26 Februari 2023
Puisi-puisi Ruhan Wahyudi
Oleh : Ruhan Wahyudi*

Angkringan Tugu 1
Monokrom tugu menjalari sudut tatapanku
orang belulang jal
gonggongan anjing di kejauhan menakwil nasib
tukang becak, pengamen dan pedagang kaki empat
seakan mengakrabi hidup dengan siasat
di pinggir jalan angkringan berbaris rapi
menawarkan menu, menabur senyum
menyihir orang belulang jalan mencicipi rindu
gerimis malam hari semakin nakal
asap tungku semakin manja menyelimuti
semesta, demikian macam-macam nasi kucing
telur tusuk, sate usus, gorengan dan kopi arang
adalah rumah kedua bagi perantauan
angkringan, angkringan merumuskan rindu
setalah dapur ibu yang pertama.
Yogyakarta, 2022
Titik Nol Km
aku menemukan
cintaku yang menyusun
puing-puing kalbu
yang lahir kembali
dari masa lalu
tetapi, bukan dirimu
yang selalu mengulik
ruh-ruh manja
menukar ego
mengadu nasibnya sendiri
siapa yang menujum pikiranmu
jadi bola batu
setalah beberapa tahun
kau tak pernah lagi
menenun senyummu
yang aduh..!!
aku menemukan
cintaku di titik nol Km
setalah kau melupakan
jalan pulang
pada pundakku yang dulu
Yogyakarta, 2022
Kau Termangu di Sudut Cafe
kau termangu
ketika ramai menyelami
jagat cafe
kau menunggangi cahaya
memikirkan remuk malam
yang tak mampu
menuntaskan permainan
tragedi rindu
tak perlu kau menoleh
ke belakang
sebab kau akan tersesat
di setapak mata
yang akan menyihirmu
lebih dulu
agar kau lepas dari kutukan cinta
dan liar rindu
dan ramainya percakapan
yang membuatmu
pecah dengan dua hal
pertama, hati semakin rapuh
kedua, jiwa semakin riuh
Yogyakarta, 2022
Alun-Alun Kidul
dua pohon keramat
menjadi saksi
selendang mata
membimbing kita
menuntaskan kirab
dari ujung utara
ke ujung selatan
membiarkan mitos
meresap pada jiwa
membiarkan cinta
menyusun rumah
antara hatiku dan hatimu
Yogyakarta, 2022
==
*Ruhan Wahyudi Kelahiran Sumenep, 06 Mei, saat ini sedang menempuh pendidikannya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Bergiat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY) karya dimuat di berbagai media cetak maupun online, Buku kumpulan puisinya, Menjalari Tubuhmu di Pundak Waktu (2019). Di Kota-Kota, Menggambar Wajah Ibu (2023).