LiteraSIP

2 Februari 2025

Puisi-Puisi Christya Dewi Eka

Oleh Christya Dewi Eka*

 

 

Kenanga di Pelinggih

Setangkup kenanga menuju pelinggih
Satu per satu luruh menciumi pusara tanpa nama
Jauh dari deru peluru, ratap ayah-ibu, dan lingkar samsara
Ini bukan kematian, sayangku
Tapi, kelana jiwa menuju tangan dewata

 

Tabang di Rembang Petang

Sebatang tabang di pekarangan tongkonan
Meramu huru-hara, jibaku, dan lebam sunyi dalam merah daun
Ketika waktu tak lagi tabah menerima patah
Dan pintu lelah menyambut kokok jago
Adakah yang lebih setia daripada tabang?

 

Anggrek Hitam di Bayang Enggang

Ya, aku dengar
Suara pasir sunyi berbincang dengan arwah malam
Anggrek itu tertawa, semakin hitam, hitam
Menelan bayang-bayang burung enggang di rimbanya
Mantrailah aku hingga tulang-sumsum, wahai leluhur!

 

Padma Mekar Pagi-Pagi

Menanti padma mekar
Serupa menghitung jalan menuju kakak
Abai pada jam-menit yang berpilin
Jika pagi mandi embun, mata padma menyala-nyala
Memaksa tanah berkisah tentang pertemuanku yang gugur

 

Teka-Teki Azalea

Aku melihat jumbai gaun berkibar-kibar
Di sela jemari azalea merah muda
Kabut jaya wijaya mencipta labirin seribu pintu
Aku terkunci dalam lingkaran teka-teki, beku
Apakah peri gunung mengajakku bermain petak-umpet?

 

Semarang, Januari 2025

 

===

*Christya Dewi Eka, lahir di Jakarta, besar di Bekasi, berdomisili di Semarang, adalah lulusan Fakultas Sastra Jurusan Sastra Indonesia Universitas Diponegoro Semarang tahun 2003. Beberapa puisi dan cerpennya dimuat dalam puluhan antologi puisi, media cetak, dan media online. Karyanya pernah terpilih sebagai 10 cerita humor favorit Writerpreuner Academy (2021), juara 5 Lomba Cipta Puisi Poiesis Publisher (2021), 6 puisi terbaik Lomba Cipta Puisi Negeri Kertas (2022), 15 puisi favorit Lomba Cipta Puisi Perpustakaan Jakarta PDS HB. Jassin (2022), juara 1 Lomba Cipta Flash Fiction SIP Publishing (2022), dll.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *