LiteraSIP

4 Februari 2024

Puisi-Puisi El Rui

Oleh El Rui*

 

 

Meluangkan Waktu

Dalam kepalaku semua ruangan
yang ada terasa penuh dan sesak
tugas-tugas dan semua hal
yang harus dilakukan berjejalan
mendesak perhatian

24 jam tertelan kesibukan
mengira-ngira kapan waktu untuk jeda
terlahir dengan sendirinya

Kosakata dalam kamus dan buku-buku
yang kubaca meringkas kesedihan dan
kesepian dan hal-hal yang ingin kulakukan
dalam dua kata yang sulit diwujudkan

Mimpi yang adalah aku
menunggu aku tertidur
sementara itu di atas kasur
waktu luang merupa kesibukan esok hari

8 Januari 2024

 

Menghabiskan Waktu

Aku dan buku menghabiskan waktu
delapan jam empat puluh empat menit
untuk bercakap-cakap

Saat waktu meringkus dunia
dalam jebakan kecepatan cahaya
aku dan buku saling memasuki
jiwa kami berkelindan
saling mengikat dan
memperlambat laju kehidupan

Aku di dalam buku
buku di dalam aku
kami saling membaca
dan melekatkan diri

Ada luka ada bahagia
ada terusan dan perhentian
tempat kami masing-masing
menyimpan usia lalu
di balik lipatan halaman dan
ucapan salam perpisahan
kami tinggalkan sebuah pelukan

9 Januari 2024

 

Meringkas Waktu

 Waktu
seperti doa ibu:
tak putus
meski didera
kekosongan

10 Januari 2024

 

Merawat Waktu

 Mengapa ayah
jarang kutemukan dalam puisi
apa karena ia bukan makhluk
yang pintar merawat waktu
seperti ibu

10 Januari 2024

 

Menggeser Waktu

Kehadiran sebutir embun
di daun-daun menjadi
penanda malam akan beringsut
udara dingin menyusut
: semesta menyala

16 Januari 2024

 

===

El Rui, lahir dan tinggal di Kota Serang. Bergiat di Majelis Puisi Rumah Dunia.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *