LiteraSIP

30 Juli 2023

Puisi-Puisi J. Akid Lampacak

Oleh J. Akid Lampacak*

 

 

Tubuh Selawat

 tubuh selawat
adalah puji paling merdu
bagi rindu di rundung temu
saat syahdu berjalan lewat lagu-lagu
seperti indah cabutan nyawa
ketika malaikat mempercayai amal kita.

 Lubtara, 2020

 

Tembang Selawat

 melebihi lagu di masalalu
melebihi teduh senyum-senyum
pada setiap detik liriknya

seperti menjejaki tanah basah
dingin merasuk ke seluruh tulang
seperti mengulang pertemuan
di taman depan halaman.

aku lupa jalan pulang
aku lupa beragam kecantikan
sebab di tubuhku
dosa-dosa diam-diam disucikan.

 Lubtara, 2020

 

Riwayat Selawat

setelah kenangan diabadikan musim
kau mekar bersama kembang di tanah pagi
berkali-kali memberi arti
pada kumbang dan kupu-kupu
bahkan menjadi buah yang mampu bertabah
di sepanjang almanak dalam tubuhku.

barangkali, tak hanya pada temaram sore
keindahan senja dapat dipuja oleh mereka
engkau yang serupa nada akan bermanja
meminta pada setiap lagu-lagu
untuk menyuntukkan luka rindu
agar sulaman dalam kemulian
sempurna jadi jahitan.

 Lubtara, 2020

 

Di Bawah Bayang-Bayang Daun

sejak daun-daun berlambai
memilih cara lain untuk bertakzim
pada luka-luka di tubuh angin
aku belajar baik menerima dingin
supaya rindu berdesir hening.

barangkali benar udara tak sanggup
menerima kedatangan redup
di tengah taman yang tak lebih besar
dari luas bayang-bayang.

segera kuberpaling dari teduh pohon-pohon
menghapus jejak-jejak dalam renung
ketika kata-kata tak mampu lagi jadi mantra
ketika doa-doa jauh dari binaan
kita lebih mengenal sedih daun-daun
di musim kemarau yang hampir gugur.

 Lubtara, 2020

 

Di Bibir Pantai

aku hanya ingin berbicara
dengan pohon-pohon di pantai ini
berbicara dengan siur angin
yang mengibarkan bendera di tubuh perahu
ketika pada pejamku tidak untuk melupakanmu
sebagaimana perjumpuaan jejak dalam setiap kedip
membuat laut mengenang segala warna langit.

selalu saja, kuputuskan juga rindu ini
di pasir yang tak lebih lembut dari bibirmu
mencoba bertahan dengan sedih batu karang
yang merawat kenangan dengan desir ombak
seketika ranting cemara menjadi jembatan
bagi bayang di sepanjang karang
kita seperti mengulang perjumpaan kembali
di sepanjang teduh pantai ini.

 Lubtara, 2020

 

==

J Akit Lampacak Lahir di Sumenep, Jawa Timur, pada 2000. Mahasiswa jurusan teknologi informasi IST Annuqayah. Bergiat di Lesehan Sastra Annuqayah (LSA). Karyanya sudah dimuat di berbagai media, buku puisi tunggalnya bertajuk Lampang 2021.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *