LiteraSIP

8 Juni 2025

Puisi-Puisi Ibna Asnawi

Oleh Ibna Asnawi*

 

 

Mengeja Laut

di batas pesisir
seluruh gairah kemukus tumbuh
merambat ke angkasa raya

laut tak pernah berkhianat
saat angin menyisir lentera
sepanjang pantai
kartika mengerling
dari dasar langit
hari setelahnya berubah
menjadi jernih
dan lokan-lokan
menampakkan matanya
lalu kami mengepung laut
mengiris karang di tepian
dengan air mata periuk

laut tak berkhianat
walau pancang ditegakkan
saat orang-orang bermalam
di keheningan kemarau

Januari, 2025.

 

Gairah Gerimis
(dari little forest)

perkampungan yang jauh
dipenuhi gerimis sepanjang tahun
menjemput hasratmu di dalam kota
engkau menutup seluruh sela-sela
di tubuhmu
dengan deram lesung subuh hari

tak ada yang bisa kau kenang dari langit
lubang penyimpanan di salju
dan apel kering menjulur di jendela
menyusup dari celah yang lain

gerimis yang turun sore ini
tak akan tersisa di mana-mana

Mei, 2025.

 

Duka Jang Hee-so
(dari moving)

gesekan aspal
menembus udara magrib
dan suara rem tertahan
ke balik tikungan
kau masih 7 tahun

ibumu berdiri sambil menangis
dunia saat itu
berbagi nyala yang sama
tetapi kau berpijak di simpang batas

napas ibumu mengembus air matamu
dingin
tetapi dunia begitu penat
untuk mencatat kesedihan ini

Mei, 2025.

 

Perempuan di Pemukiman Rel Kereta
(dari the day before the wedding)

 berpeluk stasiun
siluet sewarna wine sore ini
menahan waktu keberangkatan (?)
dan rasa bersalah yang keruh
dari mata yang terus memejam

dari luar pagar
rel kereta terputus di depanmu
bau gesekan besi bangkit
dituduh janji yang sudah mengelupas

gaunmu berwarna putih
sementara kulitmu sekering
udara di hari perkabungan
rangkaian hari-hari
menggemerincing
memekakkan gendang telinga
yang terluka dan berdarah

Mei, 2025.

 

Bersandar di Bandar

kakek penjaja
dalam susunan komponen
terserap bising kesibukan bandar

kau silang kedua tangan
memerangkap diri di dermaga
cericit di kepalamu
diabaikan khazanah

lantas bias senjakala memercik
hari itu ditandai harmoni udara
bernyanyi di angkasa

dalam catatan angin
kau berangsur tenggelam
dan akhirnya menyusuri dasar
kepala kakek penjaja

Januari, 2025.

 

===

*Ibna Asnawi, tinggal di Warung Puitika Sumenep, Madura. Saat ini aktif di Komunitas Damar Korong dan Malate ArtSpace.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *