LiteraSIP

20 Agustus 2023

Puisi-Puisi Abdul Salam HS

Oleh Abdul Salam HS*

 

 

EPILOG l

aku terperangkap pada dunia yang kecil
kakiku tak bisa bergerak. mulutku lisut
dan menguning. tubuhku didera rasa sakit
didera kecemasan yang setiap hari bangkit

sekali waktu, aku ingin memekik
lalu, mengabarkan tubuhku yang rapuh ini
pada pak tani, atau pada kaki-kaki
yang tak henti menghentak-hentak
di tepi jalan ini

tapi apa daya, aku hanya sebatang tubuh
yang mulai roboh. membawa hidup
seperti membawa api lilin
di tengah pusaran angin

Serang, 2023

 

BIARLAH TUBUHKU TERBAKAR

biarlah tubuhku terbakar
setelah lelah jatuh dan tak kuasa
menahan kerinduan untuk pulang

berkali-kali kutandai setiap kelokan jalan
tetapi setiap itu pula aku tersesat
dan alpa. aku merasa terbuang

kini, hanya tanah dan cacing
tempatku berbaring. tempatku
melepas tipisnya daging

Serang, 2023

 

AKU INGIN BICARA

aku ingin bicara, tapi aku hanya seonggok sampah
tidak ada yang istimewa dari tubuh dan keberadaanku
sebaliknya, aku biasa ditenggelamkan. hanya bergelut
dengan kesepianku sendiri

tidak sedikit orang melemparkanku
jadi buangan. jadi kisah-kisah yang menjijikan
sambil diiringi kata-kata makian sepanjang jalan

dengan langkah pasti, kujejaki setiap
gelapnya lorong. kuamini setiap lumut
yang melumat tubuhku. jadi hitam.
jadi muara seluruh letupan dendam

 Serang, 2023

 

AKU HANYALAH RUMPUT

barang kali, karena aku hanyalah rumput
tumbuh di atas retakan batu
maka kau sulit melihat dan mengenaliku
tapi, tak masalah. biarlah kucatat sendiri
jejak-jejak waktu yang lewat. musim
yang mengiris  dan menangis di tubuhku

sekali waktu, aku berharap pada hujan
tapi pada akhirnya kekecewaan dalam menghujam
aku juga pernah berharap pada kawanan burung terbang
tapi harapan hanyalah kotoran yang sengaja
dijatuhkan di atas ke kedua bola mataku

malam ini, di tengah kelengangan
suara kereta api yang lewat tak lain detak
melodi kehidupan. dan, hembusan angin
menidurkan bulan di langit yang  dihimpit
kegundahan

aku, sebagai rumput  yang tumbuh di celah
retakan batu hanya mampu
mensanksi diri sendiri. mengutuk
takdir kelamku sendiri

Serang, 2023

 

==

*Abdul Salam HS lahir di Serang, 16 Juni 1992. Menamatkan kuliah di perguruan tinggi negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Bergiat di Komunitas Rumah Dunia sebagai presiden (ketua). Menekuni Dunia tulis menulis sejak SMA. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, esai. Dimuat di surat kabar lokal dan nasional, seperti Radar Banten, Kabar Banten, Banten Pos, Satelit News, Banten Raya Pos, Indopos, Pikiran Rakyat,  dan Media Indonesia.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *