LiteraSIP

3 Maret 2024

Puisi-Puisi Heru Patria

Oleh Heru Patria

 

 

Puisi Sebutir Nasi

Meski …
Sebait puisi tidak bisa beri sebutir nasi
Tapi kelembutan diksi bikin lapar usai
Kala terdengar bumi sedang menjerit lapar
Lapar pada sesuatu yang benar

Puisi
Tempat jelata suarakan aspirasi
Ketika penguasa lacurkan negeri
Kemakmuran digadang yang datang cuma mimpi
Keadilan tumpul ke atas, ke bawah tajam sekali

Diksi
Setajam belati menikam jantung kota
Memburaikan usus-usus kebusukan
Demokrasi bobrok dirajam tindak korupsi
Birokrasi remuk ditampar tindak kolusi

Sebait puisi dan sebutir nasi
Menjelma tuba rasuni hati
Hati yang telah lama ditinggalkan nurani
Nurani yang semakin buta dari empati

Sebait puisi
Sebutir nasi
Tertawan di lorong sunyi
Senyap tak berperi

Blitar, 2024

 

Kesaksian Puisi

 Coba baca sepenggal puisi
Teronggok di tong sampah di sudut negeri
Sebagai kesaksian atas runtuhnya demokrasi
Yang tak pernah henti
Di sini dongeng damai telah usai
Berganti kesewenangan sebagai dominasi

Dari sepenggal puisi
Tercium banyak kebijakan janggal
Tentang jelata yang dijadikan tumbal
Tentang kebenaran hukum yang dijual
Sementara pendidikan yang ditawarkan hanya rongsokan
Kebijakan dibuat demi kepentingan segelintir golongan
Kesaksian puisi terabai
Dianggap angin lalu tanpa arti
Air mata duka ibu pertiwi
Menjelma telaga nestapa paling sunyi

Pada selembar bendera
Kesaksian puisi tertulis nyata
Jika bagian terindah dari tidur adalah mimpi
Maka bagian terindah dari hidup adalah mati
Dalam pelukan bumi
Nusantara ini

Blitar, 2024

 

Aku dan Puisi

Aku berdiri di tengah kepungan diksi
Bersandar pada larik-larik puisi
Mencoba mencari arti dari sepinya hari
Juga sunyinya hati karena terlalu lama menyendiri

Aku dan puisi sama-sama berlari
Hindari kegetiran sepanjang jalan
Sajak dan rima tertata jauh dari rapi
Gagal pahami makna sebuah rasa kehilangan

Saat penyair baca puisi dengan lantang
Aku mulai tertikam perasaan gamang
Lantunan musikalisasi puisi nan merdu
Tikam ulu hati sisakan luka sayat sembilu

Kini aku meringkuk sembari dekap puisi
Seperti hasrat ingin mendekap hati sendiri
Agar merdeka dari tikaman nyeri
Agar terbebas dari pelukan sepi

Blitar, 2024

 

Takziah Puisi

Jejak karya
Jadi nisan abadi
Untuk Abdul Hadi

Untaian doa
Munajat jiwa
Lapanglah kuburnya

Guratan puisimu
Ladang amal bakti
Pengantar sowan illahi

Blitar, 2024

 

===

*Heru Patria adalah nama pena dari Heru Waluyo, seorang guru Sekolah Dasar di Kec. Wlingi Kab. Blitar Jawa Timur yang juga suka menulis cerpen dan puisi. Selain dimuat lebih dari 50 antologi, karya cerpen dan puisinya juga dimuat diberbagai media massa baik cetak maupun online.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *