LiteraSIP

4 Juni 2023

Puisi-Puisi S. Mandah Syakiroh

Oleh S. Mandah Syakiroh*

 

 

Mengunjungi Sejarah

di balik pintu yang tertutup itu
sebuah sejarah telah disimpan rapi
kau atau aku boleh mengunjungi
atau membacanya diam-diam; kapan saja

sebuah sejarah tak akan lahir dua kali
kau atau aku boleh merasa menjadi pemenang
dalam gemuruh dada masing-masing
kau atau aku boleh diam-diam mengalah
dalam tangis paling senyap di malam-malam panjang

di balik pintu yang tertutup itu
hanyalah ingatan yang bisa lahir berkali-kali
tidak sejarah, tidak yang lain

Keraton Kasepuhan, 2023

 

Kala Punggung Bulan Menghilang

malam terlihat mondar-mandir
kala punggung bulan telah menghilang

tiga puisi berjejer di dalam kamar
tapi seluruh kata dan maknanya
bersibak di mataku
lalu terpelanting jatuh ke lantai
yang sedingin bibirmu

udara pun lengang
tapi enggan mengirim kantuk
pada setiap angin yang meliuk-liuk
tersuguh potret mimpi buruk

sementara itu buku-buku yang jangar di sisi ranjang
gagal pula menanam rangsang
sebab isi kepalaku telah penuh
oleh tubuh yang tak lagi utuh

Cirebon, 2023

 

Andai Laut adalah Kau

usai menyulam wajah samudera
ombaknya akan berbisik padaku tentang setumpuk rindu
yang menghuni gemeletuk dadanya

sementara luka-luka yang timbun dalam dadaku
akan tumpah dan diserap oleh buih-buihnya
yang bersauh di bibir pantai,
dan anginnya
akan menyulap air mataku menjadi pasir
yang hilang oleh sekali tiupan

andai laut adalah kau
segala yang berlayar menuju arah yang jauh
akan kembali mendekap padaku untuk berlabuh

Cirebon, 2023

 

Hari Ini Desaku

untuk sementara waktu
ia akan ditinggalkan para kekasih
tangannya melambai-lambai pada
punggung-punggung yang ditumbuhi mekar bebunga

kibas sarung tidak lagi menjadi pembuka pagi yang sibuk
hanya subuh melantun serta doa-doa
terus mengucur dari segala sudut

angin pagi berganti peran: suaranya rapal nadzom
yang berbisik merdu
embusnya menggumuli kitab-kitab yang mulai kesepian

hari ini ia menjelma ruang-ruang senyap
sementara mimpi-mimpi terus menyeruak
dari balik jendela-jendela yang akan dibuka
setelah para kekasih tiba

Buntet Pesantren, 2023

 

==

*S. Mandah Syakiroh, lahir di Cirebon. Merupakan anggota dari Komunitas Ranggon Sastra. Saat ini tengah menetap di Buntet Pesantren Cirebon. Antologi pertamanya ialah Sabda Mendung (2023).

 

1 thought on “Puisi-Puisi S. Mandah Syakiroh”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *