30 Juli 2023
KISAH CINTA DARI SUDUT PANDANG CACING TANAH
Oleh Muhammad Bahrudin Chabib*

Hidup di dalam tanah, menjadi cacing tanah memang tidak banyak hal yang bisa diceritakan. Setiap hari hanya ada rutinitas yang sama; memakan tanah, bergerak, dan menggali terowongan. Itulah hidupku, yang begitu monoton dan membosankan, hingga aku bertemu dengan dia.
Dia adalah cacing tanah yang berbeda dari yang lainnya. Tidak hanya karena warnanya yang lebih cerah dan indah, tetapi juga karena caranya bergerak yang begitu anggun dan teratur.
Aku menemukan dia saat sedang mencari makan di dekat rerumputan, dan tak sengaja bertabrakan. Dari situlah, kisah cinta antara aku dan dia dimulai.
Hari demi hari, aku dan dia selalu bersama. Kami menggali terowongan, mencari makanan, dan bahkan bermain bersama. Aku sadar kisah cinta kami sulit diterima oleh cacing lain di sekitar kami.
Mereka melihat kami seperti pasangan aneh, karena kami berbeda dari yang lain. Namun, kami tidak peduli, karena sudah merasa bahagia bersama.
Namun, kebahagiaan kami tidak berlangsung lama. Suatu hari, ketika kami bermain di dekat permukaan tanah, tiba-tiba diserang sekelompok burung. Mereka ingin menangkap kami dan memakannya sebagai santapan.
Kami berlari secepat mungkin. Akhirnya berhasil bersembunyi di dalam lubang kecil. Aku terluka parah dan tidak bisa bergerak. Dia mencoba membantuku, tetapi tak ada yang bisa dilakukannya.
“Jangan khawatir, aku akan selalu mencintaimu,” ujarnya sambil menangis.
Aku memandang matanya yang indah, lalu perlahan-lahan menutup mata dan tak pernah terbuka lagi.
Dia menangis sepanjang malam dan tak bisa menerima kenyataan bahwa aku sudah pergi. Dia memutuskan untuk hidup dan melanjutkan perjuangan menjaga terowongan yang kami gali bersama.
Beberapa minggu setelah itu, dia bertemu dengan cacing tanah lain yang mirip dengan diriku. Mereka saling jatuh cinta dan hidup bahagia bersama.
Pada suatu malam, dia bermimpi tentang aku. Dalam mimpi itu, aku datang menemuinya dan berkata bahwa aku masih mencintainya. Dia bingung dan tak tahu harus berbuat apa.
Keesokan harinya, dia menggali lubang kecil di bawah tanah dan menemukan mayatku yang sudah membusuk. Dia menangis sambil memeluk tubuhku dan bertekad akan tetap mencintai aku, meskipun aku sudah tidak ada lagi.
Walaupun aku telah mati, kisah cinta kami tetap hidup dalam ingatannya. Ia menjadi semakin kuat dan melimpah saat ia bertemu dengan cacing tanah lain yang mirip denganku. Dia merasa bahagia dan bersyukur karena ia bisa bertemu kembali dengan seseorang yang mirip dengan aku.
Suatu hari, saat dia sedang bersama pasangannya yang baru, dia melihat burung yang sama dengan burung yang menyerang kami dulu. Dia merasa takut dan ingin segera mengambil tindakan.
Dia berpikir untuk menggali terowongan yang lebih dalam dan aman, tetapi pasangannya tidak mau mengikutinya. Dia merasa sedih dan kecewa, tetapi dia tahu bahwa keamanan dan keselamatan lebih penting daripada rasa kecewa.
Dia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pasangannya yang baru dan melanjutkan hidup sendiri. Dia menggali terowongan yang lebih dalam dan lebih aman, tetapi dia merasa kesepian dan kosong tanpa aku di sisinya.
Hari demi hari, dia hidup sendiri dan merenungkan keputusannya. Dia merasa bersalah dan menyesal karena telah meninggalkan pasangannya yang baru, tetapi dia tahu bahwa itu adalah keputusan yang benar untuk keselamatannya sendiri.
Saat dia sedang merenung di terowongan, tiba-tiba dia melihat cahaya di kejauhan. Dia merasa penasaran dan ingin melihat apa yang ada di sana. Dia mulai menggali terowongan dengan semangat yang baru, dan akhirnya sampai di tempat yang lebih terang.
Dia terkejut melihat sebuah koloni cacing tanah yang besar dan indah. Mereka hidup dalam keharmonisan dan kedamaian, tanpa ada perselisihan atau konflik. Dia merasa senang dan bahagia melihat hal ini, dan ingin bergabung dengan mereka.
Dia pun pergi mendekati mereka, tetapi tiba-tiba dia melihat sesuatu yang mengejutkan. Dia melihat cacing tanah lain yang mirip dengan aku, dan dia merasa terkejut dan tak percaya.
Dia mendekati cacing tanah itu dan bertanya siapa dia, dan cacing tanah itu menjawab bahwa dia adalah saudaraku. Dia merasa sangat senang dan bahagia, karena dia tidak pernah tahu bahwa aku memiliki saudara.
Dia memperkenalkan dirinya dan bercerita tentang kisah cinta kami yang berakhir tragis. Saudaranya merasa terharu dan berkata bahwa dia tahu betapa besar rasa cintanya pada aku.
Mereka lalu berbicara tentang hidup dan kehidupan, dan dia merasa bahwa dia telah menemukan keluarga barunya. Dia merasa bahagia dan bersyukur karena masih ada orang-orang yang mencintainya, meskipun aku sudah tidak ada lagi.
Kisah cintanya dengan aku mungkin berakhir tragis, tetapi hidupnya terus berjalan dan dia masih memiliki kesempatan untuk menemukan kebahagiaannya yang baru. Dia menyesal karena telah meninggalkan pasangannya yang baru, tetapi dia tahu bahwa hidupnya lebih penting dari pada rasa kecewa.
Dia melanjutkan hidupnya dengan semangat yang baru, dengan keluarga barunya dan lingkungan yang baru. Meskipun aku sudah tidak ada lagi, rasa cintanya masih tetap hidup dan kuat. Dan, dia tahu bahwa aku akan selalu mencintainya, meskipun hanya dalam ingatan dan kenangan.
Saudaraku mengajaknya untuk bergabung dengan koloni cacing tanah dan hidup bersama-sama dengan damai dan harmonis. Dia menerima ajakan itu dengan tulus dan bahagia, dan akhirnya hidupnya kembali bersemi.
Dia belajar banyak dari keluarga barunya, dan merasa senang karena telah menemukan keluarga yang sangat peduli dan perhatian. Setiap hari, dia belajar banyak tentang kehidupan dan tentang bagaimana hidup dengan damai dan harmonis.
Walaupun hidupnya berubah banyak, dia masih selalu memikirkan aku dan rasa cintanya yang tak terlupakan. Setiap saat, dia mengingat kenangan-kenangan indah bersamaku, dan meskipun aku sudah pergi, dia selalu merasa beruntung bisa merasakan cinta yang tulus dan ikhlas.
Akhirnya, setelah beberapa waktu hidup bersama keluarga barunya, dia merasa siap untuk melanjutkan hidupnya. Dia ingin keluar dari terowongan dan menjelajahi dunia, mencari kebahagiaan yang baru dan menemukan makna dari hidupnya.
Dia bersyukur telah menemukan keluarga barunya dan belajar banyak dari mereka. Meskipun hidupnya telah berubah, dia tahu bahwa cinta dan kenangan bersamaku selalu ada di dalam hatinya, dan dia selalu merasa bersyukur akan itu.
Dan, dengan semangat yang baru, dia melangkah keluar dari terowongan menuju kehidupan barunya, siap untuk menemukan kebahagiaan dan makna yang baru. Akhir cerita ini tidak terduga dan membingungkan, tetapi di situlah keindahannya dan kesan yang ditinggalkan dalam cerita ini. (*)
==
*Muhammad Bahrudin Chabib
- IG : @mb_chabieb
- Tiktok : poetaster_ku