LiteraSIP

6 Oktober 2024

Puisi-Puisi Juansyah Nursedam

Oleh Juansyah Nursedam*

 

 

Sebuah mangkok

Setiap hari adalah milik mangkok
Semacam penanpung Jakarta kini

Ia tak mau pemiliknya tahu
Ia hanya menampung bandung
Dalam tidurnya
Berkali-kali ia membayangkan
Pelacur dan pemuka agama
Masuk ke dalam dirinya

Namun, ia tak pernah sadar
Ia hanyalah seonggok mangkok
Kelaparan
Keserakahan
Kemiskinan
Ia tampung Jakarta kini

 Agustus 2024

 

Laut

Setiap sendi laut telah
Mengakar bayi bermuka lembut

Dan karang adalah menuntut
Sebab manusia adalah laut

 September 2024

 

Aku

 Bayangan tenggelam dalam kubangan
Lumpur. Hantu dan aku lelah sebab
Lumpur-lumpur itu ditelan api oleh
Bau busuk dari pasar itu

 Agustus 2024

 

Catatan (1)

Sepatu itu tersimpan
Sebagai jejak silam
Disapa malam
Membalut kalam

Kutelusuri halaman demi
Halaman. Bertanya pada jalanan
Disapu bayangan dan hamparan
Ketika. Diterjang senyap menolak kalap

Di padang luas itu
Lenguhan sapi adalah
Keniscayaan. Sebab pena
Menuntun kita pada
Palung sebagai pasir
Di antara jalan dan kabung

 Agustus 2024

 

===

*Juansyah Nursedam adalah seorang santri di salah satu ponpes di bandung. Lahir di sebuah keluarga sederhana di karawang, pada bulan September 2006. Esai pertamanya yang terbit berjudul santri, literasi, dan pendidikan di salah satu media massa daerah. Kini aktif mengikuti berbagai kegiatan literasi di lingkungan sekolahnya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *