8 Oktober 2023
Puisi-Puisi Riska Widiana
Oleh Riska Widiana*

PAGI ADALAH API
Di pagi hari
Adalah rangkaian api
Membakar tiap kelahiran
Bayi-bayi harapan
Dari rahim malam
___Malam hari adalah peraduan
Bagi matahari yang melahirkan bulan
Dilenyapkan segala api
Seluruh harapan dibekukan
Bersedekap sedih
Di dalam sudut jauh
Segala hening dibiarkan
Memeluk tubuh
Gemetar mengingat bayang
Seseorang yang telah
Menjadikan paginya
Sebagai pembakaran
Riau, 2023
HADIAH YANG PALING KEKAL DI ANTARA FANA
Apa yang lebih indah?
Selain doa, kau lafazkan di bumi
Tangan tengadah di bawahnya
Ia tumbuh mengakar di langit
Ranting-rantingnya serupa sulur
Memeluk seperti akar
Pada tebing retak tanpa pepohonan
Sebagai harapanmu di kandung doa
Dilahirkan oleh rahim nasib
Menjawab pinta
Ialah kado terindah
Dari Tuhan pemilik semesta
Waktu tak mampu menghapusnya
Dari segala hadiah fana
Riau, 2023
SEORANG PEREMPUAN YANG MATI DI BAWAH BUNGA
Pagi ini seorang wanita
Terkapar di bawah bunga mekar
Bulan keluar dari matanya menuju langit
Ia menatap cakrawala
Hari-hari jadi lamban bagai ada jeda
Daun-daun jatuh ke atas tubuh
Wanita yang terluka dengan lamban
Daun meletakkan tubuhnya yang terpisah tangkai
Ke atas luka wanita
Adakah pemandangan paling pilu?
Selain seorang wanita
Kehilangan harapan di wajahnya
Berbaring di bawah bunga dengan putus asa
Air matanya jatuh perlahan
Begitu lamban menimpa tanah
Di bawah bunga sedang mekar
Wanita itu terus menatap layu
Bunga-bunga menari ditiup angin
Ia pejamkan mata
Saat letih menaiki dada
Satu tetes air mata terakhir mengalir lembut
Lalu jatuh, bersamaan dengan gugurnya kelopak
Wanita tertidur bibirnya kehilangan musim
Matahari telah terbenam jauh di dadanya yang lebam
Ia tak lagi menangis juga tiada senyuman
Di bibir ranum dalam tidur panjang
Malaikat memeluknya dengan sayap putih
Bunga-bunga tersedu
Daun-daun kering menghambur
Memeluk segala duka wanita yang tak lagi berdetak
Angin berdesir sedih
Di tengah keheningan panjang
__Sepanjang padang kehidupan
Membawa kabar kematian
Wanita itu tidur panjang
Lalu mengembara jauh
__Jauh ke dalam mimpi
Yang tak bisa dikunjungi
Meninggalkan cintanya yang fana
Riau, 28 September 2023
SAJAK IBU RUMAH TANGGA
Sehari saja kami ingin mengulang masa muda
Tanpa tangisan anak-anak juga makian api
Dari dada dibakar emosi
Dengan keluhan demi keluhan
Menjadi bukit menjulang ke langit
Sehari saja
Pikiran kami tak menjadi lingkaran
Memikirkan menu untuk dihidangkan
Dari pagi hingga bertemu matahari lagi
Sehari saja
Kami tak memusingkan
Tentang keluhan anak-anak
Pertanyaan suami tentang uang bulanan
“Habis buat apa?”
Sehari saja
Kami tak berteriak, memaki
Menjadi wanita yang anggun dan lembut
Seperti waktu dulu sebelum kami tahu
Bahwa pernikahan adalah
Jembatan indah yang pendek
Menuju kehidupan yang kadang
Menghilangkan kewarasan
Sehari saja
Kami ingin menjadi burung
Lepas dari batas
Mengarungi kota terdekat saja
Sesekali barangkali
Aku lihat diriku semasa muda
Menikmati hari
Tanpa tapi
Riau, 2023
===
*Riska Widiana. Berdomisili di Riau kabupaten Indragiri hilir. Karyanya termuat ke dalam media cetak dan online, juga di buku-buku puisi antologi bersama. Peraih Anugerah sebagai puisi terbaik, Negeri kertas 2022.