LiteraSIP

16 Maret 2025

Puisi-Puisi Yanwi Mudrikah

Oleh Yanwi Mudrikah*

 

 

Ziarah Air
(Musibah Banjir)

ketika air memaksa hadir
segalanya hancur, lebur
orang-orang panik
orang-orang cemas
orang-orang menangis

ketika air memaksa hadir
(dengan) tiba-tiba
semuanya lenyap
dari sudut ke sudut

ketika air memaksa hadir
tolong!
tolong!
tolong!

ketika air memaksa hadir
surut!
surut!
surut!

Ketika air memaksa hadir
Tubuh basah kuyup

 Darmakradenan, Maret 2025

 

Masa Kecil dan Mesin Jahit

saling tuduh
saling bunuh
seperti sebuah perlawanan
ataukah takdir

masa kecil itu,
dijahit berkali-kali hatinya
dijahit berkali-kali batinnya

masa kecil itu,
kami dalam pelukan-nya
kami dalam kasih sayang-nya

masa kecil kami,
begitu tragis
penuh tangis
luka (batin) tak kunjung sembuh

Darmakradenan, Maret 2025

 

Kata-Kata

menjadi senjata
merasa (diri) benar
merasa (diri) benar
merasa (diri) benar

kata-kata
luluh lantakan (diri)

kata-kata
menjadi kekuatan (diri)

Darmakradenan, Maret 2025

 

===

*Yanwi Mudrikah, lahir di Banyumas 12 Agustus 1989. Karya-karyanya dipublikasikan di media cetak dan media online. Ia mengasuh komunitas literasi sastra Gubug Kecil Indonesia. Kesehariannya mengabdi di Perguruan Tinggi di Purwokerto.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *