LiteraSIP

15 Juni 2025

Puisi-Puisi S. Kamar

Oleh S. Kamar*

 

 

Kebohonganku

hujan menjelang magrib
air mukamu mengentalkan perdebuan tanahku
membasuh kerinduan
meruap wewangian

puji demi puji
mengulur bagai benang layangan

malam hinggap di atas atap
dua burung gagak berkepak
:kabarkan kebohonganku

aku malu

 

Sesembahan

dan
burung itu terbang
menembus batas langit
kau punguti bulu-bulu putihnya
lalu kau jadikan alas kepalamu

dan
malam ini tidurmu nyenyak
tanpa mimpi
seperti Ibrahim

 

Derit Diri

percik hujan di sudut-sudut jendela
hujan yang sedikit tak menyeka
namamu yang terpahat dalam
di tubuhku
kilatan membawa derit-derit diri
dan rupa-rupa warna

“tetaplah di sini,” bisikmu.

 

Kukecup

sejak bulu-bulu lepas
menimbun bola mataku
hari pun malam
aku menebak dengung rindu yang menggelepar
bersama sepucuk surat tanpa nama
kuraba garis-garis bibir yang melekat di bibirnya

bibirmu?

kukecup

 

Fatwa Kata

kau risau
:kata                berjarak
aku ingin akrab denganmu
sebelum rahang waktu mengunyahku

kata tak pernah lupa
angin dinihari adalah wajahnya
di dalammu
menunggumu membuka jendela itu

(dengar
:itu aku)

 

===

*S. Kamar. Menulis puisi dan prosa, terkadang menjadi pendeklamasi. Prosa pertamanya Jejak Samalas (2020), juga beberapa karya lain yang termuat digital maupun cetak.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *