1 Desember 2024
Puisi-Puisi Kilian Surya
Oleh Kilian Surya*

Kunang-Kunang
Kembalilah
Menjadi ribuan cahaya.
Ingatlah cambuk
Dan jejak budak;
Perjuangan, pertikaian,
Adalah ekstasi yang disuling
Dari kontrol kuasa.
Dengarkan baik-baik,
Dengan apa semua
Kebohongan ditulis.
Tidak semua orang
Bicara lantang.
Tanah diciptakan bersama,
Tapi sekarang iblis
Lahir untuk berbunga,
Tidak pernah membalas
Pesan di neraka.
Lebih atau kurang,
Perjalanan di bawah langit
Bukan pertunjukan,
Tapi berita buruk
Melintasi wajah peristiwa.
2024
Teror Nina Bobo
Selalu, kepala anak-anak
Di dalam sepotong bahasa,
Dan selusin orang kasar
Memucat dengan tenang.
Kebenaran itu
Ilusi Yunani, bukan?
Tumbuh di dahan-dahan pohon,
Berbisik kepada lubang
Yang disebut bintang.
Dari kejauhan,
Dunia jatuh dengan mimpinya,
Meninggalkan sedih, tapi berani
Melawan tumpukan buku
Penuh vokal dan sihir.
Pengejaran gila apa?
Jari-jarinya yang tua
Tak pernah mati
Mencengkram bunga-bunga.
2024
Artemis
Bawalah bulan
Ke dalam puisi dan lihat,
Seekor anjing merah
Melompat keluar dari lukisan.
Kini orang bicara
Ke belahan kanan otak,
Di sebuah mitologis
Tanpa urutan planet.
Jika harus lama
Menunggu ledakan kecil,
Pencetlah tombol negara,
Tak terduga, penuh tikus
Dalam arti kata paling buruk.
Selalu ada pertanyaan
Lebih besar dari benih surga,
Semacam tali jemuran,
Toilet umum, dan horor politik
Di malam musim panas.
2024
Expelled
Setelah jeda, berteriak:
Pukul sedikit lebih jauh
Dari tanah kelahirannya.
Tidak semua mulut
Muntahkan puisi di lantai.
Tampaknya orang berjatuhan
Dalam mimpi boneka raksasa,
Mungkin senyap seperti drone
Tapi membuat teror kemiskinan.
Setiap orang pada akhirnya
Dipersilakan untuk percaya
Kepada tarian terkenal itu,
Berupa garis-garis lurus
Ke atas dan ke bawah.
Terlalu mirip drama,
Dunia ini lisensi untuk tertawa,
Karena tiba-tiba terjebak
Dalam pengulangan,
Kebiasaan, serta kepatuhan.
2024
===
*Kilian Surya, asal Sukabumi, Jawa Barat, Ia pernah menimba ilmu di Jurusan Filsafat Agama, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.