26 Januari 2025
Puisi-Puisi Bob A. Sitorus
Oleh Bob A. Sitorus

Pada Suatu Hari
pada suatu hari akan kau temui tubuh yang gigil
derak suara yang memanggil
menyeru sepotong nama
yang tak asing kau dengar derunya
pada suatu hari akan kau dapati seonggok tubuh
yang koyak-kapuk di hamparan warna subuh
setelah saban malam diringkus gelap sepi
membasuh luka yang kau sisakan sebelum pergi
pada suatu hari akan kau dapati puisi
yang baitnya telah hilang sebuah kata
bahkan berulang-pulang pun kau cari
hanya akan terkepung tanda tanya
Drama dalam Kepala
ia, hanya mampu membuat sehimpun kalimat
yang diupayakan aktor jadi amanat
seorang laki-laki yang masih muda sangat
menegangkan umpat di sebuah tempat;
gedung yang sudah berkarat
panas dan penuh cacat
laki-laki itu solilokui
dalam drama yang hampir sepi
tepuk tangan cuma penghargaan
bagi laki-laki yang sedang berduka
selama tujuh purnama
Laki-laki yang Sekarat di Belakang Panggung Seusai Sebuah Drama
–buat m
aku bukan hamlet yang penuh ragu
sebab itu aku katakan aku mencintaimu
Mimikri
tak ada lagi yang kukenal pada wajah ini
selain sisa pura-pura
tak ada lagi yang kusapa di wajah ini
selain bekas rupa-rupa
kota yang dibangun di atas panggung itu
menampakkan kepiawaian cuma
lalu beri senyum dan tawa yang sebentar
dan tangis yang deras seusainya
kota yang dibangun di atas panggung itu
meninggalkan perkampungan kecil di hatiku
sebuah rumah yang berlumut, semak dan pilu
Pejalan
kau hampir sampai
menuju pasai
setelah lampus dari wampu
ke samudera tiada tahu
kembali larut di pinggir laut
tempat ayat-ayat awal berpaut
sedang aku masih di sini
(mungkin tetap di sini)
di tanah yang menyisakan baumu
tempat dimakamkannya seluruh nubuat cinta
batu nisan pualam kenangan
tujuh rupa bunga tidur
dan sumpah yang berhambur
Medan, Januari 2025
===
*Bob A. Sitorus, kelahiran Langkat, Sumatera Utara yang aktif menulis puisi dan berteater sejak mahasiswa. Buku kumpulan puisi pertamanya berjudul Haru Hara (2023).