LiteraSIP

25 Juni 2023

Puisi-Puisi Ganang Ajie Putra

Oleh Ganang Ajie Putra*

 

 

bau rambut

di hadapan perapian
tak pernah ada rahasia
aku mencari-cari
sisa bau rambutmu

aku tak tentu
itu wangi pantene
atau head & shoulder
tetapi api menyala
tak mampu membakarnya

dan kepadamu kasihku
kutanggung segala derita
kangen ini sungguh bikin sakit
tetapi pasti selalu kujaga ia
sampai waktu tak lagi ada.

kalimalang

 

mencari jalan pulang menempuh jalan lain

aku telah jauh
doa-doa tak utuh telah merebut diriku
memotong sisa tepian lapang
tempat untuk menulis ulang

tetapi depa telah dilipat
dan disimpan dalam kantong
lima balon meletus menjepret muka
aku tak lagi merasa luka

kepada siapa kini lutut kurelakan?

ia telah jauh
punggung telah berlayar
aku terdampar tanpa kompas
apalagi google maps

sewaktu gemuruh menyerang
tak mampu kutipu diriku
aku ingin ia datang
tetapi ia telah jauh
jalan pulang telah hilang
laut telah mengubah dirinya
menjelma medan pertaruhan
kecemasan tak letih-letihnya
berharap pada kesunyian

tiba-tiba ia mengubah haluan
entah bagaimana caranya ia melompat
meski aku tahu segala apa ia mampu

kini ia tiba di muka
menantiku

ia benar-benar menantiku
menantiku jatuh kembali
dalam pelukannya.

kalimalang

 

seseorang yang menunggu jadwal perjalanan di stasiun

ketika tubuhmu
telah diberi tanda
lari tak mungkin lagi
apalagi payah susah
coba sembunyi

dan jalan itu
telah membuka gerbangnya
cabang-cabang telah dicabuti
marka telah dirobohkan

tanda itu menyala-nyala
serupa deru alarm
pengingat flash sale
tak pernah terlupa
tak pernah tertinggal

kau tahu
stasiun tak pernah kehilangan penumpang
sekalipun tak ada yang berniat datang.

kalimalang

 

daun yang gugur sore itu

dedaunan yang gugur sore itu
mengingatkan aku
pada tubuhmu yang rapuh
manja dan ingin aku penuh

dan di sore waktu dedaunan itu
berguguran di hadapanmu
kau segera mengambil sapu
dan membuangnya ke dalam tungku.

kalimalang

 

==

Ganang Ajie Putra* lahir di Jakarta 1993. Saat ini tinggal dan bertumbuh di Cibinong, Bogor. Mendirikan komunitas puisi bersama rekan-rekan bernama “Ruang Suara” yang aktif menggelar pementasan puisi dan diskusi-diskusi sastra, khususnya puisi. Beberapa puisinya tersiar di berbagai media seperti Tanjungpinang Pos, Mata Puisi dan beberapa media lain. Puisi-puisinya terpilih dalam sayembara “Siapakah Jakarta” yang digagas oleh Galeri Buku Jakarta. Telah menerbitkan buku puisi berjudul “Tata Cara Berbaikan” tahun 2020 (Rua Aksara).

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *