9 Februari 2025
Puisi-Puisi Polanco S. Achri
Oleh Polanco S. Achri*

Kuatrin-Kuatrin untuk Issa
1.
Hidup lama tetapi terbelenggu,
atau hidup sejenak tetapi lepas bebas.
Burung dan kupu bercakap itu,
duh, Issa, yang tengah duduk di teras.
2.
Di luar mendung, masuklah masuk, oh, tuan capung;
berdiamlah sejenak, di pondok ini hingga reda.
Izinkan aku, guna memandang sepasang matamu itu;
di mana terpantul sosok Issa yang masih muda.
(2019—2025)
Laba-laba
Kala membersihkan ruang kerja, dapati kecil laba-laba;
jangan khawatir, duh, laba-laba, aku ini seperti Issa.
Juga, sudahlah kubaca, cerita gubahan dari Akutagawa
tentang jaring laba-laba yang turun ke ceruk neraka.
(2019—2025)
Terkenang Shinkichi
Dua pun satu, ketika mencuci tangan;
tiada bayang lonceng pun lain dentang!
Hal sederhana menjelma pencerahan;
kerumitan dapat bawa pada kegelapan.
(2020—2025)
Akhir Hidup Li Bai dalam Sebuah Kuatrin
Ajal menjemput lebih cepat
dari gelar akan diberi tersemat.
Di atas perahu tenggak arak
terjatuh tenggelam dalam sajak!
(2023—2024)
===
*Polanco S. Achri lahir dan tinggal di Yogyakarta. Ia menulis puisi, cerita, dan esai tentang sastra dan seni rupa. Selain menulis, ia terkadang menyutradarai pertunjukan teater dan menguratori pameran. Ia juga mengelola Pendjadjaboekoe dan Majalah Astro.