LiteraSIP

26 Maret 2023

Puisi-Puisi Efen Nurfiana

Oleh : Efen Nurfiana*

 

CERITA KOTA DAN SARANG LABA-LABA

lawang sewu yang menerima seribu ketukan
ingin kubawa satu untukmu
agar kau dapat memasukiku tanpa kecurigaan

tumpukan rumah warna-warni itu
ingin kupadamkan satu untukmu
plafon-plafon kubuat dari waktu tidur
dari masa silam dan lenggang
yang mampu kuingat

kota tua sedikit melompong
namun aku tak ingin memberinya untukmu
; usia yang terajut di tubuhmu harus kupangkas juga
agar kita dapat mengeja kelahiran
dan merangkai sarang laba-laba

Semarang, 2023

 

KAMI DAN LARON-LARON

burung itu pemalu
dan semut kekanak-kanakan
di kejauhan, kupu-kupu yang sabar
menangkapi cahaya di ujung-ujung daun kemangi

kami melewatinya
hari-hari letih
dan keputusasaan yang melambai
di sudut bibirnya

suara dari pengeras masjid
seperti laron
terbang ke tepian
dengan gembira mendatangi mata kami

tetapi ini redup!
hampir tak ada nyala
wajah kami akhirnya digusur
tawa anak-anak

2023

 

KAU, JADWAL YANG KUTINGGALKAN

sebagaimana kereta yang berhenti, lalu laju
ada darah mengental di ujung kuku
dua rakaat yang kudirikan terburu-buru
menebalkan asap-asap knalpot

sial aku tersesat lagi!
seperti jarum jam itu membidik dan memergokiku
barangkali, aduh!
selebihnya kabar duka yang kau bisikan di ujung telepon
dan panggilan terputus itu turut menyebut namamu
pada jadwal pagi yang kutinggalkan

2023

 

TIKET

aku menyimpan senyummu
di selembar tiket, 21 derajat kota Semarang
dan sedikit gairah yang kuintip
dari celah kancing bajumu

kue rangin mengebul di jam 7 pagi
keberangkatan terburu-buru
kau melambai di sudut jalan

baju yang kukenakan sejak pagi
mengantongi matamu yang basah
ini kali pertama waktu menjelma boneka
tergerai di bangku kereta

Semarang, 2023

 

==

*Efen Nurfiana. Ia telah menamatkan pendidikan Magisternya di Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Karya-karyanya termuat dalam beberapa antologi, media online dan koran. Selain itu, karyanya terdokumentasi dalam kumpulan sajak Dadamu Serumpun Pohon (2023), Gus Mus dan Simbolisme Feminin (2023). Selama menjadi mahasiswa ia turut dalam kegiatan redaksi di galeri seni rupa Sksp-literary.com . Instagram Efennu.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *