24 November 2024
Puisi-Puisi Abd. Sofi
Oleh Abd. Sofi*

Gerbang kedatangan
Orang-orang berdesakan dari undak demi undak
Berpasang mata ditumbuhi rindu, helai rambutnya daun kering
dengan koper warna hitam dan putih
Mereka lepas risau pada angin dinihari
2024
Mencatat kenangan
Langit tanpa bulan
Ombak mengantar debur
Dilipatan bayang kental
Seteguk pandang meniti sanggahi pedih
Setelah tangan takdir tak merengkuh
Namun luka punya nikmat menulis sejarah
Arah di darah membara alunkan taringnya pada hektar rindu
Kata muncul dari tepi sepi menandakan keterasingan jiwa
Di kalender buram namamu di lingkar tinta biru
Dalam doa menyambut penawar getir
Pada sendi ruas jalan lalu dilukis sebuah peta berbentuk runcing
Menziarahi sehelai bayang tersekat dalam lipat mimpi
Ya, kau tumbuh di setiap desah muram memikul kenangan
Di dalam kata
Aku merantau melintasi beragam musim gugur
2024
Di rahim malam kita berjumpa tanpa sengaja
Hujan di luar jendela, mengetuk pintu jiwa
Basah di dada, sunyi menjelma telaga
Aliri samudra raga
Ini kesekian kali luka atau pun bahagia bagiku sama saja
Semenjak lembar kalender berubah purba
Aku tak perduli apa pun singgah
Duka mau pun suka, bunga atau pun darah
Kesetiaan hanyalah perih yang tetap dijaga
Tak perduli siapa dan apa
2024
*Abd. Sofi lahir di Sumenep, Madura. Puisi-puisinya dimuat di berbagai media dan antologi bersama.