LiteraSIP

23 Maret 2025

Puisi-Puisi Heri Isnaini

Oleh Heri Isnani*

 

 

Sajak Penantian

ada labirin pada hatimu
teramat sulit mencari jalan
pepohonan teramat tinggi
ah, kadang kau sering menoleh
melihat masa lalu yang kelam
atau bahkan hanya sekadar mengingatnya!

kadang sinar rembulan tidaklah membantu
hanya senyuman Anteh yang melihatku
terus-menerus
bersama dingin
menusuki sejuta kenangan

2025

 

Sajak Perjalanan

Ini perjalanan! Katamu pada suatu pagi
aku tidak mengerti ucapanmu

Ini perjalanan! Katamu pada suatu siang
aku tidak mengerti ujaranmu

Ini perjalanan! Katamu pada suatu senja
aku tidak mengerti perkataanmu

Ini akhir perjalanan itu! Katamu pada suatu malam
aku menyesal tidak memahami nasihatmu.

2025

 

Sajak Malam

syahdu malam mengalir sepi yang selama ini
bersemayam: sendiri
menanti engkau kembali
doa-doa yang disenandungkan menambah pilu
udara terasa payau saat menunggu

syahdu malam menggenang rindu yang selama ini
berputar: sendiri
menunggu engkau kembali
syair-syair dibacakan menambah nestapa
angin teras pahit saat menanti

2025

 

Sajak Desember

gerimis begitu ramai membicarakan kita
di atas genting, di atas dedaunan,
di atas sungai, dan di atas kepala

mereka meninggalkan jejak
melahirkan sejarah
untuk kita:

angin berhembus menyapu kenangan
berakhir pada tujuan: semula

aku mencintaimu
di akhir bulan Desember ini
ada janji yang harus ditepati
di antara jejakan napas yang memburu:
kidung suci yang dinyanyikan:
kita berdampingan: berdua saja

ada bukit keraguan dalam hatimu
terlukis pada matamu yang sayu
aku teringat kecupan mesra dari sudut bibirmu yang memerah
membongkar kenangan yang selama ini terlupakan

butiran pasir; deburan ombak
kepak elang; desiran angin
tatapan nanar dua bocah laut dan hamparan laut biru
disanalah aku titipkan cinta ini hanya untukmu

gerimis begitu ramai membicarakan kita,
di atas genting, di atas dedaunan,
di atas sungai, dan di atas kepala

2025

 

Sajak Bulan Ini

aku tandai angka-angka dalam kalender
menantikan hujan yang tak kunjung usai
kupandang semua angka
prematur adanya

2025

 

===

*Heri Isnaini lahir di Subang, Jawa Barat, pada tanggal 17 Juni. Antologi puisinya, Ritus Hujan (2016); Singlar Rajah Asihan: Kumpulan Sajak (2018); Ah, Mungkin Kau Lupa Aku Begitu Merindumu (2019); Manunggaling Kawula Gusti: Kumpulan Sajak (2020); Montase: Sepilihan Sajak (2022). Kegiatan sehari-hari Heri adalah Dosen Sastra IKIP Siliwangi Kota Cimahi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *