LiteraSIP

10 Maret 2024

Puisi-Puisi Kartika Catur Pelita

Oleh Kartika Catur Pelita*

 

 

Ibu Menonton Sinetron

ibu saban hari menonton sinetron
padahal ceritanya monoton
cinta, benci, dendam, dusta, dan persekongkolan
adegan kekerasan bikin waswas
adegan konyol bikin dongkol

ibu saban hari menonton sinetron
di depan tv si sulung ngemut jempol
di atas sofa si bungsu ngompol

ibu saban hari menonton sinetron
padahal cerita romansa usia belasan
anak gedongan berebut pacar idaman
putri tertukar dengan alur gampangan
azab penuh keaiban dengan menjual keimanan

ibu saban hari menonton sinetron
aku menemani sambil makan popcorn

kota ukir, 2024

 

Petuah  Ibu

1.
hidup bukan hanya hitam-putih, anakku
ada warna pelangi
pun cokelat dan abu-abu
tidak gelap, tidak terang
bisa buat becermin
supaya tidak tersesat.

2.
hidup tak sendirian membawa bayangan
bercita-citalah setinggi langit dan awan
belum seperti yang diharapkan bukan berarti kegagalan

3.
hidup itu seperti tanah yang kau injak-injak, anakku
jangan menyimpan dendam saat disakiti
membuka pintu maaf perbuatan terpuji
jika membantu orang seperti saat buang air besar
tak usah diingat-ingat, tak perlu koar-koar
menanam benih akan menuai buah
menabur angin bisa tumbuh badai

4.
hidup seperti orang mampir minum, anakku
bila sudah hilang haus, jaga ucapan
fitnah menyulutkan pertikaian
ghibah memercikan permusuhan
jagalah mulut, jemari, kelamin, dan kaki
buka mata hati agar terang seperti matahari
siapa salah rebah, siapa benar kelak bersinar

kota ukir, 2024

 

Masakan Ibu

ibu menanak nasi masih dengan dandang
nasi yang dikukus lebih sehat dan tidak mudah basi, tutur ibu riang
ibu memasak sup dalam belanga tembaga tua
biar sup tetap hangat dan lebih nikmat, kata ibu bangga

ibu memepes ikan merah
berbumbu bawang dan rempah
dibungkus daun pisang batu
segar ikan berpadu wangi bumbu
menerbitkan air liur
menumbuhkan lapar

ibu memetik cabai rawit dan cabai hijau
menaruhnya pada cobek kayu
di sana garam dan terasi sudah menunggu
ulekan menghasilkan sambal pedas khas ibu

ibu menggelar tikar pandan
menata piring, lauk, sambal, dan kobokan
sebelum makan berdoalah
Tuhan, masakan ibuku paling lezat di dunia
karena ibu memasaknya dengan resep cinta

kota ukir, 2024

 

Gua Garba Ibu

tempat paling nyaman sedunia adalah gua garbamu
ibu dari mana aku mendapat makanan dan minuman lezat?
ibu dari mana aku mendapat mainan mengasyikkan?
ibu dari mana aku mendengar buaian nan merdu?
ibu dari mana aku mendengar senandung doa syahdu?
ibu mengapa aku harus meninggalkan gua garbamu, jika di sini aku sudah mendapat
segalanya?

kota ukir, 2024

 

===

*Kartika Catur Pelita, prosa dan puisinya dimuat di media cetak-daring berbahasa Indonesia dan Jawa. Bukunya yang sudah terbit Perjaka, Balada Orang-Orang Tercinta, Perempuan yang Ngidam Buah Nangka, dan Karimunjawa Love Story. Founder komunitas Akademi Menulis Jepara (AMJ).

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *