocahmu
bermukim permanen. &
ibumu, ibumu, ibumu,
dituding pemicu kau
diresepkan ibuprofen.
& kau saksikan kakimu
digilas-dilindas roda realitas
yang berengsek & bajingan
& ugal-ugalan & monyet &
anjing & babi. & kau bakal
menangkap mengapa
dunia yang banal
hampir selalu sukses
menetaskan-menelurkan
bahasa kesal & mengeluarkan
seisi kebun binatang dari
kandangnya tapi kau malah
memilih mengelus dada &
tak menyadarinya sebagai
malpraktek. & kau tiba-tiba
mendiagnosis musik britpop
jarang gagal meredam berisik
ngiung ambulans yang berasal
dari lalu lintas kepalamu. yang
telah dimaceti hilir mudik
kedatangan seorang asing &
kepergian seorang penting.
maka pertama-tama, aminilah:
dunia selalu berlari lebih
kencang, lebih racing. dari
dokter spesialis emergensi
yang kebelet kencing.
kedua, telanlah obat puyer:
semua remeh-temeh ini
tak didesain untuk kau peroleh
semuanya. sepenuhnya. sebab
biang kendala ada pada kendali
yang tak pernah kau punyai
seutuhnya.
tapi barangkali kau telanjur
babak belur. dihajar sejak
babak pertama. lantaran
terlalu rajin menyeriusi
sesuatu yang besar kemungkinan
diciptakan semata sebagai
sandiwara konyol, puncak
komedi, sebuah banyol,
dagelan basi, atau lelucon
tolol.
maka, tolong pahamilah:
berserah tak pernah ekuivalen
dengan kalah. lekas-lekaslah
membuang pasrah pada
tempatnya; tuhan yang
bertahun-tahun bersemayam
dalam lenguh-aduhmu. &
jangan sekali pun kau bunuh.
justru memarmu tak
kunjung sembuh. cepat
lupakan nasihat dari
barat. & percayailah. lima
huruf itu sebetul-betul
poli jiwa terakhirmu, psikiater
pamungkasmu atau
sebenar-benar panaseamu.
terakhir, perbanyak tenggak
iman agar terhindar curiga:
kalau hidup cuma soal menjait
jika & maka, mengapa &
bagaimana. mengamputasi
kebiruan yang pernah
kau panggil dengan nama
tengahmu. atau soal rutin
mengganti kuning dengan
kuning yang lain.
kau seperti melipur linu
dengan ngilu, keram
dengan kejang otot. sebegitu
ngotot & serius melawan
kanker-percuma yang
kronis. sampai uratmu
terlalu tegang. & sisa
warasmu habis.
hatimu mesti
banyak-banyak disuntik
anastesi.
(2024)
Ode to the Meth II
: disebabkan oleh The Strokes
3.
sesekali ia bercita
menamai hari-hari biasa
yang berlalu begitu saja
tempat-tempat biasa
yang dilalui begitu saja
atau setiap kepulan
asap yang pasti lenyap
sampai tak-terindra
atau ingatan usang
yang niscaya lesap
jadi tiada
selebihnya ia bercita
ditemukan, dibaca,
& dinamai seseorang
yang tak pernah ada.
4.
kira-kira
berapa oktaf
lengking kesepian
yang nyaring
& tak putus-putus?
5.
yang tersisa, di akhir
isapan cuma lapang
kosong. plong. lega.
meski baginya, nasib
adalah mahyong;
gim yang ia tak
mengerti sama sekali.
tiba-tiba rasa
menang. lalu tiba
sisa kepalang
tanggung. &
dengung rungkad
yang menggema
rungkad
rungkad
rungkad
ia termakan kuda troya.
(2024)
===
*Moch Aldy MA. Pengarang, Pendiri Gudang Perspektif, Editor-Ilustrator Omong-Omong Media, dan Editor Buku-Translator OM Institute. Pada tahun 2021, ia menjadi pemenang pilihan dalam sayembara puisi yang diinisiasi Ziliun x penakota.id. Pada 2022, beberapa puisinya dipamerkan pada Pameran Kepameran Kolonian di Bogor Creative Center. Pada tahun 2023, beberapa puisinya dialihwahanakan menjadi konten audio visual dan lukisan pada festival seni-sastra Kolonian Punya Festival. Karya fiksinya pun tersebar di beberapa media.